WardahArini W

14 Mei 2023 12:52

Iklan

WardahArini W

14 Mei 2023 12:52

Pertanyaan

Secara berkelompok, pilihlah satu tema penyebab terancamnya keaneka- ragaman hayati di Indonesia, seperti deforestasi, kebakaran hutan, banjir dan kekeringan. Ikuti langkah-langkah berikut ini. 1. Carilah data tentang deforestasi, kebakaran hutan, banjir dan kekeringan di Indonesia selama 30 tahun terakhir. 2. Untuk mempermudah pencarian, gunakan "google scholar" untuk mencari referensi. 3. Data disampaikan dalam berbagai bentuk media yang memuat data kejadian, penyebab kejadian dan ancaman bagi keanekaragaman hayati di Indonesia. 4. Sajikan solusi yang dapat kalian tawarkan untuk mencegah punahnya flora dan fauna di Indonesia. Jika memungkinkan, sajikan solusi berbasis kearifan lokal yang telah dikembangkan oleh masyarakat di daerah kalian masing masing.

Secara berkelompok, pilihlah satu tema penyebab terancamnya keaneka- ragaman hayati di Indonesia, seperti deforestasi, kebakaran hutan, banjir dan kekeringan. Ikuti langkah-langkah berikut ini.

1. Carilah data tentang deforestasi, kebakaran hutan, banjir dan kekeringan di Indonesia selama 30 tahun terakhir.

2. Untuk mempermudah pencarian, gunakan "google scholar" untuk mencari referensi.

3. Data disampaikan dalam berbagai bentuk media yang memuat data kejadian, penyebab kejadian dan ancaman bagi keanekaragaman hayati di Indonesia.

4. Sajikan solusi yang dapat kalian tawarkan untuk mencegah punahnya flora dan fauna di Indonesia. Jika memungkinkan, sajikan solusi berbasis kearifan lokal yang telah dikembangkan oleh masyarakat di daerah kalian masing masing.

alt

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

17

:

10

:

12

Klaim

3

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kevin L

Gold

12 Juni 2024 12:14

Jawaban terverifikasi

Deforestasi * Data: * Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, laju deforestasi di Indonesia mencapai 1,6 juta hektar per tahun pada periode 1985-1997. * Laju deforestasi meningkat menjadi 3,8 juta hektar per tahun pada periode 1997-2000. * Pada tahun 2001, laju deforestasi mulai menurun menjadi sekitar 1 juta hektar per tahun. * Namun, laju deforestasi kembali meningkat pada tahun 2015 menjadi 1,6 juta hektar per tahun. * Pada tahun 2019, laju deforestasi turun menjadi 297.729 hektar. * Penyebab: * Konversi hutan menjadi lahan perkebunan kelapa sawit dan karet. * Penebangan liar untuk kayu. * Pembangunan infrastruktur, seperti jalan dan bendungan. * Pertambangan. * Ancaman: * Hilangnya habitat flora dan fauna. * Bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor. * Perubahan iklim. Kebakaran Hutan * Data: * Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah titik api di Indonesia mencapai 235.444 titik pada tahun 2015. * Jumlah titik api turun menjadi 106.669 titik pada tahun 2016. * Pada tahun 2017, jumlah titik api kembali meningkat menjadi 136.342 titik. * Pada tahun 2018, jumlah titik api turun menjadi 103.133 titik. * Pada tahun 2019, jumlah titik api turun menjadi 86.627 titik. * Penyebab: * Pembakaran hutan untuk membuka lahan perkebunan dan pertanian. * Kebakaran hutan yang tidak disengaja, seperti akibat petir. * Fenomena El Niño yang menyebabkan kekeringan dan meningkatkan risiko kebakaran hutan. * Ancaman: * Kerusakan habitat flora dan fauna. * Pencemaran udara. * Gangguan kesehatan masyarakat. Banjir * Data: * Menurut BNPB, pada tahun 2019, terjadi 1.853 bencana banjir di Indonesia. * Bencana banjir menyebabkan 1.255 orang meninggal dunia dan 1.419.250 orang mengungsi. * Penyebab: * Curah hujan tinggi. * Pendangkalan sungai. * Alih fungsi lahan. * Sampah yang menyumbat aliran air. * Ancaman: * Kerusakan rumah dan infrastruktur. * Gangguan ekonomi. * Gangguan kesehatan masyarakat. Kekeringan * Data: * Menurut BNPB, pada tahun 2019, terjadi 1.655 bencana kekeringan di Indonesia. * Bencana kekeringan menyebabkan 1.140.710 orang terdampak. * Penyebab: * Kemarau panjang. * Kerusakan daerah aliran sungai. * Penggunaan air tanah yang berlebihan. * Ancaman: * Gagal panen. * Krisis air bersih. * Gangguan kesehatan masyarakat. Solusi * Deforestasi: * Penegakan hukum terhadap pelaku pembalakan liar. * Pengembangan hutan tanaman industri. * Pemberdayaan masyarakat untuk mengelola hutan secara lestari. * Kebakaran Hutan: * Patroli hutan untuk mencegah kebakaran. * Penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan. * Pengembangan teknologi untuk mendeteksi kebakaran hutan secara dini. * Banjir: * Normalisasi sungai. * Pembangunan waduk. * Penanaman pohon di daerah hulu sungai. * Kekeringan: * Hemat air. * Panen air hujan. * Pembangunan embung. Solusi Berbasis Kearifan Lokal * Sistem ladang berpindah: Sistem ini dilakukan dengan membuka lahan baru untuk bercocok tanam setiap tahun, dan kemudian membiarkan lahan lama untuk kembali ke hutan.


Iklan

Nanda R

Community

18 Juni 2024 12:25

Jawaban terverifikasi

<p>Baik, berikut adalah langkah-langkah yang bisa diikuti untuk menyelesaikan tugas tersebut:</p><p>Langkah 1: Mencari Data tentang Deforestasi, Kebakaran Hutan, Banjir, dan Kekeringan di Indonesia selama 30 Tahun Terakhir</p><p><strong>Gunakan Google Scholar:</strong></p><ul><li>Buka Google Scholar.</li><li>Gunakan kata kunci pencarian seperti "deforestation in Indonesia", "forest fires in Indonesia", "floods and droughts in Indonesia", dan "biodiversity loss in Indonesia".</li><li>Pastikan untuk menyaring hasil pencarian berdasarkan tahun untuk mendapatkan data selama 30 tahun terakhir.</li></ul><p><strong>Kumpulkan Data:</strong></p><ul><li>Cari jurnal, artikel, laporan penelitian, dan buku yang relevan.</li><li>Fokus pada data kuantitatif dan kualitatif yang mencakup kejadian, penyebab, dan dampak terhadap keanekaragaman hayati.</li></ul><p>Langkah 2: Mengumpulkan dan Mengolah Data</p><p><strong>Kejadian:</strong></p><ul><li>Tanggal dan lokasi kejadian deforestasi, kebakaran hutan, banjir, dan kekeringan.</li><li>Frekuensi dan intensitas kejadian.</li></ul><p><strong>Penyebab:</strong></p><ul><li>Faktor alam (misalnya, perubahan iklim, fenomena cuaca ekstrem).</li><li>Faktor manusia (misalnya, penebangan liar, konversi lahan, pembakaran lahan).</li></ul><p><strong>Ancaman bagi Keanekaragaman Hayati:</strong></p><ul><li>Spesies yang terancam punah.</li><li>Hilangnya habitat alami.</li><li>Dampak terhadap ekosistem dan keanekaragaman flora dan fauna.</li></ul><p>Langkah 3: Menyajikan Data dalam Berbagai Bentuk Media</p><p><strong>Tabel dan Grafik:</strong></p><ul><li>Buat tabel yang merangkum kejadian, penyebab, dan dampaknya terhadap keanekaragaman hayati.</li><li>Gunakan grafik untuk menunjukkan tren kejadian dan dampaknya selama 30 tahun terakhir.</li></ul><p><strong>Peta:</strong></p><ul><li>Buat peta yang menunjukkan lokasi kejadian deforestasi, kebakaran hutan, banjir, dan kekeringan.</li><li>Tandai area dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi dan yang paling terancam.</li></ul><p><strong>Infografis:</strong></p><ul><li>Buat infografis yang menyajikan data secara visual menarik dan mudah dipahami.</li><li>Sertakan gambar, ikon, dan diagram untuk memudahkan penyampaian informasi.</li></ul><p>Langkah 4: Menyajikan Solusi untuk Mencegah Punahnya Flora dan Fauna di Indonesia</p><p><strong>Solusi Umum:</strong></p><ul><li><strong>Reforestasi dan Rehabilitasi:</strong> Program penanaman kembali pohon dan rehabilitasi hutan yang rusak.</li><li><strong>Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan:</strong> Implementasi praktik pengelolaan yang berkelanjutan dalam pertanian, perhutanan, dan perikanan.</li><li><strong>Pengendalian Kebakaran Hutan:</strong> Penggunaan teknologi pemantauan kebakaran dan peningkatan kapasitas pemadaman kebakaran.</li></ul><p><strong>Solusi Berbasis Kearifan Lokal:</strong></p><ul><li><strong>Adopsi Praktik Tradisional:</strong> Mengadopsi dan mengintegrasikan praktik-praktik pengelolaan hutan yang berkelanjutan yang telah dilakukan oleh masyarakat adat.</li><li><strong>Partisipasi Masyarakat:</strong> Meningkatkan partisipasi masyarakat lokal dalam konservasi keanekaragaman hayati melalui program pendidikan dan pemberdayaan.</li><li><strong>Pengembangan Ekowisata:</strong> Mengembangkan ekowisata berbasis masyarakat untuk meningkatkan pendapatan lokal sekaligus melestarikan keanekaragaman hayati.</li></ul><p>Penyusunan Laporan</p><p><strong>Pendahuluan:</strong></p><ul><li>Jelaskan tujuan dan pentingnya penelitian.</li><li>Uraikan topik yang dipilih dan ruang lingkup penelitian.</li></ul><p><strong>Metodologi:</strong></p><ul><li>Jelaskan metode pengumpulan data yang digunakan.</li><li>Sebutkan sumber-sumber data yang diandalkan.</li></ul><p><strong>Hasil dan Pembahasan:</strong></p><ul><li>Sajikan data dalam bentuk tabel, grafik, dan peta.</li><li>Diskusikan temuan utama terkait kejadian, penyebab, dan dampaknya.</li></ul><p><strong>Solusi:</strong></p><ul><li>Jelaskan solusi yang diusulkan dan bagaimana mereka dapat diimplementasikan.</li><li>Diskusikan manfaat dari solusi berbasis kearifan lokal.</li></ul><p><strong>Kesimpulan:</strong></p><ul><li>Ringkas temuan utama dan solusi yang diusulkan.</li><li>Sampaikan rekomendasi untuk tindakan lebih lanjut.</li></ul><p>Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat menyusun laporan yang komprehensif dan mendalam tentang penyebab terancamnya keanekaragaman hayati di Indonesia serta solusi untuk mengatasinya.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>

Baik, berikut adalah langkah-langkah yang bisa diikuti untuk menyelesaikan tugas tersebut:

Langkah 1: Mencari Data tentang Deforestasi, Kebakaran Hutan, Banjir, dan Kekeringan di Indonesia selama 30 Tahun Terakhir

Gunakan Google Scholar:

  • Buka Google Scholar.
  • Gunakan kata kunci pencarian seperti "deforestation in Indonesia", "forest fires in Indonesia", "floods and droughts in Indonesia", dan "biodiversity loss in Indonesia".
  • Pastikan untuk menyaring hasil pencarian berdasarkan tahun untuk mendapatkan data selama 30 tahun terakhir.

Kumpulkan Data:

  • Cari jurnal, artikel, laporan penelitian, dan buku yang relevan.
  • Fokus pada data kuantitatif dan kualitatif yang mencakup kejadian, penyebab, dan dampak terhadap keanekaragaman hayati.

Langkah 2: Mengumpulkan dan Mengolah Data

Kejadian:

  • Tanggal dan lokasi kejadian deforestasi, kebakaran hutan, banjir, dan kekeringan.
  • Frekuensi dan intensitas kejadian.

Penyebab:

  • Faktor alam (misalnya, perubahan iklim, fenomena cuaca ekstrem).
  • Faktor manusia (misalnya, penebangan liar, konversi lahan, pembakaran lahan).

Ancaman bagi Keanekaragaman Hayati:

  • Spesies yang terancam punah.
  • Hilangnya habitat alami.
  • Dampak terhadap ekosistem dan keanekaragaman flora dan fauna.

Langkah 3: Menyajikan Data dalam Berbagai Bentuk Media

Tabel dan Grafik:

  • Buat tabel yang merangkum kejadian, penyebab, dan dampaknya terhadap keanekaragaman hayati.
  • Gunakan grafik untuk menunjukkan tren kejadian dan dampaknya selama 30 tahun terakhir.

Peta:

  • Buat peta yang menunjukkan lokasi kejadian deforestasi, kebakaran hutan, banjir, dan kekeringan.
  • Tandai area dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi dan yang paling terancam.

Infografis:

  • Buat infografis yang menyajikan data secara visual menarik dan mudah dipahami.
  • Sertakan gambar, ikon, dan diagram untuk memudahkan penyampaian informasi.

Langkah 4: Menyajikan Solusi untuk Mencegah Punahnya Flora dan Fauna di Indonesia

Solusi Umum:

  • Reforestasi dan Rehabilitasi: Program penanaman kembali pohon dan rehabilitasi hutan yang rusak.
  • Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan: Implementasi praktik pengelolaan yang berkelanjutan dalam pertanian, perhutanan, dan perikanan.
  • Pengendalian Kebakaran Hutan: Penggunaan teknologi pemantauan kebakaran dan peningkatan kapasitas pemadaman kebakaran.

Solusi Berbasis Kearifan Lokal:

  • Adopsi Praktik Tradisional: Mengadopsi dan mengintegrasikan praktik-praktik pengelolaan hutan yang berkelanjutan yang telah dilakukan oleh masyarakat adat.
  • Partisipasi Masyarakat: Meningkatkan partisipasi masyarakat lokal dalam konservasi keanekaragaman hayati melalui program pendidikan dan pemberdayaan.
  • Pengembangan Ekowisata: Mengembangkan ekowisata berbasis masyarakat untuk meningkatkan pendapatan lokal sekaligus melestarikan keanekaragaman hayati.

Penyusunan Laporan

Pendahuluan:

  • Jelaskan tujuan dan pentingnya penelitian.
  • Uraikan topik yang dipilih dan ruang lingkup penelitian.

Metodologi:

  • Jelaskan metode pengumpulan data yang digunakan.
  • Sebutkan sumber-sumber data yang diandalkan.

Hasil dan Pembahasan:

  • Sajikan data dalam bentuk tabel, grafik, dan peta.
  • Diskusikan temuan utama terkait kejadian, penyebab, dan dampaknya.

Solusi:

  • Jelaskan solusi yang diusulkan dan bagaimana mereka dapat diimplementasikan.
  • Diskusikan manfaat dari solusi berbasis kearifan lokal.

Kesimpulan:

  • Ringkas temuan utama dan solusi yang diusulkan.
  • Sampaikan rekomendasi untuk tindakan lebih lanjut.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat menyusun laporan yang komprehensif dan mendalam tentang penyebab terancamnya keanekaragaman hayati di Indonesia serta solusi untuk mengatasinya.

 

 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Identifikasikan lima dampak positif konflik sosial!

11

0.0

Jawaban terverifikasi