Kallita K

24 November 2024 11:20

Iklan

Kallita K

24 November 2024 11:20

Pertanyaan

sebutkan dan jelaskan gangguan sistem pencernaan

sebutkan dan jelaskan gangguan sistem pencernaan

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

02

:

20

:

59

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Tyrannosaurus T

24 November 2024 13:26

Jawaban terverifikasi

<p>Sistem pencernaan dapat mengalami berbagai gangguan yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk mencerna makanan dan menyerap nutrisi. Berikut adalah beberapa gangguan umum pada sistem pencernaan beserta penjelasannya:</p><p><strong>1. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)</strong></p><ul><li><strong>Penjelasan</strong>: GERD adalah kondisi di mana asam lambung naik ke kerongkongan (esofagus), menyebabkan rasa terbakar di dada yang dikenal dengan sebutan heartburn. Hal ini terjadi karena katup antara perut dan kerongkongan tidak berfungsi dengan baik.</li><li><strong>Gejala</strong>: Heartburn, regurgitasi asam, kesulitan menelan, batuk kronis, suara serak.</li></ul><p><strong>2. Dispepsia (Indigestion)</strong></p><ul><li><strong>Penjelasan</strong>: Dispepsia adalah ketidaknyamanan atau rasa sakit di bagian atas perut yang dapat disebabkan oleh makanan, stres, atau gangguan pencernaan lainnya.</li><li><strong>Gejala</strong>: Rasa penuh, kembung, mual, nyeri perut bagian atas.</li></ul><p><strong>3. Sindrom Iritasi Usus (Irritable Bowel Syndrome/IBS)</strong></p><ul><li><strong>Penjelasan</strong>: IBS adalah gangguan pencernaan yang mempengaruhi usus besar, menyebabkan ketidaknyamanan pada perut dan perubahan pola buang air besar.</li><li><strong>Gejala</strong>: Nyeri perut, diare atau konstipasi, perut kembung, perasaan tidak tuntas setelah buang air besar.</li></ul><p>4. <strong>Celiac Disease</strong></p><ul><li><strong>Penjelasan</strong>: Celiac disease adalah kelainan autoimun di mana tubuh bereaksi terhadap gluten (protein yang ditemukan dalam gandum, barley, dan rai) dengan merusak lapisan usus kecil, sehingga mengganggu penyerapan nutrisi.</li><li><strong>Gejala</strong>: Diare kronis, penurunan berat badan, kelelahan, kembung, anemia.</li></ul><p><strong>5. Gastritis</strong></p><ul><li><strong>Penjelasan</strong>: Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung yang dapat disebabkan oleh infeksi, konsumsi alkohol berlebihan, stres, atau penggunaan obat-obatan tertentu seperti NSAID.</li><li><strong>Gejala</strong>: Nyeri perut, mual, muntah, kembung, kehilangan nafsu makan.</li></ul><p><strong>6. Penyakit Radang Usus (Inflammatory Bowel Disease/IBD)</strong></p><ul><li><strong>Penjelasan</strong>: IBD mencakup dua kondisi utama yaitu <strong>Kolitis Ulserativa</strong> (radang pada usus besar) dan <strong>Penyakit Crohn</strong> (radang yang dapat memengaruhi bagian mana pun dari saluran pencernaan). Penyakit ini menyebabkan peradangan kronis pada saluran pencernaan.</li><li><strong>Gejala</strong>: Diare berdarah, penurunan berat badan, kelelahan, nyeri perut, demam.</li></ul><p><strong>7. &nbsp;Kanker Pencernaan</strong></p><ul><li><strong>Penjelasan</strong>: Kanker pada sistem pencernaan dapat terjadi di berbagai bagian, seperti <strong>kanker lambung</strong>, <strong>kanker usus besar</strong>, atau <strong>kanker pankreas</strong>. Kanker ini memengaruhi kemampuan tubuh untuk mencerna makanan dan menyerap nutrisi.</li><li><strong>Gejala</strong>: Penurunan berat badan, perubahan pola buang air besar, rasa kenyang yang cepat, darah dalam tinja, mual, dan muntah.</li></ul><p><strong>8. Penyakit Hati (Hepatitis, Sirosis)</strong></p><ul><li><strong>Penjelasan</strong>: Penyakit hati dapat mengganggu proses pencernaan dengan memengaruhi fungsi hati yang bertanggung jawab untuk memproses makanan, mengeluarkan racun, dan menghasilkan empedu untuk pencernaan lemak.</li><li><strong>Gejala</strong>: Kelelahan, mual, kehilangan nafsu makan, kuning pada kulit dan mata, urin gelap.</li></ul><p><strong>9. Pankreatitis</strong></p><ul><li><strong>Penjelasan</strong>: Pankreatitis adalah peradangan pada pankreas yang dapat terjadi secara akut atau kronis. Pankreas berfungsi untuk menghasilkan enzim pencernaan dan insulin.</li><li><strong>Gejala</strong>: Nyeri perut bagian atas yang parah, mual, muntah, demam, penurunan berat badan.</li></ul><p><strong>10. Obstruksi Usus</strong></p><ul><li><strong>Penjelasan</strong>: Obstruksi usus adalah kondisi di mana bagian dari usus terhalang atau terblokir, menghalangi makanan dan gas untuk melewati saluran pencernaan.</li><li><strong>Gejala</strong>: Nyeri perut, muntah, kembung, konstipasi parah, kehilangan nafsu makan.</li></ul><p><strong>11. Lactose Intolerance (Intoleransi Laktosa)</strong></p><ul><li><strong>Penjelasan</strong>: Intoleransi laktosa adalah ketidakmampuan tubuh untuk mencerna laktosa, gula yang ditemukan dalam susu dan produk susu, akibat kekurangan enzim laktase.</li><li><strong>Gejala</strong>: Kembung, diare, perut kembung, gas setelah mengonsumsi produk susu.</li></ul><p><strong>12. Gallstones (Batu Empedu)</strong></p><ul><li><strong>Penjelasan</strong>: Batu empedu terbentuk di kantong empedu dan dapat menghalangi aliran empedu, yang penting dalam pencernaan lemak.</li><li><strong>Gejala</strong>: Nyeri perut bagian atas, mual, muntah, demam, kulit atau mata kuning.</li></ul><p><strong>Penanganan Gangguan Pencernaan</strong></p><p>Penanganan gangguan pencernaan bergantung pada penyebab dan keparahan kondisi. Pengobatan bisa berupa perubahan gaya hidup, diet, obat-obatan, atau dalam beberapa kasus, prosedur medis atau operasi.</p><p>Penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami gejala yang mengganggu sistem pencernaan untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.</p>

Sistem pencernaan dapat mengalami berbagai gangguan yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk mencerna makanan dan menyerap nutrisi. Berikut adalah beberapa gangguan umum pada sistem pencernaan beserta penjelasannya:

1. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

  • Penjelasan: GERD adalah kondisi di mana asam lambung naik ke kerongkongan (esofagus), menyebabkan rasa terbakar di dada yang dikenal dengan sebutan heartburn. Hal ini terjadi karena katup antara perut dan kerongkongan tidak berfungsi dengan baik.
  • Gejala: Heartburn, regurgitasi asam, kesulitan menelan, batuk kronis, suara serak.

2. Dispepsia (Indigestion)

  • Penjelasan: Dispepsia adalah ketidaknyamanan atau rasa sakit di bagian atas perut yang dapat disebabkan oleh makanan, stres, atau gangguan pencernaan lainnya.
  • Gejala: Rasa penuh, kembung, mual, nyeri perut bagian atas.

3. Sindrom Iritasi Usus (Irritable Bowel Syndrome/IBS)

  • Penjelasan: IBS adalah gangguan pencernaan yang mempengaruhi usus besar, menyebabkan ketidaknyamanan pada perut dan perubahan pola buang air besar.
  • Gejala: Nyeri perut, diare atau konstipasi, perut kembung, perasaan tidak tuntas setelah buang air besar.

4. Celiac Disease

  • Penjelasan: Celiac disease adalah kelainan autoimun di mana tubuh bereaksi terhadap gluten (protein yang ditemukan dalam gandum, barley, dan rai) dengan merusak lapisan usus kecil, sehingga mengganggu penyerapan nutrisi.
  • Gejala: Diare kronis, penurunan berat badan, kelelahan, kembung, anemia.

5. Gastritis

  • Penjelasan: Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung yang dapat disebabkan oleh infeksi, konsumsi alkohol berlebihan, stres, atau penggunaan obat-obatan tertentu seperti NSAID.
  • Gejala: Nyeri perut, mual, muntah, kembung, kehilangan nafsu makan.

6. Penyakit Radang Usus (Inflammatory Bowel Disease/IBD)

  • Penjelasan: IBD mencakup dua kondisi utama yaitu Kolitis Ulserativa (radang pada usus besar) dan Penyakit Crohn (radang yang dapat memengaruhi bagian mana pun dari saluran pencernaan). Penyakit ini menyebabkan peradangan kronis pada saluran pencernaan.
  • Gejala: Diare berdarah, penurunan berat badan, kelelahan, nyeri perut, demam.

7.  Kanker Pencernaan

  • Penjelasan: Kanker pada sistem pencernaan dapat terjadi di berbagai bagian, seperti kanker lambung, kanker usus besar, atau kanker pankreas. Kanker ini memengaruhi kemampuan tubuh untuk mencerna makanan dan menyerap nutrisi.
  • Gejala: Penurunan berat badan, perubahan pola buang air besar, rasa kenyang yang cepat, darah dalam tinja, mual, dan muntah.

8. Penyakit Hati (Hepatitis, Sirosis)

  • Penjelasan: Penyakit hati dapat mengganggu proses pencernaan dengan memengaruhi fungsi hati yang bertanggung jawab untuk memproses makanan, mengeluarkan racun, dan menghasilkan empedu untuk pencernaan lemak.
  • Gejala: Kelelahan, mual, kehilangan nafsu makan, kuning pada kulit dan mata, urin gelap.

9. Pankreatitis

  • Penjelasan: Pankreatitis adalah peradangan pada pankreas yang dapat terjadi secara akut atau kronis. Pankreas berfungsi untuk menghasilkan enzim pencernaan dan insulin.
  • Gejala: Nyeri perut bagian atas yang parah, mual, muntah, demam, penurunan berat badan.

10. Obstruksi Usus

  • Penjelasan: Obstruksi usus adalah kondisi di mana bagian dari usus terhalang atau terblokir, menghalangi makanan dan gas untuk melewati saluran pencernaan.
  • Gejala: Nyeri perut, muntah, kembung, konstipasi parah, kehilangan nafsu makan.

11. Lactose Intolerance (Intoleransi Laktosa)

  • Penjelasan: Intoleransi laktosa adalah ketidakmampuan tubuh untuk mencerna laktosa, gula yang ditemukan dalam susu dan produk susu, akibat kekurangan enzim laktase.
  • Gejala: Kembung, diare, perut kembung, gas setelah mengonsumsi produk susu.

12. Gallstones (Batu Empedu)

  • Penjelasan: Batu empedu terbentuk di kantong empedu dan dapat menghalangi aliran empedu, yang penting dalam pencernaan lemak.
  • Gejala: Nyeri perut bagian atas, mual, muntah, demam, kulit atau mata kuning.

Penanganan Gangguan Pencernaan

Penanganan gangguan pencernaan bergantung pada penyebab dan keparahan kondisi. Pengobatan bisa berupa perubahan gaya hidup, diet, obat-obatan, atau dalam beberapa kasus, prosedur medis atau operasi.

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami gejala yang mengganggu sistem pencernaan untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.


Iklan

Annisa C

28 Desember 2024 14:45

Jawaban terverifikasi

<p>1. Diare adalah kondisi di mana tinja (kotoran) keluar dari tubuh secara tidak normal, biasanya dalam bentuk cair atau setengah cair, dan frekuensi buang air besar lebih sering dari biasanya. Diare disebabkan oleh gangguan pencernaan seperti infeksi Eschericia col atau Salmonella typhi, alergi, atau konsumsi makanan basi.&nbsp;</p><p>2. Konstipasi atau sembelit adalah kondisi di mana tinja (kotoran) sulit dikeluarkan dari tubuh, disebabkan oleh gangguan pencernaan atau pola buang air besar yang tidak teratur. Bisa juga disebabkan oleh kurang makan makanan berserat, kurang minum air, dan penggunaan obat-obatan tertentu.&nbsp;</p>

1. Diare adalah kondisi di mana tinja (kotoran) keluar dari tubuh secara tidak normal, biasanya dalam bentuk cair atau setengah cair, dan frekuensi buang air besar lebih sering dari biasanya. Diare disebabkan oleh gangguan pencernaan seperti infeksi Eschericia col atau Salmonella typhi, alergi, atau konsumsi makanan basi. 

2. Konstipasi atau sembelit adalah kondisi di mana tinja (kotoran) sulit dikeluarkan dari tubuh, disebabkan oleh gangguan pencernaan atau pola buang air besar yang tidak teratur. Bisa juga disebabkan oleh kurang makan makanan berserat, kurang minum air, dan penggunaan obat-obatan tertentu. 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. Jelaskan akibat keberagaman masyarakat Indonesia! 2. Jelaskan dan berilah masing-masing dua contoh akibat positif dari konflik yang terjadi dalam masyarakat! 3. Jelaskan macam-macam konflik yang terjadi akibat keberagaman masyarakat dan berilah contohnya! 4. Mengapa dalam masyarakat yang memiliki keberagaman diperlukan harmoni? 5. Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman baik dilihat dari agama, suku, ras, bahasa, dan budaya. Berdasarkan pernyataan tersebut, apa yang dapat kalian lakukan untuk menjaga keberagaman supaya terhindar dari konflik?

24

5.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

9

0.0

Jawaban terverifikasi