ᴰʷⁱ♪ ᴰ

07 April 2022 23:42

Iklan

ᴰʷⁱ♪ ᴰ

07 April 2022 23:42

Pertanyaan

Sebutkan Perlawanan terhadap pemerintahan hindia belanda ,berserta nama tokoh,cerita singkat perlawana,dan akhir perlawanan nya! -Bantu ya :)

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

05

:

41

:

33

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Shoimah

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

19 April 2022 04:56

Jawaban terverifikasi

Halo ᴰʷⁱ♪ ᴰ, kaka bantu jawab ya. Perlawanan Diponegoro merupakan salah satu perlawanan terhadap Belanda yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro. Perang ini berakhir gagal dengan ditangkapnya Pangeran Diponegoro pada 1830. Yuk simak pembahasannya! Pangeran Diponegoro merasa tidak puas dengan melihat penderitaan rakyat dan kekejaman serta kelicikan Belanda. Kemarahannya semakin memuncak ketika Smissaert (Residen untuk wilayah Yogyakarta) dan Patih Danurejo memerintahkan anak buahnya untuk memasang anjir (pancang/ patok) dalam rangka membuat jalan baru. Pemasangan anjir ini secara sengaja melewati pekarangan dan makam leluhur Pangeran Diponegoro di Tegalrejo tanpa izin. Pangeran Diponegoro memerintahkan rakyat untuk mencabuti anjir tersebut. Kemudian Patih Danurejo memerintahkan memasang kembali anjir-anjir itu dengan dijaga pasukan Macanan (pasukan pengawal kepatihan). Dengan keberaniannya pengikut Pangeran Diponegoro mencabuti anjir/patok-patok itu dan digantikannya dengan tombak-tombak mereka. Berawal dari insiden anjir inilah meletus Perang Diponegoro. Pertempuran meletus pada tanggal 20 Juli 1825 di Tegalrejo. Setelah pertempuran di Tegalrejo, Pangeran Diponegoro dan pasukannya menyingkir ke Dekso. Di daerah Plered, pasukan Diponegoro dipimpin oleh Kertapengalasan yang memiliki kemampuan yang cukup kuat. Kabar mengenai pecahnya perang melawan Belanda segera meluas ke berbagai daerah. Dengan dikumandangkannya "Perang Sabil" di Surakarta oleh Kyai Mojo, di Kedu oleh Kyai Hasan Besari, dan di daerah-daerah lain, maka pada pertempuran-pertempuran tahun 1825- 1826 pasukan Belanda banyak terpukul dan terdesak. Melihat kenyatan ini Belanda menggunakan usaha dan tipu daya untuk mematahkan perlawanan, antara lain: 1. Siasat benteng stelsel, yang dilakukan oleh Jenderal De Kock mulai tahun 1827, 2. Siasat bujukan, agar perlawanan menjadi reda, 3. Siasat pemberian hadiah sebesar 20.000,- ringgit kepada siapa saja yang dapat menangkap Pangeran Diponegoro, 4. Siasat tipu muslihat, yaitu ajakan berunding dengan Pangeran Diponegoro dan akhirnya ditangkap. Dengan berbagai tipu daya, akhirnya satu persatu pemimpin perlawanan tertangkap dan menyerah, antara lain, Pangeran Suryamataram dan Ario Prangwadono (tertangkap 19 Januari 1827), Pangeran Serang dan Notoprodjo (menyerah 21 Juni 1827), Pangeran Mangkubumi (menyerah 27 September 1829), dan Alibasah Sentot Prawirodirdjo (menyerah tanggal 24 Oktober 1829). Kesemuanya itu merupakan pukulan yang berat bagi Pangeran Diponegoro. Melihat situasi yang demikian, pihak Belanda ingin menyelesaikan perang secara cepat. Jenderal De Kock, melakukan tipu muslihat dengan ajakan berunding, dan bila perundingan gagal, Diponegoro diperbolehkan kembali ke pertahanan. Atas dasar janji tersebut, Diponegoro bersedia berunding di rumah Residen Kedu, Magelang pada tanggal 28 Maret 1830, namun akhirnya Pangeran Diponegoro ditangkap. Dengan demikian, salah satu perang melawan Belanda adalah Perang Diponegoro yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro. Perang dimulai tahun 1825 dan berakhir pada 1830 dengan kekalahan dipihak Pangeran Diponegoro. Semoga membantu ya :)


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

16

5.0

Jawaban terverifikasi