Farhany F

31 Oktober 2022 03:20

Iklan

Farhany F

31 Oktober 2022 03:20

Pertanyaan

Sebutkan 7 dimensi identitas menurut Erikson!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

11

:

20

:

20

Klaim

4

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Muhammad K

31 Oktober 2022 14:05

Jawaban terverifikasi

Identitas diri merupakan sebuah kondisi psikologis secara keseluruhan yang membuat individu menerima dirinya, memiliki orientasi dan tujuan dalam mengarahkan hidup serta keyakinan internal dalam mempertimbangkan beberapa hal. 7 dimensi identitas menurut Erikson yaitu, Genetik, Adaptif, Struktural, Dinamis, Subjektif, Timbal balik, dan Status eksistensial.


Iklan

Nanda R

Community

18 Juni 2024 21:30

Jawaban terverifikasi

<p>Erik Erikson, seorang psikolog pengembangan, mengemukakan bahwa identitas individu terbentuk melalui serangkaian tahapan psikososial yang terdiri dari delapan tahap. Berikut adalah 7 dimensi identitas menurut teori Erikson:</p><p><strong>Trust vs. Mistrust (Kepercayaan vs. Ketidakpercayaan)</strong>: Tahap ini terjadi pada bayi, di mana individu mulai mengembangkan rasa kepercayaan atau ketidakpercayaan terhadap dunia berdasarkan pengalaman awal dengan caregiver (perawat).</p><p><strong>Autonomy vs. Shame and Doubt (Otonomi vs. Malu dan Keraguan)</strong>: Pada tahap ini, anak usia toddler (balita awal) mencoba untuk mengendalikan diri sendiri dan membangun otonomi. Jika gagal, mereka mungkin mengalami rasa malu dan keraguan.</p><p><strong>Initiative vs. Guilt (Inisiatif vs. Rasa Bersalah)</strong>: Tahap ini terjadi pada anak usia pra-sekolah, di mana mereka mulai mengembangkan inisiatif untuk memimpin aktivitas, atau bisa merasa bersalah jika inisiatif mereka dihambat.</p><p><strong>Industry vs. Inferiority (Industri vs. Rasa Inferior)</strong>: Pada tahap ini, anak sekolah dasar belajar mengembangkan keterampilan akademis dan sosial. Jika mereka merasa tidak berhasil, mereka mungkin mengalami rasa rendah diri.</p><p><strong>Identity vs. Role Confusion (Identitas vs. Kebingungan Peran)</strong>: Tahap ini terjadi pada remaja, di mana mereka mencari dan mengembangkan identitas pribadi mereka sendiri, termasuk peran dalam masyarakat. Jika gagal, mereka dapat mengalami kebingungan peran.</p><p><strong>Intimacy vs. Isolation (Intim vs. Isolasi)</strong>: Pada dewasa awal, individu berusaha untuk membentuk hubungan intim yang sehat dengan orang lain. Jika mereka tidak dapat mencapai ini, mereka mungkin mengalami isolasi sosial dan emosional.</p><p><strong>Generativity vs. Stagnation (Generativitas vs. Stagnasi)</strong>: Pada dewasa pertengahan, individu fokus pada menciptakan dan melestarikan sesuatu yang bermanfaat bagi generasi berikutnya. Jika mereka tidak mampu melakukannya, mereka mungkin merasa terhenti atau stagnan dalam hidup mereka.</p><p>Dimensi identitas ini menyoroti konflik internal yang muncul pada setiap tahapan perkembangan psikososial, di mana individu harus mencapai resolusi yang positif untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya dengan sehat secara psikologis.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Sebutkan 7 dimensi identitas menurut Erikson!</p><p>&nbsp;</p><p>ChatGPT</p><p>Maaf, sepertinya ada kebingungan. Erik Erikson sebenarnya mengemukakan 8 tahap psikososial dalam perkembangan manusia, bukan 7 dimensi identitas. Namun, setiap tahapan dalam teorinya mencerminkan bagaimana individu mengembangkan identitas mereka sepanjang kehidupan. Berikut adalah 8 tahap perkembangan menurut teori Erikson:</p><p><strong>Trust vs. Mistrust (Kepercayaan vs. Ketidakpercayaan)</strong>: Bayi belajar mengembangkan kepercayaan terhadap dunia berdasarkan perawatan dan respons yang konsisten dari caregiver-nya.</p><p><strong>Autonomy vs. Shame and Doubt (Otonomi vs. Malu dan Keraguan)</strong>: Anak usia toddler mencoba untuk mengontrol diri mereka sendiri dan mengeksplorasi lingkungan sekitar. Jika pengalaman mereka terlalu dibatasi atau terlalu dipaksakan, mereka bisa merasa malu atau ragu-ragu terhadap kemampuan mereka.</p><p><strong>Initiative vs. Guilt (Inisiatif vs. Rasa Bersalah)</strong>: Anak usia pra-sekolah mulai mengembangkan inisiatif dalam berbagai aktivitas. Jika mereka terlalu dihambat atau dikritik secara berlebihan, mereka bisa merasa bersalah karena keinginan mereka untuk berinisiatif.</p><p><strong>Industry vs. Inferiority (Industri vs. Rasa Inferior)</strong>: Anak-anak usia sekolah dasar belajar mengembangkan keterampilan akademis dan sosial. Jika mereka tidak berhasil dalam mencapai tujuan-tujuan ini, mereka bisa merasa rendah diri dan merasa inferior.</p><p><strong>Identity vs. Role Confusion (Identitas vs. Kebingungan Peran)</strong>: Remaja mencari identitas pribadi mereka sendiri, menguji berbagai peran dan nilai-nilai untuk menentukan siapa mereka dan apa yang mereka inginkan dalam hidup.</p><p><strong>Intimacy vs. Isolation (Intim vs. Isolasi)</strong>: Dewasa muda mengeksplorasi hubungan intim dan komitmen jangka panjang. Jika mereka tidak dapat mengembangkan hubungan yang intim, mereka bisa mengalami isolasi sosial dan emosional.</p><p><strong>Generativity vs. Stagnation (Generativitas vs. Stagnasi)</strong>: Orang dewasa mengevaluasi pencapaian mereka dan mempertimbangkan apa yang mereka tinggalkan untuk generasi berikutnya. Jika mereka merasa gagal dalam memberikan kontribusi yang berarti, mereka bisa mengalami stagnasi dalam hidup mereka.</p><p>&nbsp;</p>

Erik Erikson, seorang psikolog pengembangan, mengemukakan bahwa identitas individu terbentuk melalui serangkaian tahapan psikososial yang terdiri dari delapan tahap. Berikut adalah 7 dimensi identitas menurut teori Erikson:

Trust vs. Mistrust (Kepercayaan vs. Ketidakpercayaan): Tahap ini terjadi pada bayi, di mana individu mulai mengembangkan rasa kepercayaan atau ketidakpercayaan terhadap dunia berdasarkan pengalaman awal dengan caregiver (perawat).

Autonomy vs. Shame and Doubt (Otonomi vs. Malu dan Keraguan): Pada tahap ini, anak usia toddler (balita awal) mencoba untuk mengendalikan diri sendiri dan membangun otonomi. Jika gagal, mereka mungkin mengalami rasa malu dan keraguan.

Initiative vs. Guilt (Inisiatif vs. Rasa Bersalah): Tahap ini terjadi pada anak usia pra-sekolah, di mana mereka mulai mengembangkan inisiatif untuk memimpin aktivitas, atau bisa merasa bersalah jika inisiatif mereka dihambat.

Industry vs. Inferiority (Industri vs. Rasa Inferior): Pada tahap ini, anak sekolah dasar belajar mengembangkan keterampilan akademis dan sosial. Jika mereka merasa tidak berhasil, mereka mungkin mengalami rasa rendah diri.

Identity vs. Role Confusion (Identitas vs. Kebingungan Peran): Tahap ini terjadi pada remaja, di mana mereka mencari dan mengembangkan identitas pribadi mereka sendiri, termasuk peran dalam masyarakat. Jika gagal, mereka dapat mengalami kebingungan peran.

Intimacy vs. Isolation (Intim vs. Isolasi): Pada dewasa awal, individu berusaha untuk membentuk hubungan intim yang sehat dengan orang lain. Jika mereka tidak dapat mencapai ini, mereka mungkin mengalami isolasi sosial dan emosional.

Generativity vs. Stagnation (Generativitas vs. Stagnasi): Pada dewasa pertengahan, individu fokus pada menciptakan dan melestarikan sesuatu yang bermanfaat bagi generasi berikutnya. Jika mereka tidak mampu melakukannya, mereka mungkin merasa terhenti atau stagnan dalam hidup mereka.

Dimensi identitas ini menyoroti konflik internal yang muncul pada setiap tahapan perkembangan psikososial, di mana individu harus mencapai resolusi yang positif untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya dengan sehat secara psikologis.

 

 

Sebutkan 7 dimensi identitas menurut Erikson!

 

ChatGPT

Maaf, sepertinya ada kebingungan. Erik Erikson sebenarnya mengemukakan 8 tahap psikososial dalam perkembangan manusia, bukan 7 dimensi identitas. Namun, setiap tahapan dalam teorinya mencerminkan bagaimana individu mengembangkan identitas mereka sepanjang kehidupan. Berikut adalah 8 tahap perkembangan menurut teori Erikson:

Trust vs. Mistrust (Kepercayaan vs. Ketidakpercayaan): Bayi belajar mengembangkan kepercayaan terhadap dunia berdasarkan perawatan dan respons yang konsisten dari caregiver-nya.

Autonomy vs. Shame and Doubt (Otonomi vs. Malu dan Keraguan): Anak usia toddler mencoba untuk mengontrol diri mereka sendiri dan mengeksplorasi lingkungan sekitar. Jika pengalaman mereka terlalu dibatasi atau terlalu dipaksakan, mereka bisa merasa malu atau ragu-ragu terhadap kemampuan mereka.

Initiative vs. Guilt (Inisiatif vs. Rasa Bersalah): Anak usia pra-sekolah mulai mengembangkan inisiatif dalam berbagai aktivitas. Jika mereka terlalu dihambat atau dikritik secara berlebihan, mereka bisa merasa bersalah karena keinginan mereka untuk berinisiatif.

Industry vs. Inferiority (Industri vs. Rasa Inferior): Anak-anak usia sekolah dasar belajar mengembangkan keterampilan akademis dan sosial. Jika mereka tidak berhasil dalam mencapai tujuan-tujuan ini, mereka bisa merasa rendah diri dan merasa inferior.

Identity vs. Role Confusion (Identitas vs. Kebingungan Peran): Remaja mencari identitas pribadi mereka sendiri, menguji berbagai peran dan nilai-nilai untuk menentukan siapa mereka dan apa yang mereka inginkan dalam hidup.

Intimacy vs. Isolation (Intim vs. Isolasi): Dewasa muda mengeksplorasi hubungan intim dan komitmen jangka panjang. Jika mereka tidak dapat mengembangkan hubungan yang intim, mereka bisa mengalami isolasi sosial dan emosional.

Generativity vs. Stagnation (Generativitas vs. Stagnasi): Orang dewasa mengevaluasi pencapaian mereka dan mempertimbangkan apa yang mereka tinggalkan untuk generasi berikutnya. Jika mereka merasa gagal dalam memberikan kontribusi yang berarti, mereka bisa mengalami stagnasi dalam hidup mereka.

 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Identifikasikan lima dampak positif konflik sosial!

11

0.0

Jawaban terverifikasi