Thoriq M

24 November 2022 23:39

Iklan

Thoriq M

24 November 2022 23:39

Pertanyaan

Sejarah awal masuk globalisasi di Indonesia

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

06

:

56

:

51

Klaim

3

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Erwin A

Community

25 November 2022 01:18

Jawaban terverifikasi

<p>Jalur sutra</p><p>&nbsp;Pada abad ke-1 SM, terjadi pengangkutan barang dari China ke Eropa. Orang Eropa memperdagangkan kaca dan barang-barang manufaktur untuk sutra dan rempah-rempah China, dan berkontribusi pada ekonomi global di mana Eropa dan Asia menjadi terbiasa dengan barang-barang dari belahan dunia yang lain. Pengangkutan barang ini terjadi di sepanjang Jalur Sutra, yang merupakan jaringan rute perdagangan kuno antara Eropa, Afrika Utara, Afrika Timur, Asia Tengah, Asia Selatan, dan Timur Jauh.<br>Renaisans&nbsp;</p><p>Perdagangan global selanjutnya semakin berkembang pada Zaman Penemuan (era renaisans) di abad ke-15. Penjelajahan Dunia Baru oleh Eropa, membuka jalan menuju globalisasi dalam skala besar, dengan transfer luas tanaman, hewan, makanan, hingga budaya. Ada juga jaringan Perdagangan Segitiga (The Triangular Trade), di mana kapal membawa barang-barang manufaktur dari Eropa ke Afrika, membawa orang Afrika ke Amerika sebagai budak, dan membawa bahan mentah kembali ke Eropa adalah contoh lain dari globalisasi.</p><p>Gelombang globalisasi kedua dan ketiga</p><p>&nbsp;Setelah Perang Dunia II, AS mendorong pembangunan tatanan ekonomi global yang diatur oleh aturan yang diterima bersama dan diawasi oleh lembaga multilateral. Ide awalnya adalah menciptakan dunia yang lebih baik dengan negara-negara yang ingin bekerja sama satu sama lain, untuk mempromosikan kemakmuran dan perdamaian.Ini berawal dari dibuatnya sistem Bretton Woods, General Agreement on Tariffs and Trade (GATT). Termasuk salah satu langkah penting menuju globalisasi yakni Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA), yang ditandatangani pada 1993.<br><br>&nbsp;</p>

Jalur sutra

 Pada abad ke-1 SM, terjadi pengangkutan barang dari China ke Eropa. Orang Eropa memperdagangkan kaca dan barang-barang manufaktur untuk sutra dan rempah-rempah China, dan berkontribusi pada ekonomi global di mana Eropa dan Asia menjadi terbiasa dengan barang-barang dari belahan dunia yang lain. Pengangkutan barang ini terjadi di sepanjang Jalur Sutra, yang merupakan jaringan rute perdagangan kuno antara Eropa, Afrika Utara, Afrika Timur, Asia Tengah, Asia Selatan, dan Timur Jauh.
Renaisans 

Perdagangan global selanjutnya semakin berkembang pada Zaman Penemuan (era renaisans) di abad ke-15. Penjelajahan Dunia Baru oleh Eropa, membuka jalan menuju globalisasi dalam skala besar, dengan transfer luas tanaman, hewan, makanan, hingga budaya. Ada juga jaringan Perdagangan Segitiga (The Triangular Trade), di mana kapal membawa barang-barang manufaktur dari Eropa ke Afrika, membawa orang Afrika ke Amerika sebagai budak, dan membawa bahan mentah kembali ke Eropa adalah contoh lain dari globalisasi.

Gelombang globalisasi kedua dan ketiga

 Setelah Perang Dunia II, AS mendorong pembangunan tatanan ekonomi global yang diatur oleh aturan yang diterima bersama dan diawasi oleh lembaga multilateral. Ide awalnya adalah menciptakan dunia yang lebih baik dengan negara-negara yang ingin bekerja sama satu sama lain, untuk mempromosikan kemakmuran dan perdamaian.Ini berawal dari dibuatnya sistem Bretton Woods, General Agreement on Tariffs and Trade (GATT). Termasuk salah satu langkah penting menuju globalisasi yakni Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA), yang ditandatangani pada 1993.

 


Iklan

Salsabila M

Community

08 April 2024 15:04

Jawaban terverifikasi

<p>Sejarah awal masuknya globalisasi di Indonesia dapat ditelusuri hingga masa penjajahan Belanda dan kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara pada abad ke-16. Meskipun perdagangan telah berlangsung di wilayah Nusantara sejak ribuan tahun yang lalu, namun globalisasi modern dapat dikatakan dimulai dengan kedatangan bangsa Eropa ke wilayah Indonesia.</p><p><strong>Perdagangan dan Kolonialisme</strong>: Bangsa Eropa, terutama Belanda, datang ke Indonesia dengan maksud untuk menguasai perdagangan rempah-rempah yang sangat berharga pada saat itu, seperti rempah-rempah dari Maluku (Banda Neira, misalnya) dan Jawa. Perusahaan-perusahaan dagang Belanda, seperti VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie), kemudian mendominasi perdagangan di wilayah Nusantara. Hal ini membawa perubahan besar dalam struktur sosial, ekonomi, dan politik di wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Belanda.</p><p><strong>Pengaruh Budaya dan Sosial</strong>: Kedatangan bangsa Eropa juga membawa pengaruh budaya dan sosial yang signifikan. Misalnya, agama Kristen diperkenalkan oleh para misionaris Eropa dan menjadi agama minoritas di antara masyarakat pribumi yang mayoritas beragama Islam, Hindu, dan Buddha. Selain itu, banyak aspek budaya Eropa yang mulai diterima oleh masyarakat lokal, seperti bahasa, arsitektur, dan pola pikir.</p><p><strong>Modernisasi dan Industrialisasi</strong>: Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, Belanda mulai mendorong modernisasi dan industrialisasi di wilayah jajahannya, termasuk di Indonesia. Hal ini membawa perubahan besar dalam struktur ekonomi dan sosial di Indonesia, dengan munculnya sektor-sektor industri modern, pertanian komersial, dan infrastruktur modern seperti jalan, rel kereta api, dan pelabuhan.</p><p><strong>Pengaruh Globalisasi Ekonomi</strong>: Pada abad ke-20, terutama setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, globalisasi ekonomi semakin memperkuat pengaruh asing di Indonesia. Indonesia menjadi bagian dari pasar global, terlibat dalam perdagangan internasional, dan menerima investasi asing. Hal ini membawa perubahan besar dalam struktur ekonomi dan hubungan antarnegara di Asia Tenggara.</p><p><br>&nbsp;</p>

Sejarah awal masuknya globalisasi di Indonesia dapat ditelusuri hingga masa penjajahan Belanda dan kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara pada abad ke-16. Meskipun perdagangan telah berlangsung di wilayah Nusantara sejak ribuan tahun yang lalu, namun globalisasi modern dapat dikatakan dimulai dengan kedatangan bangsa Eropa ke wilayah Indonesia.

Perdagangan dan Kolonialisme: Bangsa Eropa, terutama Belanda, datang ke Indonesia dengan maksud untuk menguasai perdagangan rempah-rempah yang sangat berharga pada saat itu, seperti rempah-rempah dari Maluku (Banda Neira, misalnya) dan Jawa. Perusahaan-perusahaan dagang Belanda, seperti VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie), kemudian mendominasi perdagangan di wilayah Nusantara. Hal ini membawa perubahan besar dalam struktur sosial, ekonomi, dan politik di wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Belanda.

Pengaruh Budaya dan Sosial: Kedatangan bangsa Eropa juga membawa pengaruh budaya dan sosial yang signifikan. Misalnya, agama Kristen diperkenalkan oleh para misionaris Eropa dan menjadi agama minoritas di antara masyarakat pribumi yang mayoritas beragama Islam, Hindu, dan Buddha. Selain itu, banyak aspek budaya Eropa yang mulai diterima oleh masyarakat lokal, seperti bahasa, arsitektur, dan pola pikir.

Modernisasi dan Industrialisasi: Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, Belanda mulai mendorong modernisasi dan industrialisasi di wilayah jajahannya, termasuk di Indonesia. Hal ini membawa perubahan besar dalam struktur ekonomi dan sosial di Indonesia, dengan munculnya sektor-sektor industri modern, pertanian komersial, dan infrastruktur modern seperti jalan, rel kereta api, dan pelabuhan.

Pengaruh Globalisasi Ekonomi: Pada abad ke-20, terutama setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, globalisasi ekonomi semakin memperkuat pengaruh asing di Indonesia. Indonesia menjadi bagian dari pasar global, terlibat dalam perdagangan internasional, dan menerima investasi asing. Hal ini membawa perubahan besar dalam struktur ekonomi dan hubungan antarnegara di Asia Tenggara.


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Pertandingan sepak bola antara dua kesebelasan menunjukkan bentuk hubungan sosial …. a. Kelompok dengan kelompok b. Individu dengan kelompok c. Individu dengan Individu d. Kelompok dengan individu

3

2.3

Jawaban terverifikasi