Maya Y

08 Mei 2020 06:18

Iklan

Maya Y

08 Mei 2020 06:18

Pertanyaan

sebutkan sistematika penulisan karya tulis

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

13

:

48

:

52

Klaim

2

3

Jawaban terverifikasi

Iklan

A. Rahmawati

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

02 Februari 2022 04:08

Jawaban terverifikasi

Halo Maya Y. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru, kakak bantu jawab ya. Struktur karya tulis ilmiah terdiri dari judul; pendahuluan: latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan; landasan teori, metode penelitian; hasil dan pembahasan; simpulan dan saran; serta daftar pustaka. Untuk memahami alasan jawaban tersebut, berikut adalah pembahasannya. Karya tulis ilmiah adalah tulisan yang ditulis dengan prinsip-prinsip ilmiah, berdasarkan data dan fakta. Karya tulis ilmiah dibuat berdasarkan landasan-landasan teori dan metode penelitian. Selain itu, karya tulis ilmiah berisi fakta, data, dan solusi untuk memecahkan suatu masalah. Berikut adalah struktur karya tulis ilmiah. 1. Judul merupakan awal dari karya tulis ilmiah. Judul teks harus memperlihatkan fakta yang ingin diungkapkan, jelas, positif, singkat, khas, juga mencerminkan isi dari tulisan dengan menampilkan kata kunci pada judulnya. 2. Pendahuluan berisi latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penelitian. a. Latar belakang memaparkan alasan yang kenapa suatu penelitian harus dilakukan serta penekanan mengenai pentingnya penelitian tersebut. b. Rumusan masalah berisi pertanyaan yang akan dijawab melalui proses dan hasil penelitian berdasarkan teori yang berhubungan. c. Tujuan penulisan berisi tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian. d. Manfaat penulisan adalah kegunaan dilakukannnya penelitian yang dilakukan dalam karya tulis ilmiah. 3. Landasan teori berisi teori yang digunakan dalam melakukan penelitian. Teori yang digunakan haruslah berkaitan dengan penelitian yang sedang dilakukan, baik teori, kerangka pemikiran, hipotesis, dan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. 4. Metode penelitian berisi cara yang digunakan dalam melakukan penelitian, seperti alat dan bahan serta prosedur pelaksanaan penelitian secara mendetail, mulai dari persiapan, penentuan sumber data, pengolahan sampai pelaporan. 5. Hasil dan pembahasan berisi hasil penelitian dan pembahasan berdasarkan kajian teori yang telah diungkapkan sebelumnya. Pembahasan bisa berupa uraian deskripsi atau berupa tabel. Pembahasan mengacu pada kerangka teoritis yang dituangkan pada bagian sebelumnya. 6a. Simpulan berisi hasil penelitian secara singkat untuk menjawab rumusan masalah yang telah dipaparkan sebelumnya. 6b. Saran berisi pendapat dari penulis yang mengacu pada hasil pembahasan karya tulis ilmiah. 7. Daftar pustaka berisi rujukan atau referensi yang digunakan dalam melakukan penulisan karya tulis ilmiah. Dengan demikian, struktur karya tulis ilmiah terdiri dari judul; pendahuluan: latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan; landasan teori, metode penelitian; hasil dan pembahasan; simpulan dan saran; serta daftar pustaka. Semoga membantu ya :)


Iklan

Putri T

11 Mei 2020 23:41

sistematika penulisan karya ilmiah adalah bagian pembuka, pendahuluan, pembahasan, metodologi penelitian, hasil penelitian, penutup, dan bagian penunjang. 1. Bagian pembuka Yang dimaksud dengan bagian pembuka karya ilmiah adalah bagian yang kita lihat dan baca ketika membaca karya ilmiah. Bagian pembuka karya ilmiah umumnya terdiri atas beberapa bagian sebagai berikut. 1.Sampul 2.Halaman 3.judul 4.Halaman pengesahan 5.Kata pengantar 6.Daftar isiAbstrak 2. Pendahuluan Setelah membuka dan membaca bagian pembuka, kita akan disajikan dengan bagian pendahuluan yang menguraikan perlunya dilakukan penelitian terhadap suatu masalah, perumusan masalah yang mempertanyakan suatu fenomena, pembatasan masalah, serta tujuan dilakukannya penelitian. Bagian pendahuluan umumnya terdiri atas beberapa bagian sebagai berikut. 1.Latar belakang masalah 2.Perumusan masalah 3.Pembahasan/pembatasan masalah 4.Tujuan penelitian 3. Pembahasan Pembahasan karya ilmiah umumnya berisi uraian dan penjelasan mengenai teori yang menjadi landasan penelitian yang dilakukan, kerangka pemikiran yang disertai dengan berbagai argumentasi keilmuan serta hipotesis. Dengan demikian, pembahasan dalam karya ilmiah berisi hal-hal berikut 1.Pembahasan teori 2.Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan 3.Pengajuan hipotesis 4. Metodologi penelitian Metodologi penelitian mencakup uraian dan penjelasan mengenai metode yang digunakan dalam penelitian. 5. Hasil penelitian Hasil penelitian umumnya berisi uraian dan penjelasan tentang hasil dari proses penelitian yang telah dilakukan. Hasil penelitian dapat disajikan dalam berbagai bentuk seperti tabulasi data, analisis dan evaluasi terhadap data yang disajikan, pembahasan hasil analisis dengan menerapkan metode perbandingan, persamaan, grafik, gambar dan tabel. 6. Penutup Bagian penutup suatu karya tulis berisi simpulan dan saran. Yang dimaksud dengan simpulan adalah proposisi atau kalimat yang disampaikan, yang disarikan dari beberapa premis atau ide pemikiran dengan mengacu pada aturan-aturan yang berlaku. Sementara itu, saran merupakan sebuah solusi yang dimaksudkan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Saran yang dikemukakan hendaknya bersifat membangun, mendidik, obyektif, dan sesuai dengan topik yang dibahas. 7. Bagian penunjang Suatu karya ilmiah selalu menyertakan bagan penunjang yang terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut 1.Daftar pustaka 2.Lampiran-lampiran 3.Daftar tabel Unsur-unsur tersebut hendaknya ditulis dan disusun berdasarkan aturan bakudengan mengacu pada standar internasional atau disesuaikan dengan gaya selingkung dari majalah ilmiah atau jurnal terakit. Contoh Berikut adalah contoh karya ilmiah yang dikutip dari buku Bahasa Indonesia 3 : Untuk SMK/MAK Semua Program Keahlian Kelas XII/Mokhamad Irman dkk, Jakarta, Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008 Laporan Penelitian Magang sebagai Jembatan Mobilitas Sosial dari Petani menjadi Perajin I. Pendahuluan Perajin sering dipandang memiliki status sosial yang lebih tinggi daripada petani. Hal ini disebabkan adanya anggapan bahwa seorang perajin biasanya bekerja di dalam rumah, terlindung dari terik sinar matahari sehingga suasananya tampak nyaman. Sebaliknya, petani harus bekerja di sawah, di bawah sengatan sinar matahari dan kadang harus bergumul dengan kotoran-kotoran yang berbau tidak sedap. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika sebagian masyarakat pedesaan masih menganggap bahwa pekerjaan perajin lebih berprestise daripada petani meskipun hanya menjadi perajin industri kecil dengan skala usaha yang masih terbatas. Lapangan pekerjaan di sektor industri kecil yang makin terbuka menyebabkan terjadinya mobilitas sosial dari petani menjadi perajin. Meskipun sebenarnya mereka belum memiliki keahlian yang memadai terlebih lagi tingkat pendidikan mereka sebagian besar (73%) masih berpendidikan SD ke bawah. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa produktivitas kerja dan hasil yang mereka peroleh masih rendah. Berkaitan dengan hal di atas, perlu diadakan penelitian yang saksama mengenai mobilitas sosial dan petani menjadi perajin. Dalam laporan ini, objek penelitiannya adalah masyarakat pedesaan di sekitar Surakarta, Jawa Tengah. II. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan sebagai berikut. 1.Menelaah penyebab terjadinya mobilitas sosial dari petani perajin 2.Memberikan penyadaran pada masyarakat tampak industrialisasi III. Metodologi Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan survey secara kualitatif dengan cara melakukan wawancara dengan narasumber. Digunakannya metodologi kualitatif agar hasil yang dicapai benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Adapun langkah-langkah kerjanya sebagai berikut. 1.Menentukan objek penelitian 2.Melakukan wawancara dengan narasumber 3.Mengklasifikasi masalah 4.Merumuskan masalah 5.Memberikan solusi/simpulan IV. Hasil Penelitian Berdasarkan survey yang telah dilakukan, ada beberapa faktor yang menyebabkan mobilitas sosial dari petani menjadi perajin melalui proses magang sebagai berikut. 1.Pengaruh media massa Media massa baik berupa media elektronik maupun cetak telah membawa pengaruh yang besar terhadap pola pikir masyarakat pedesaan. Selama ini, media massa selalu mengangkat kesuksesan-kesuksesan seorang perajin. Dengan demikian, lambat laun opini publik tersebut akhirnya mendorong keinginan petani untuk menjadi perajin. 2.Dukungan sosial keluarga dan masyarakat Keluarga, kerabat dekat, dan komunitas yang melatari kehidupan petani sering memberikan saran dan harapan yang besar untuk menjadi perajin. Mereka selalu memandang orang-orang yang telah sukses berkat usaha menjadi seorang perajin industri kecil meskipun mereka masih berstatus magang atau buruh kontrak. 3.Sistem perekonomian Indonesia yang lebih mengutamakan sektor industri daripada pertanian. Perekonomian negara kita yang terbawa arus globalisasi dan kepentingan neoliberalisme (para pemilik modal) telah mendorong lajunya industrialisasi. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa investasi yang mereka tanamkan lebih mengarah pada sektor industri. 4.Tingkat pendidikan yang rendah Rendahnya tingkat pendidikan mereka dan keahlian yang belum memadai membuat mereka tidak memiliki sistem kontrol diri yang kuat. Konsep diri yang lemah ini menyebabkan mereka mudah terbawa arus zaman. V. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan para petani melakukan mobilitas sosial menjadi perajin. Jika tidak ada suatu program penyadaran baik ari pemerintah maupun masyarakat setempat, dapat dipastikan hasil produksi pertanian akan makin berkurang sehingga negara pun akan mengimpor beras dari luar negeri. Akhirnya, diharapkan penelitian ini mampu memberikan penyadaran pada masyarakat dan dapat menjadi masukan untuk pihak-pihak yang berwenang memberikan kebijakan. Pihak-pihak tersebut misalnya para dewan legislatif dan eksekutif supaya memberikan arahan dan rencana pembangunan yang lebih berpihak pada sektor pertanian, terutama masyarakat miskin pedesaan.


Ni K

31 Oktober 2022 05:10

Sseamttiki/formta ppenulsanipnltieeina geografi/karya tulis ilmiah


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apa arti dari karya ilmiah

1

0.0

Jawaban terverifikasi