Tiara C

04 Februari 2020 02:13

Iklan

Tiara C

04 Februari 2020 02:13

Pertanyaan

suatu zat dengan berat melekul 40 seberat 20 gram di larutkan dalam air. setelah kesetimbangan zat tersebut tinggal 0, 25 mol.zat tersebut tergolong?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

10

:

09

:

19

Klaim

4

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

M. Dwiyanti

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

23 Desember 2021 00:52

Jawaban terverifikasi

Halo Tiara, kakak bantu jawab ya Zat tersebut tergolong elektrolit lemah. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik dan zat terlarut dapat terionisasi. Larutan elektrolit dibagi menjadi dua, yaitu: 1. Elektrolit kuat adalah elektrolit yang mengalami ionisasi sempurna dengan derajat ionisasi (α) = 1. 2. Elektrolit lemah adalah elektrolit yang mengalami ionisasi sebagian dengan derajat ionisasi 0 < α < 1. Derajat ionisasi (α) dapat dicari dengan: α = mol yang terionisasi/mol awal Untuk menyelesaikan soal tersebut, perhatikan penjelasan berikut ya. 1. Menghitung mol mula-mula zat mol awal = massa zat/Mr zat mol awal = 20 gram/40 (gram/mol) mol awal = 0,5 mol 2. Menghitung mol yang terionisasi mol terionisasi = mol awal - mol setimbang mol terionisasi = 0,5 mol - 0,25 mol mol terionisasi = 0,25 mol 3. Menghitung derajat ionisasi (α) α = mol terionisasi/mol awal α = 0,25/0,5 α = 0,5 Karena α adalah 0,5 yaitu terletak antara rentang 0 < α < 1, maka zat tersebut tergolong zat elektrolit lemah.


Iklan

Muhammad A

29 September 2021 13:42

Suatu zat dengan berat molekul 40 gr/mol seberat 20 gram dilarutkan dalam air, maka jumlah mol zat mula-mula adalah: n1 = gr/Mr = 20/40 = 0.5 mol setelah kesetimbangan tercapai, zat tersebut tersisa 0,25 mol, maka jumlah zat yang terionisasi/terurai/bereaksi adalah: n2 = 0.5 - 0.25 = 0.25 mol Maka derajat ionisasinya diperoleh: α = n2/n1 = 0.25/0.5 = 0.5 Karena nilai derajat ionisasi berada pada rentang 0 < α < 1 maka zat tersebut digolongkan ke dalam elektrolit lemah. Selayang Pandang Berdasarkan sifat dalam menghantarkan listrik, bahan dibedakan menjadi 3 macam, yaitu konduktor, isolator, dan semikonduktor. Begitu pula dengan larutan, larutan ada yang dapat menghantarkan listrik dan ada pula yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan elektrolit. Sedangkan larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik disebut larutan non elektrolit. Pada percobaan sederhana, lampu dapat menyala dalam larutan elektrolit dan tidak menyala dalam larutan non elektrolit. Larutan Elektrolit Larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik dikarenakan adanya ion-ion yang bergerak bebas. Ion-ion inilah yang berperan dalam menghantarkan arus listrik melalui larutan. Ikatan yang dimiliki oleh larutan elektrolit adalah ikatan ion. Ketika berda dalam larutan, senyawa ion akan mengalami reaksi ionisasi terbentuk ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Contoh larutan elektrolit adalah semua larutan asam, basa, dan garam. Antara lain adalah NaCl, H2¬SO4, HCl, KOH, dan CH₃OOH. Larutan elektrolit dibedakan lagi menjadi dua jenis berdasarkan kemampuannya menghantarkan listrik. Kedua jenis larutan tersebut adalah larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah. Perbedaan diantara keduanya adalah elektrolit kuat mengalami reaksi ionisasi sempurna dalam pelarut air sehingga derajat ionisasinya adalah 1. ion-ion yang ada terurai sempurna sedangkan larutan elektrolit lemah tidak terurai sempurna atau terurai sebagian (derajat ionisasi kurang dari 1). Selain itu, yang membedakan adalah elektrolit kuat tidak terdapat molekul zat terlarut dan jumlah ion dalam larutan adalah banyak. Larutan non elektrolit, dalam larutan masih terdapat molekul zat terlarut dan jumlah ion dalam larutan adalah sedikit. Berikut ini adalah contoh reaksi ionisasi larutan elektrolit: HCl ⇒ H⁺ + Cl⁻ HNO₃ ⇒ H⁺ + NO₃⁻ Mg(OH)₂ ⇒ Mg²⁺ + 2OH⁻ CH₃COOH ⇒ CH₃COO⁻ + H⁺ NH₄OH ⇒ NH₄⁺ + OH⁻ MgCl₂ ⇒ Mg²⁺ + 2Cl⁻ Larutan Non-elektrolit Larutan nonelektrolit tidak mampu menghantarkan arus listrik dikarenakan tidak adanya ion-ion yang bergerak bebas dalam larutan. Ikatan yang dimiliki oleh larutan nonelektrolit adalah ikatan kovalen. Ikatan kovalen terjadi karena adanya penggunaan bersama pasangan elektron. Jadi, ketika berada dalam larutan, senyawa kovalen tidak megalami ionisasi, sehingga tidak ada ion-ion yang menghantarkan arus listrik. Contoh larutan nonelektrolit adalah senyawa organik, seperti larutan gula, larutan urea, dan alkohol. Kita dapat membedakan larutan elekrolit kuat, larutan elektrolit lemah, dan larutan nonelektrolit melalui percobaan sederhana, yaitu dengan menggunakan lampu kecil, rangkaian listrik, dan larutan yang ingin diuji. Hasil pengamatan dari percobaan ini berupa gelembung dan nyala lampu. Jika larutan elektrolit kuat, hasil pengamatan adalah terbentuk gelembung gas dan lampu menyala. Jika larutan elektrolit lemah, hasil pengamatan adalah terbentuk gelembung gas/ lampu menyala. Jika larutan non elektrolit, hasil pengamatan adalah tidak terbentuk gelembung gas dan lampu tidak menyala. Jadi, dapat disimpulkan bahwa larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik karena terdapat ion-ion yang bergerak bebas, sedangkan laruntan nonelektrolit tidak dapat menghantarkan listrik karena tidak adanya ion-ion yang begerak bebas.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Sebuah unsur X memiliki bilangan kuantum n=3, l=1, m=0, s=+1/2, maka tentukan : a. Jumlah proton, neutron dan elektronya. b. Konfigurasi atomnya c. Konfigurasi bila melepaskan elektron. d. Jumlah proton, neutron dan elektronnya setelah melepas elektron e. Letaknya pada tabel periodik unsur.

2

0.0

Jawaban terverifikasi