Nofia R

14 Februari 2024 12:48

Iklan

Iklan

Nofia R

14 Februari 2024 12:48

Pertanyaan

Sebutkan pengelompokan kebijakan non tarif

Sebutkan pengelompokan kebijakan non tarif


4

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Erwin A

Community

17 Februari 2024 07:05

Jawaban terverifikasi

<p>Kebijakan non tarif (KNT) adalah kebijakan yang digunakan pemerintah untuk mengatur perdagangan internasional selain dengan menggunakan tarif bea masuk. KNT dapat dikategorikan ke dalam beberapa kelompok, antara lain:</p><p><strong>1. Berdasarkan Tujuan:</strong></p><ul><li><strong>KNT untuk melindungi:</strong><ul><li><strong>Industri dalam negeri:</strong> melindungi industri dalam negeri dari persaingan impor yang tidak sehat.</li><li><strong>Kesehatan dan keamanan masyarakat:</strong> melindungi masyarakat dari produk yang berbahaya.</li><li><strong>Lingkungan hidup:</strong> melindungi lingkungan hidup dari kerusakan akibat perdagangan internasional.</li></ul></li><li><strong>KNT untuk mempromosikan:</strong><ul><li><strong>Ekspor:</strong> mendorong ekspor produk dalam negeri.</li><li><strong>Persaingan yang sehat:</strong> menciptakan pasar yang kompetitif.</li><li><strong>Pembangunan ekonomi:</strong> mendorong pembangunan ekonomi nasional.</li></ul></li></ul><p><strong>2. Berdasarkan Mekanisme:</strong></p><ul><li><strong>KNT kuantitatif:</strong> membatasi jumlah produk yang diperdagangkan.<ul><li><strong>Kuota:</strong> membatasi jumlah produk yang boleh diimpor atau diekspor.</li><li><strong>Lisensi:</strong> mewajibkan izin khusus untuk impor atau ekspor produk tertentu.</li></ul></li><li><strong>KNT kualitatif:</strong> mengatur kualitas produk yang diperdagangkan.<ul><li><strong>Standar teknis:</strong> menetapkan standar minimum untuk produk yang boleh diimpor atau diekspor.</li><li><strong>Persyaratan kesehatan dan keamanan:</strong> menetapkan persyaratan kesehatan dan keamanan minimum untuk produk yang boleh diimpor atau diekspor.</li></ul></li></ul><p><strong>3. Berdasarkan Dampak:</strong></p><ul><li><strong>KNT langsung:</strong> memiliki dampak langsung pada perdagangan internasional.<ul><li><strong>Tarif bea masuk:</strong> pajak yang dikenakan pada produk impor.</li><li><strong>Kuota:</strong> membatasi jumlah produk yang boleh diimpor atau diekspor.</li></ul></li><li><strong>KNT tidak langsung:</strong> memiliki dampak tidak langsung pada perdagangan internasional.<ul><li><strong>Subsidi:</strong> bantuan keuangan yang diberikan kepada produsen dalam negeri.</li><li><strong>Peraturan perpajakan:</strong> mengatur pajak yang dikenakan pada produk dalam negeri dan impor.</li></ul></li></ul><p><strong>Contoh Kebijakan Non Tarif:</strong></p><ul><li><strong>Kuota impor:</strong> Pemerintah Indonesia menetapkan kuota impor untuk produk tekstil untuk melindungi industri tekstil dalam negeri.</li><li><strong>Standar teknis:</strong> Pemerintah Indonesia menetapkan standar teknis untuk produk makanan dan minuman untuk melindungi kesehatan dan keamanan masyarakat.</li><li><strong>Subsidi ekspor:</strong> Pemerintah Indonesia memberikan subsidi ekspor untuk produk elektronik untuk mendorong ekspor produk tersebut.</li></ul><p><strong>Pengelompokan KNT dapat membantu dalam memahami dan menganalisis kebijakan perdagangan internasional.</strong></p>

Kebijakan non tarif (KNT) adalah kebijakan yang digunakan pemerintah untuk mengatur perdagangan internasional selain dengan menggunakan tarif bea masuk. KNT dapat dikategorikan ke dalam beberapa kelompok, antara lain:

1. Berdasarkan Tujuan:

  • KNT untuk melindungi:
    • Industri dalam negeri: melindungi industri dalam negeri dari persaingan impor yang tidak sehat.
    • Kesehatan dan keamanan masyarakat: melindungi masyarakat dari produk yang berbahaya.
    • Lingkungan hidup: melindungi lingkungan hidup dari kerusakan akibat perdagangan internasional.
  • KNT untuk mempromosikan:
    • Ekspor: mendorong ekspor produk dalam negeri.
    • Persaingan yang sehat: menciptakan pasar yang kompetitif.
    • Pembangunan ekonomi: mendorong pembangunan ekonomi nasional.

2. Berdasarkan Mekanisme:

  • KNT kuantitatif: membatasi jumlah produk yang diperdagangkan.
    • Kuota: membatasi jumlah produk yang boleh diimpor atau diekspor.
    • Lisensi: mewajibkan izin khusus untuk impor atau ekspor produk tertentu.
  • KNT kualitatif: mengatur kualitas produk yang diperdagangkan.
    • Standar teknis: menetapkan standar minimum untuk produk yang boleh diimpor atau diekspor.
    • Persyaratan kesehatan dan keamanan: menetapkan persyaratan kesehatan dan keamanan minimum untuk produk yang boleh diimpor atau diekspor.

3. Berdasarkan Dampak:

  • KNT langsung: memiliki dampak langsung pada perdagangan internasional.
    • Tarif bea masuk: pajak yang dikenakan pada produk impor.
    • Kuota: membatasi jumlah produk yang boleh diimpor atau diekspor.
  • KNT tidak langsung: memiliki dampak tidak langsung pada perdagangan internasional.
    • Subsidi: bantuan keuangan yang diberikan kepada produsen dalam negeri.
    • Peraturan perpajakan: mengatur pajak yang dikenakan pada produk dalam negeri dan impor.

Contoh Kebijakan Non Tarif:

  • Kuota impor: Pemerintah Indonesia menetapkan kuota impor untuk produk tekstil untuk melindungi industri tekstil dalam negeri.
  • Standar teknis: Pemerintah Indonesia menetapkan standar teknis untuk produk makanan dan minuman untuk melindungi kesehatan dan keamanan masyarakat.
  • Subsidi ekspor: Pemerintah Indonesia memberikan subsidi ekspor untuk produk elektronik untuk mendorong ekspor produk tersebut.

Pengelompokan KNT dapat membantu dalam memahami dan menganalisis kebijakan perdagangan internasional.


Iklan

Iklan

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

mengapa beb4n penyusutan tidak dilaporkan dalam arus kas pada bagian aktivitas operasi dalam metode langsung

5

0.0

Jawaban terverifikasi