Rani R

31 Maret 2020 07:55

Iklan

Rani R

31 Maret 2020 07:55

Pertanyaan

tips dong biar gak ngantuk saat nonton video pembelajaran :(

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

09

:

20

:

58

Klaim

5

1


Iklan

Andiagung A

31 Maret 2020 13:02

ngocok


Iklan

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Buatlah menjadi sebuah dialog Kamis pagi usai pelajaran olah raga, Bu Mia, guru Kimia masuk kelas X MIPA tepat waktu. Tak seperti biasanya, hari itu anak-anak belum selesai berganti pakaian. Penyebabnya, mereka baru saja mengikuti ujian lari mengelilingi stadion. Sebenarnya hari itu Bu Mia akan memberikan ulangan. Beberapa siswa yang napasnya masih memburu dan keringatnya bercucuran, mengajukan usul pada Dani. “Dan … minta Bu Mia menunda ulangan dong. Capek nih,” kata Ali. “Waduuuh aku gak berani,” jawab Dani. “Lia saja suruh bilang. Dia kan ketua kelas, ” sambung Dani. “Baiklah, aku akan mencoba merayu Bu Mia. Doakan berhasil,” kata Lia. “Beres. Kamu kan ketua kelas.” Dengan santun, Lia menghadap Bu Lia yang wajahnya tampak kaku melihat murid-muridnya belum juga siap mengikuti pelajaran. “Maaf, Bu. Boleh Lia berbicara sebentar?” tanya Lia sambil duduk. “Iya. Ada apa?” “Begini, Bu, saya mewakili teman-teman, Lia minta maaf karena temanteman belum selesai ganti baju.“ “Biasanya kan tidak terlambat seperti ini?” tanya Bu Mia. “Iya, Bu. Sekali lagi maakan, kami. Kami kelelahan, Bu. Tadi baru saja ujian lari mengelilingi stadion 2 kali.” “Oh … kenapa tidak bilang tadi? Kalian sudah minum?” suara Bu Mia berubah ramah setelah tahu penyebab Lia dan kawan-kawannya terlambat ganti baju. “Belum sempat, Bu. Kami takut ketinggalan ulangan,” jawab Lia tetap dengan sopan. “Kalau boleh, kami minta waktu sepuluh menit untuk minum dan ganti baju, Bu. Biar badan kami segar.” “Ya sudah, kalian istirahat 15 menit. Ulangannya minggu depan saja. Nanti kita latihan soal saja,” jawab Bu Lia mengagetkan Mia dan teman-teman. “Makasih, Bu,” kata Lia. “Eit … tapi ingat. Kalian harus tertib. Tidak boleh gaduh dan mengganggu kelas lain. Dan masuk kelas lagi tepat pukul 09.00 WIB.” “Iya, Bu. Makasih.” Teman-teman Lia yang sejak tadi ikut menyimak pembicaraan Lia dan Bu Mia bertepuk tangan gembira mendengar keputusan Bu Mia.

4

0.0

Jawaban terverifikasi

Berlibur ke Taman Safari Ririn baru sampai di kelas. Dia melihat Ryo dan Hime sedang mengobrol. Merasa penasaran, setelah meletakkan ransel di tempat duduknya, Ririn menghampiri kedua teman sekelasnya itu. Ririn : (mengambil satu kursi untuk duduk berhadapan dengan Hime) Selamat pagi Ryo .. Hime .. Hime : Selamat pagi juga, Rin. Ryo : Tumben berangkat pagi? (Ryo meledek Ririn dengan nada bercanda). Ririn : Ya sudah, aku pulang dulu. Nanti aku ke sekolah lagi biar aku gak berangkat pagi. Ryo : Hahaha .. Janganlah .. Aku Cuma bercanda. Ririn : lya .. lya .. Kalian sedang ngomongin apa sih? Kelihatannya seru. Hime : Ryo ingin bercerita tentang liburan ke taman safari bersama ibu dan ayahnya. Ririn : Taman safari? Aku juga mau dengar ceritanya dong. Ayo cerita. (Ririn menarik kecil tangan Ryo. Dia tidak sabar mendengar cerita Ryo) Ryo : lya, aku ke taman safari bersama lbu dan Ayah saat liburan sekolah kemarin. Di sana, aku melihat gajah. Gajahnya besar sekali dan punya anak satu. Hehehe .. Lalu, ada juga harimau. Ada jerapah dan banyak hewan lainnya. ltu liburan ke taman safariku yang pertama dan aku senang sekali. Hime : Liburan nanti aku mau ajak Ayah sama Bunda ke sana ah.. Aku kan juga mau lihat gajah dan jerapah. Ririn : Iya bener tuh. Aku juga mau ajak Papa sama Mama, kakak juga. Bel masuk pun berbunyi. Lalu, datanglah Bu Guru. Ririn kembali ke tempat duduknya dan pelajaran pun segera dimulai. (Sumber: Naskah drama pendek karya Nisful Laila, diunduh di http ://rairari nn13 .blogspot.eo.id/201 5/11/pa rafrase-drama-menjadi-bentuk-prosa . html) Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini berdasarkan teks drama di atas! c. Sebutkan latar yang terdapat dalam teks drama tersebut!

1

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Berlibur ke Taman Safari Ririn baru sampai di kelas. Dia melihat Ryo dan Hime sedang mengobrol. Merasa penasaran, setelah meletakkan ransel di tempat duduknya, Ririn menghampiri kedua teman sekelasnya itu. Ririn : (mengambil satu kursi untuk duduk berhadapan dengan Hime) Selamat pagi Ryo .. Hime .. Hime : Selamat pagi juga, Rin. Ryo : Tumben berangkat pagi? (Ryo meledek Ririn dengan nada bercanda). Ririn : Ya sudah, aku pulang dulu. Nanti aku ke sekolah lagi biar aku gak berangkat pagi. Ryo : Hahaha .. Janganlah .. Aku Cuma bercanda. Ririn : lya .. lya .. Kalian sedang ngomongin apa sih? Kelihatannya seru. Hime : Ryo ingin bercerita tentang liburan ke taman safari bersama ibu dan ayahnya. Ririn : Taman safari? Aku juga mau dengar ceritanya dong. Ayo cerita. (Ririn menarik kecil tangan Ryo. Dia tidak sabar mendengar cerita Ryo) Ryo : lya, aku ke taman safari bersama lbu dan Ayah saat liburan sekolah kemarin. Di sana, aku melihat gajah. Gajahnya besar sekali dan punya anak satu. Hehehe .. Lalu, ada juga harimau. Ada jerapah dan banyak hewan lainnya. ltu liburan ke taman safariku yang pertama dan aku senang sekali. Hime : Liburan nanti aku mau ajak Ayah sama Bunda ke sana ah.. Aku kan juga mau lihat gajah dan jerapah. Ririn : Iya bener tuh. Aku juga mau ajak Papa sama Mama, kakak juga. Bel masuk pun berbunyi. Lalu, datanglah Bu Guru. Ririn kembali ke tempat duduknya dan pelajaran pun segera dimulai. (Sumber: Naskah drama pendek karya Nisful Laila, diunduh di http ://rairari nn13 .blogspot.eo.id/201 5/11/pa rafrase-drama-menjadi-bentuk-prosa . html) Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini berdasarkan teks drama di atas! e. Tema yang diangkat pengarang tentang apa?

1

0.0

Jawaban terverifikasi

Rena : Eh kalian udah belaja buat ulangan besok? Roy : Belum Zainal: Astaga, Innalillahi. Rena : Apa? Kalau nilai ulangannnya jelek bisa dihukum. Zainal: Paling-paling hukumannya juga cuma lari keliling lapangan bola 10 kali doang. Rena : Bukan! Kali ini hukumannya serem, harus ikut pelajaran tambahan setiap pulang sekolah. Kamu sudah belajar Rin? (Melirik ke arah Ririn). Ririn : Sudah dong, Ririn (sambil menunjuk-nunjuk bangga ke dirinya sendiri). Singkat cerita, kemudian mereka bertaruh. Siapa yang nilai ujiannya paling besar, maka akan dianggap menang dan bisa memerintah orang yang kalah. Ririnberusaha keras untuk belajar, sedangkan Roy berjuang keras untuk membuat contekan di kertas kecil. (Saat Ujian) Pak Asep : Baik anak-anak, silahkan buka lembar soalnya sekarang! Ririn : Bismillah. Roy : Soal ini kan gampang sekali. Kalau gini kan gak akan ketahuan. (Sambil menempelkan kertas contekan di pungguh Pak Asep). Pak Asep : Bapak keluar dulu, ingat jangan nyontek atau bertanya pada temannya ya. Dan satu lagi, jangan ribut. (keluar kelas). Roy : Rencana B dimulai (menyilangkan kaki dan melihat kertas contekan di atas sepatunya). Roy : Ah, bukan yang ini (bingung) Roy : Ah yang ini nih! (sambil mengeluarkan kertas contekan dari dasi). Roy : Selesai (sambil merebahkan diri di kursi, tersenyum puas sambil melirik teman-temannya yang lain belum selesai mengerjakan). Akhirnya ulangan selesai, dan Pak Asep membagikan kertas hasil ujian kepada semua siswanya. Pak Asep : Ini hasil ujian kalian (sambil membagikan kertas). Ririn : Hore! Nilaiku 85 (tersenyum puas. Zainal : Hahahaha, aku dapat 65. Lumayan ujian kemarin cuma 60. Roy : Lhah Pak, kok nilai ujian saya cuma 50? Pak Asep : Sebab soal nomor 11-20 di balik kertas gak kamu isi. Roy : Apa? Masih ada soal lagi? Ririn : Hahahaha, kamu kalah Roy! Dengan ini saya perintahkan kamu gak nyontek lagi waktu ujian! (sambil menunjuk-nunjuk Roy dengan tertawa lepas). Pak Asep : Apa? Jadi kamu kemarin nyontek? Oke, kalau begitu nilai kamu saya kurangi 5 poin lagi! Roy : Aduuuh, apes benar aku ini (mengucek-ngucek rambut) Akhirnya, Roy menyadari kesalahannya dan berjuang keras untuk belajar. Dia tidak pernah menyontek saat ujian lagi. 4. amanat

1

0.0

Jawaban terverifikasi

Gadis sore ini setelah jam kerjanya menjaga toko Bu Gilang selesai, ia mengunjungi rumah Rista sahabatnya semasa SMA dulu. Gadis : Sore, Ris. Rista : Sore juga, apa kabar? Gadis : Masih seperti biasanya. Merasa gila* karena usai gajian langsung jatuh miskin semiskin-miskinnya. Rista : Pindah kerja saja, Dis. Kamu ada setoran rutin dengan gaji seperti kutukan segitu kamu gak akan bisa makan layak. Gadis : Maunya juga gitu, tapi kalau tak lepas belum tentu aku segera dapat kerja yang baru. Nanti tambah kasihan ibuku ... Rista : Nanti coba tak tanya temen kalau ada info lowongan. Rista lalu mengambil smartphone-nya, dan menghubungi salah satu kontak di sana. Rista : Hallo Intan, bisa bantu? Intan : Bantu apa, Ris .. ? Rista : Kalau ada info lowongan di resto bapakmu hubungi aku ya? Intan : Wah ... mau kuliah nyambi kerja? Rista : Bukan, ini untuk temanku ... OK .. ? Rista menutup telepon dan seulas senyum tersirat di wajah manisnya yang kalem. Rista : Temanku bilang kalau ada lowongan dia hubungi aku. Resto bapaknya lumayan besar, gajinya gak akan mengecewakan. Di sana kamu dapat jatah libur, gak kerja rodi seperti yang sekarang. Gadis : Iya, makasih ya, Ris. Gadis hendak berpamitan pulang, saat sampai di depan pagar rumah Rista. Lewatlah sepasang suami istri, Bu Gilang dan Pak Bayu. Gilang : Jangan tidur larut malam, Dis. Ingat, besok kerja! Rista seketika merasa marah, di luar jam kerja masih saja diurusi majikan yang cerewetnya minta ampun. Heran Gadis bisa betah, coba kalau tidak ada tanggungan sudah lama Gadis kabur! Bayu : Ibu apa-apaan sih, kan sudah bukan urusan kita Gadis mau tidur jam berapa. Yang penting besok bisa masuk kerja. Gilang : Bapak tahu gak, kalau Rista itu sepertinya mau membuat Gadis keluar dari toko. Nanti bahaya Pak, kita bisa kerepotan! Mbok cari cara biar Gadis gak bisa pindah kerja ... Bayu : Kita kan sudah menggajinya sedikit, mana bisa pindah dia? Nanti juga kesulitan buat nabung dan gak berani keluar ... Gadis kini sudah sampai di kostnya, merasa lelah dan pening kepalanya. Serasa mau pecah, memikirkan nasibnya yang terasa buram nyaris suram masa depan. Ia hanya bisa berdoa malam ini, semoga keajaiban datang! Tiba-tiba pintu kostnya diketuk. Rista : Dis, kita ke rumahku. Temenku datang, bilang resto bapaknya memang butuh karyawan. Akhirnya Gadis pun kembali ke rumah Rista dan bertemu dengan Pak Rudi. Rudi : Resto saya sedang butuh waitress. Kalau kamu mau. Gadis : Saya mau, Pak, tapi saya belum keluar dari tempat kerja yang sekarang. Rudi : Wah, susah ya ... Rista : ltu bukan masalah, Pak, toh Gadis butuh uang buat bantu ibunya. Bapak bantulah pak ... Rudi : Kamu keluar dulu, nanti kamu datang ke resto bapak. Gadis merasa lega bukan main. Kini tinggal selangkah lagi untuk bisa keluar dari pekerjaan yang menyiksanya lahir batin. Sayangnya saat mengajukan pengunduran diri, Gadis diberi waktu enam bulan. Alasannya untuk mendapatkan karyawan penggantinya terlebih dahulu. Gadis merasa berat jika harus mengencangkan sabuk hingga 6 bulan lamanya. Khawatir badan tinggal tulang, takut pulang bertemu sang ibu. Gadis : Saya gak bisa kalau menunggu 6 bulan lagi. Besok lusa saya sudah harus bekerja di tempat baru. Gilang : Kok bisa??! Gak bisa ini ... ! Rista : Kok gak bisa kenapa, Bu? Wong ibu juga gak ngasih gaji layak. Ya harus terima karyawan gak bisa loyal. .. Sudah, ayo pulang, Dis! Yang penting sudah bilang. Toh lusa kamu sudah kerja di tempat yang lebih baik. Gilang : Kamu tak laporkan polisi loh ... Rista : Laporkan saja, Bu. Nanti saya juga laporkan ibu ke Depnaker ... biar digerus toko ibu! Bu Gilang hanya diam seribu bahasa, tidak bisa berkata meskipun hanya sepatah. Gadis akhirnya pergi bersama Rista. Gadis : Wah ... kamu berani juga ya sama orang tua ... Rista : Orang dzalim itu harus dilawan. Diam itu emas, Dis. Tapi, mengatakan kebenaran adalah intan permata. Gak akan sadar orang kalau kita cuma menunggu dan diam saja ... Gadis mengangguk setuju dengan pendapat Rista barusan. Selang sehari setelahnya, Gadis kini sudah bekerja di resto besar. Membuatnya merasa bersyukur, saat kesabarannya berbuah manis. Ia berharap rezeki yang didapatkan akan lebih baik, dan memberikan bantuan yang layak kepada ibunya di rumah. Agar tidak lagi bersusah dan bersedih. (Sumber: www.sahabatnesia. comjcontoh-teks-naskah-drama/) Identifikasi tema teks drama tersebut!

1

4.0

Jawaban terverifikasi