Icha P

09 Maret 2022 01:52

Iklan

Icha P

09 Maret 2022 01:52

Pertanyaan

sebutkan penyimpangan politik luar negeri bebas aktif pasa masa orde lama.....

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

23

:

25

:

14

Klaim

3

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

O. Abdurrohman

Mahasiswa/Alumni UIN Sunan Gunung Djati

28 Maret 2022 11:43

Jawaban terverifikasi

Hai Icha P, kakak bantu jawab ya. Beberapa penyimpangan politik luar negeri bebas aktif pada masa Orde Lama diantaranya adalah membentuk poros Jakarta - Phnom Penh - Hanoi - Peking - Pyongyang, berkonfrontasi dengan Malaysia dan keluar dari PBB. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut. Masa Orde Lama merupakan masa pemerintahan awal Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Soekarno yang berlangsung hingga kejatuhan Presiden Soekarno pada tahun 1966. Pada masa akhir pemerintahannya, banyak kebijakan-kebijakan Soekarno yang dianggap menyimpang dari ideologi Pancasila. Salah satunya adalah penyimpangan dalam pelaksanaan kebijakan politik luar negeri. Beberapa penyimpangan yang dilakukan dalam pelaksanaan politik luar negeri pada masa Orde Lama diantaranya adalah. 1. Membentuk poros Jakarta - Phnom Penh - Hanoi - Peking - Pyongyang Pada akhir masa pemerintahan, Presiden Soekarno menjalankan kebijakan politik poros dengan membentuk kerja sama bersama negara-negara Blok Timur yang menghubungkan antara Jakarta - Phnom Penh - Hanoi - Peking - Pyongyang. Kebijakan tersebut merupakan kebijakan yang menyimpang, karena seharusnya Indonesia menerapkan kebijakan politik luar negeri yang bebas aktif dan tidak memihak blok mana pun. 2. Berkonfrontasi dengan Malaysia Pada tahun 1963, Presiden Soekarno memutuskan untuk mengambil sikap bermusuhan atau berkonfrontasi dengan Malaysia. Hal itu merupakan penyimpangan, karena seharusnya sesuai dengan pembukaan UUD 1945, Indonesia senantiasa ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia. 3. Keluar dari PBB. Akibat konfrontasi dengan Malaysia, pemerintah Indonesia kemudian memutuskan untuk keluar dari PBB pada tahun 1965. Latar belakangnya adalah karena PBB menerima keanggotaan tidak tetapnya Malaysia pada Dewan Keamanan PBB. Soekarno menganggap bahwa sikap PBB tersebut mencerminkan keberpihakan PBB terhadap Malaysia di saat Indonesia tengah berkonfrontasi dengan Malaysia. Kebijakan tersebut merupakan kebijakan politik luar negeri yang menyimpang. Karena seharusnya Indonesia aktif dalam perpolitikan internasional dengan senantiasa menjalin kerjasama antara negara dalam keanggotaan PBB untuk kepentingan nasional. Dengan keluarnya Indonesia dari PBB, membuat Indonesia semakin terkucilkan dari dunia internasional. Semoga membantu yaa...


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

15

5.0

Jawaban terverifikasi