Emran E

23 Juni 2022 20:07

Iklan

Emran E

23 Juni 2022 20:07

Pertanyaan

Tokoh-tokoh berkebangsaan Belanda yang mengecam praktik tanam paksa antara lain... a. Snouck Hurgronje, Baron van Houvel, dan E.F.E. Douwes Dekker b. Baron van Houvel, E.F.E. Douwes Dekker, dan L. Vitalis c. Snouck Hurgronje, van der Capellen, dan L. Vitalis d. van der Plas, van Inhoff, dan van der Capellen

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

17

:

10

:

03

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

D. Wulandari

24 Juni 2022 03:13

Jawaban terverifikasi

Jawaban yang benar adalah B. Baron van Houvel, E.F.E. Douwes Dekker, dan L. Vitalis Pembahasan Sistem cultuurstelsel mempunyai pengaruh pada bidang ekonomi secara signifikan bagi Belanda karena berbanding terbalik dengan keadaan rakyat bumiputera. Rakyat semakin menderita, bahkan di Grobogan, Jawa Tengah terjadi kelaparan yang disebabkan oleh pelaksanaan cultuurstelsel. Penyebabnya adalah terjadi penyelewengan aturan-aturan yang tertera dalam cultuurstelsel. Kritik serta tentangan terhadap penyelengan tersebut datang dari kalangan Belanda yang dikenal dengan nama kalangan liberal. Eduard Douwes Dekker terkenal dengan nama pena Multatuli dan merupakan salah satu tokoh liberal penentang cultuurstelsel yang pernah bekerja sebagai asisten residen di Lebak, Banten. Selama menjabat, Dekker melihat berbagai penyelewengan yang dilakukan dalam rangka pelaksanaan cultuurstelsel. Oleh karena penyelewengan yang terjadi, Dekker membuat buku berjudul "Max Havelaar". Buku ini adalah kritik Multatuli terhadap penjajahan yang terjadi. Bahkan nama penanya yang berarti "saya menderita" dianggap bentuk sindiran terhadap Belanda. Selain E. Douwes Dekker, juga dikenal Baron Van Houvell seorang pendeta yang sering berbicara di parleman Belanda mengenai penderitaan bumiputera diakibatkan oleh cultuurstelstel. Ia pun pernah tinggal di Indonesia pada tahun 1847 dan melihat penderitaan rakyat akibat cultuurstelsel. Ada juga L. Vitalis seorang inspektur pertanian Belanda yang mengusulkan agar tanam paksa dihapuskan karena merugikan pertanian rakyat. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 1835, di Priangan, mayat para petani bersebaran karena keletihan dan kelaparan. Berawal dari situ, serangan dari orang-orang non pemerintah mulai menggencar akibat terjadinya kelaparan dan kemiskinan yang terjadi menjelang akhir tahun 1840. Masalah tersebut kemudian diangkat ke permukaan dan menjadi konflik bahwa pemerintah Belanda telah melakukan eksploitasi berlebih terhadap bumiputera Jawa. Jadi, Jawaban yang benar adalah B. Baron van Houvel, E.F.E. Douwes Dekker, dan L. Vitalis


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

14

5.0

Jawaban terverifikasi