Ahmad W

10 Februari 2022 08:41

Iklan

Ahmad W

10 Februari 2022 08:41

Pertanyaan

Siapakah Sultan terakhir dari ketiga kerajaan yaitu kerajaan Demak dan kerajaan Banten dan kerajaan Mataram tersebut dan mengapa kerajaan-kerajaan menjadi hancur?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

18

:

55

:

22

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

H. Rosa

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

12 Februari 2022 03:45

Jawaban terverifikasi

Halo Ahmad W. Kakak bantu jawab ya. Raja terakhir Demak adalah Arya Penangsang dan hancur karena adanya pemberontakan Hadiwijaya. Raja terakhir Banten adalah Sultan Haji dan hancur karena dikuasai oleh Belanda. Raja terakhir Kerajaan Mataram Islam adalah Sultan Agung dan hancur karena kekosongan jabatan di akhir kerajaan pasca beliau wafat. Berikut penjelasannya ya. 1. Kerajaan Demak Kemunduran dari Kerajaan Majapahit memberikan kesempatan kepada para bupati yang berada di pesisir pantai utara Jawa untuk melepaskan diri, khususnya Demak. Dengan bantuan beberapa daerah yang telah memeluk Islam, misalnya Jepara, Tuban, dan Gresik, Raden Patah pada tahun 1475 berhasil membangun atau mendirikan Kerajaan Demak, yang merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa. Menurut Babad Tanah Jawa, Raden Patah adalah putra Brawijaya V (Raja Majapahit terakhir) dengan putri Champa. Raja terakhirnya adalah Arya Penangsang. Keruntuhan Kerajaan Demak disebabkan oleh pemberontakan Adipati Hadiwijaya, penguasa Pajang pada 1556. Hadiwijaya semula sangat setia pada Demak. Pemberontakan Hadiwijaya disebabkan oleh Arya Penangsang yang membunuh Sunan Prawata dan Pangeran Kalinyamat. 2. Kerajaan Banten Kerajaan Banten adalah salah satu kerajaan yang bercorak Islam di Nusantara. Kerajaan ini didirikan pada tahun 1552 oleh Syarif Hidayatullah. Syarif Hidayatullah berhasil memindahkan pusat pemerintahan yang awalnya di Banten Girang ke Surosowan Banten Lama (Banten Lor). Keruntuhan Kerajaan Banten dilatarbelakangi adanya konflik internal kerajaan yang diperkeruh oleh campur tangan Belanda melalui Devide at Impera (politik adu domba) antara Sultan Haji dan Sultan Ageng Tirtayasa. Konflik ini kemudian dimenangkan oleh Sultan Haji yang kemudian menjadi raja boneka Belanda, sehingga secara tidak langsung Belanda berhasil menguasai Banten dan memonopoli perdagangan di kawasan pesisir Jawa. 3. Kerajaan Mataram Islam Kerajaan Mataram Islam yang berpusat di Yogyakarta merupakan kelanjutan dari Kerajaan Pajang. Pendiri Mataram Islam adalah Panembahan Senopati. Mataram Islam mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Agung. Sultan Agung berusaha menyatukan seluruh Pulau Jawa. Ekonomi Kesultanan Mataram didukung aspek pertanian, hasil utamanya adalah beras. Namun, setelah Sultan Agung wafat, Kerajaan Mataram Islam perlahan mulai mengalami kemunduran hingga akhirnya runtuh pada 1755 M. Faktor kemundurannya antara lain letusan gunung berapi menyebabkan istana yang telah dibuat rusak dan hancur, adanya kekosongan jabatan di akhir kerajaan, dan keadaan ekonomi yang terus menurun. Semoga membantu ya๐Ÿ˜Š


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

14

5.0

Jawaban terverifikasi