Aisha N

18 November 2023 06:44

Iklan

Aisha N

18 November 2023 06:44

Pertanyaan

Sebut dan jelaskan perspektif sosiologi sebagai ilmu pengetahuan!

Sebut dan jelaskan perspektif sosiologi sebagai ilmu pengetahuan!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

08

:

50

:

27

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Erwin A

Community

19 November 2023 05:16

Jawaban terverifikasi

<p>Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat secara keseluruhan. Sosiologi memiliki berbagai perspektif atau sudut pandang yang digunakan untuk mengkaji masyarakat. Perspektif-perspektif tersebut antara lain:</p><ul><li><strong>Perspektif fungsional</strong></li></ul><p>Perspektif fungsional melihat masyarakat sebagai suatu sistem yang saling terkait dan saling bergantung. Sistem ini terdiri dari berbagai elemen, seperti individu, kelompok, dan institusi. Setiap elemen dalam sistem tersebut memiliki fungsinya masing-masing yang saling mendukung satu sama lain.</p><p>Perspektif fungsional menekankan pentingnya keseimbangan dan stabilitas dalam masyarakat. Menurut perspektif ini, masyarakat akan berfungsi dengan baik jika semua elemennya bekerja secara harmonis.</p><ul><li><strong>Perspektif konflik</strong></li></ul><p>Perspektif konflik melihat masyarakat sebagai suatu arena persaingan dan konflik. Perspektif ini menekankan pentingnya perbedaan dan ketegangan dalam masyarakat. Menurut perspektif ini, masyarakat akan mengalami perubahan jika ada konflik antara berbagai kelompok atau kelas sosial dalam masyarakat.</p><p>Perspektif konflik menekankan pentingnya perubahan dalam masyarakat. Menurut perspektif ini, perubahan adalah hal yang alami dan diperlukan dalam masyarakat.</p><ul><li><strong>Perspektif interaksionisme simbolik</strong></li></ul><p>Perspektif interaksionisme simbolik melihat masyarakat sebagai suatu hasil dari interaksi antara individu-individu. Menurut perspektif ini, masyarakat terbentuk dari proses komunikasi dan interpretasi simbol-simbol.</p><p>Perspektif interaksionisme simbolik menekankan pentingnya makna dalam masyarakat. Menurut perspektif ini, masyarakat terbentuk dari makna-makna yang diberikan oleh individu-individu dalam masyarakat.</p><p>Perspektif-perspektif tersebut digunakan oleh para sosiolog untuk mengkaji berbagai fenomena sosial, seperti kemiskinan, kriminalitas, perubahan sosial, dan lainnya. Masing-masing perspektif memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.</p><p>Pemilihan perspektif yang tepat dalam mengkaji fenomena sosial tergantung pada tujuan penelitian. Misalnya, jika tujuan penelitian adalah untuk memahami bagaimana masyarakat berfungsi secara normal, maka perspektif fungsional dapat digunakan. Jika tujuan penelitian adalah untuk memahami bagaimana perubahan sosial terjadi, maka perspektif konflik dapat digunakan.</p>

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat secara keseluruhan. Sosiologi memiliki berbagai perspektif atau sudut pandang yang digunakan untuk mengkaji masyarakat. Perspektif-perspektif tersebut antara lain:

  • Perspektif fungsional

Perspektif fungsional melihat masyarakat sebagai suatu sistem yang saling terkait dan saling bergantung. Sistem ini terdiri dari berbagai elemen, seperti individu, kelompok, dan institusi. Setiap elemen dalam sistem tersebut memiliki fungsinya masing-masing yang saling mendukung satu sama lain.

Perspektif fungsional menekankan pentingnya keseimbangan dan stabilitas dalam masyarakat. Menurut perspektif ini, masyarakat akan berfungsi dengan baik jika semua elemennya bekerja secara harmonis.

  • Perspektif konflik

Perspektif konflik melihat masyarakat sebagai suatu arena persaingan dan konflik. Perspektif ini menekankan pentingnya perbedaan dan ketegangan dalam masyarakat. Menurut perspektif ini, masyarakat akan mengalami perubahan jika ada konflik antara berbagai kelompok atau kelas sosial dalam masyarakat.

Perspektif konflik menekankan pentingnya perubahan dalam masyarakat. Menurut perspektif ini, perubahan adalah hal yang alami dan diperlukan dalam masyarakat.

  • Perspektif interaksionisme simbolik

Perspektif interaksionisme simbolik melihat masyarakat sebagai suatu hasil dari interaksi antara individu-individu. Menurut perspektif ini, masyarakat terbentuk dari proses komunikasi dan interpretasi simbol-simbol.

Perspektif interaksionisme simbolik menekankan pentingnya makna dalam masyarakat. Menurut perspektif ini, masyarakat terbentuk dari makna-makna yang diberikan oleh individu-individu dalam masyarakat.

Perspektif-perspektif tersebut digunakan oleh para sosiolog untuk mengkaji berbagai fenomena sosial, seperti kemiskinan, kriminalitas, perubahan sosial, dan lainnya. Masing-masing perspektif memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Pemilihan perspektif yang tepat dalam mengkaji fenomena sosial tergantung pada tujuan penelitian. Misalnya, jika tujuan penelitian adalah untuk memahami bagaimana masyarakat berfungsi secara normal, maka perspektif fungsional dapat digunakan. Jika tujuan penelitian adalah untuk memahami bagaimana perubahan sosial terjadi, maka perspektif konflik dapat digunakan.


Iklan

Nanda R

Community

15 Januari 2024 02:15

Jawaban terverifikasi

<p>Perspektif sosiologi sebagai ilmu pengetahuan dapat dijelaskan melalui tiga pendekatan utama, yaitu fungsional, konflik sosial, dan interaksionisme simbolik.</p><ul><li><strong>Fungsional</strong>: Melihat masyarakat sebagai makhluk hidup di mana manusia dikatakan sehat jika menjadi bagian dari kelompok fungsional, dan sakit jika ada bagian kelompok yang tidak lagi menyatu secara kolektif</li><li><strong>Konflik Sosial</strong>: Didasarkan pada pemikiran Karl Marx, melihat pertentangan dan eksploitasi kelas sebagai penggerak utama kekuatan dalam sejarah</li><li><strong>Interaksionisme Simbolik</strong>: Memandang bahwa perilaku manusia didasari oleh makna yang diberikan pada situasi-situasi</li></ul><p>Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:</p><ol><li>Bersifat empiris, didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta tidak bersifat spekulatif</li><li>Bersifat teoritis, selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi</li><li>Bersifat kumulatif, teori didasarkan pada teori yang sudah ada dan berperan memperbaiki, memperluas, dan memperhalus teori lama</li><li>Bersifat non-etis, membahas peristiwa tanpa menilai baik buruknya</li></ol>

Perspektif sosiologi sebagai ilmu pengetahuan dapat dijelaskan melalui tiga pendekatan utama, yaitu fungsional, konflik sosial, dan interaksionisme simbolik.

  • Fungsional: Melihat masyarakat sebagai makhluk hidup di mana manusia dikatakan sehat jika menjadi bagian dari kelompok fungsional, dan sakit jika ada bagian kelompok yang tidak lagi menyatu secara kolektif
  • Konflik Sosial: Didasarkan pada pemikiran Karl Marx, melihat pertentangan dan eksploitasi kelas sebagai penggerak utama kekuatan dalam sejarah
  • Interaksionisme Simbolik: Memandang bahwa perilaku manusia didasari oleh makna yang diberikan pada situasi-situasi

Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Bersifat empiris, didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta tidak bersifat spekulatif
  2. Bersifat teoritis, selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi
  3. Bersifat kumulatif, teori didasarkan pada teori yang sudah ada dan berperan memperbaiki, memperluas, dan memperhalus teori lama
  4. Bersifat non-etis, membahas peristiwa tanpa menilai baik buruknya

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Identifikasikan lima dampak positif konflik sosial!

10

0.0

Jawaban terverifikasi