Meisya P

26 Januari 2023 11:54

Iklan

Iklan

Meisya P

26 Januari 2023 11:54

Pertanyaan

sejauh mana fasilitas kesehatan memanfaatkan sistem informasi geografis?


1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Kevin L

Bronze

10 Januari 2024 11:04

Jawaban terverifikasi

Pertanyaan ini berkaitan dengan pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam fasilitas kesehatan. SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memeriksa, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan data yang berhubungan dengan lokasi-lokasi di permukaan bumi. Penjelasan: 1. SIG dapat digunakan dalam fasilitas kesehatan untuk berbagai tujuan. Salah satunya adalah untuk pemetaan dan pemantauan penyebaran penyakit. Dengan SIG, petugas kesehatan dapat melacak lokasi dan pola penyebaran penyakit tertentu, yang dapat membantu dalam merencanakan dan menargetkan intervensi. 2. Selain itu, SIG juga dapat digunakan untuk merencanakan lokasi fasilitas kesehatan baru. Dengan mempertimbangkan data demografis dan geografis, petugas kesehatan dapat menentukan lokasi yang paling membutuhkan fasilitas kesehatan baru. 3. SIG juga dapat digunakan untuk mengoptimalkan rute ambulans dan layanan darurat lainnya. Dengan memahami pola lalu lintas dan kondisi jalan, petugas kesehatan dapat merencanakan rute tercepat dan paling efisien untuk mencapai pasien dalam keadaan darurat. Kesimpulan: Jadi, fasilitas kesehatan dapat memanfaatkan SIG dalam berbagai cara, mulai dari pemantauan penyebaran penyakit, perencanaan lokasi fasilitas kesehatan baru, hingga optimasi rute layanan darurat. Semoga penjelasan ini membantu Anda πŸ™‚.


Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

14 Januari 2024 13:34

Jawaban terverifikasi

<p>Fasilitas kesehatan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam berbagai aspek, seperti:</p><ol><li><strong>Analisis Jarak Jangkauan Pelayanan</strong>: SIG digunakan untuk menganalisis jarak antara fasilitas kesehatan utama seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik, sehingga dapat memetakan lokasi dan jarak antar fasilitas kesehatan. Hal ini membantu dalam menentukan jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat</li><li><strong>Pemetaan Distribusi Penyakit</strong>: SIG digunakan untuk menentukan distribusi penderita suatu penyakit, pola atau model penyebaran penyakit. Dengan demikian, SIG membantu dalam pemetaan distribusi geografis dari suatu populasi beresiko, distribusi penyakit dan masalah kesehatan, distribusi lokasi fasilitas pelayanan kesehatan, dan analisis faktor risiko kejadian penyakit</li><li><strong>Perencanaan dan Penentuan Intervensi</strong>: SIG digunakan untuk menilai priotitas penggunaan sumber daya yang terbatas untuk meningkatkan level kesehatan. Teknik visualisasi data dalam bentuk pemetaan dalam SIG dapat menjadi salah satu cara efektif untuk mengevaluasi program-program kesehatan</li><li><strong>Monitoring Penyakit</strong>: SIG digunakan untuk memonitor status kesehatan masyarakat untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Dalam mendukung fungsi ini, SIG dapat digunakan untuk memetakan kelompok masyarakat serta areanya, misalnya status kehamilan</li><li><strong>Perancangan Aplikasi Berbasis SIG</strong>: SIG juga dimanfaatkan dalam perancangan aplikasi berbasis Android yang memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi lokasi fasilitas pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik</li></ol><p>Dengan memanfaatkan SIG, fasilitas kesehatan dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, dan aksesibilitas informasi terkait pelayanan kesehatan, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dalam perencanaan, pengelolaan, dan pemantauan program kesehatan.</p>

Fasilitas kesehatan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam berbagai aspek, seperti:

  1. Analisis Jarak Jangkauan Pelayanan: SIG digunakan untuk menganalisis jarak antara fasilitas kesehatan utama seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik, sehingga dapat memetakan lokasi dan jarak antar fasilitas kesehatan. Hal ini membantu dalam menentukan jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat
  2. Pemetaan Distribusi Penyakit: SIG digunakan untuk menentukan distribusi penderita suatu penyakit, pola atau model penyebaran penyakit. Dengan demikian, SIG membantu dalam pemetaan distribusi geografis dari suatu populasi beresiko, distribusi penyakit dan masalah kesehatan, distribusi lokasi fasilitas pelayanan kesehatan, dan analisis faktor risiko kejadian penyakit
  3. Perencanaan dan Penentuan Intervensi: SIG digunakan untuk menilai priotitas penggunaan sumber daya yang terbatas untuk meningkatkan level kesehatan. Teknik visualisasi data dalam bentuk pemetaan dalam SIG dapat menjadi salah satu cara efektif untuk mengevaluasi program-program kesehatan
  4. Monitoring Penyakit: SIG digunakan untuk memonitor status kesehatan masyarakat untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Dalam mendukung fungsi ini, SIG dapat digunakan untuk memetakan kelompok masyarakat serta areanya, misalnya status kehamilan
  5. Perancangan Aplikasi Berbasis SIG: SIG juga dimanfaatkan dalam perancangan aplikasi berbasis Android yang memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi lokasi fasilitas pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik

Dengan memanfaatkan SIG, fasilitas kesehatan dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, dan aksesibilitas informasi terkait pelayanan kesehatan, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dalam perencanaan, pengelolaan, dan pemantauan program kesehatan.


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Kota di Indonesia yang menurut sejarah pertumbuhannya berasal dari pertambangan adalah .... a. Dumai, Tembagapura, Bogor b. Bandung, Pematang Siantar, Cepu c. Palembang, Deli Serdang, Soroako d. Jakarata, Kuala Tanjung, Surabaya e. Sawah Lunto, Soroako, Bontang, Duma

67

0.0

Jawaban terverifikasi