F. Kartikasari

11 November 2021 10:48

Iklan

F. Kartikasari

11 November 2021 10:48

Pertanyaan

Sebut dan jelaskan konsep esensial geografi!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

12

:

31

:

22

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Erwin A

Community

11 November 2021 11:05

Jawaban terverifikasi

Ada 10 Konsep Esensial Geografi beserta terapannya, sbb: 1. Konsep Lokasi Konsep lokasi digunakan untuk mengkaji dimana posisi letak suatu objek geografi yang ada di permukaan bumi. Konsep lokasi ini dibedakan menjadi dua jenis yaitu: Lokasi Absolut adalah lokasi yang menunjukan suatu objek yang ditentukan oleh garis astronomis (garis lintang dan garis bujur). Contoh: Indonesia terletak pada 6º LU – 11º LS dan 95º BT – 141º BT. Lokasi Relatif adalah lokasi yang ditentukan berdasarkan tempat atau lokasi yang berada disekitar objek tersebut. Contoh: Indonesia berada diantara dua benua dan dua samudra. 2. Konsep Jarak Konsep jarak adalah ruang yang menghubungkan antara dua buah objek atau lebih yang diukur berdasarkan satuan waktu (detik, menit, jam, hari, bulan, tahun) atau satuan panjang (centimeter, meter, kilometer, mil, kaki). Konsep jarak ini juga dibedakan menjadi dua, yaitu: Jarak Mutlak Jarak mutlak adalah jarak antara dua buah objek atau lebih yang diukur berdasarkan satuan panjang yang telah ditetapkan atau yang telah terstandarisasi. Contoh: Jarak dari Indonesia ke Madinah adalah 8.460 km. Jarak Relatif Jarak relatif adalah jarak antara dua buah objek yang dihitung berdasarkan satuan waktu. Sehingga bisa terjadi perbedaan antara satu individu dengan individu lainnya. Contoh: Waktu tempuh dari Jakarta ke Purwokerto menggunakan bus 6 jam 10 menit. Sedangkan ketika menggunakan sepeda motor 5 jam 50 menit. 3. Konsep Keterjangakauan Keterjangkauan adalah interaksi maksimal antara tempat yang dapat dicapai baik dengan sarana transportasi ataupun dengan berjalan kaki (kondisi medan mudah dijangkau atau tidak). Contoh: Ketika kita dari Indonesia ingin berlibur ke Switzerland maka menggunakan pesawat terbang untuk mencapai waktu yang lebih cepat. Contoh lain, ketika kita berada di pedalaman hutan maka menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki merupakan pilihan paling tepat untuk menjangkau suatu tempat. 4. Konsep Morfologi (Relief) Morfologi adalah perwujudan dari bentuk permukaan bumi yang diakibatkan oleh pengangkatan dan penurunan wilayah. Konsep morfolgi juga bisa diartikan hubungan antara bentuk bumi dengan aktivitas manusia. Contoh: Masyarakat di dataran tinggi rata-rata bekerja sebagai petani. Dieng merupakan dataran tinggi yang indah. 5. Konsep Aglomerasi Aglomerasi atau dikenal dengan pemusatan, merupakan pengelompokkan suatu peristiwa dan fenomena dengan berdasarkan aktivitas manusia. konsep ini juga dapar diartikan sebagai persebaran penduduk yang bersifat mengelompok pada suatu wilayah yang relatif sempit dan bersifat menguntungkan. Contoh: Pengelompokkan daerah Industri, dimana 80% industri di Indonesia terdapat di kota bandung dan selebihnya tersebar diseluruh tanah air. Pada masyarakat kota cenderung tinggal mengelompok pada tingkat yang sejenis sehingga timbul daerah permukiman elit, daerah tempat tinggal para pedagang, daerah permukiman kompleks perumnas, yang kebanyakan penghuninya pegawai negeri serta ada juga daerah permukiman kumuh. Sedang pada masyarakat pedesaan yang masih agraris penduduk cenderung menggerombol di tanah datar yang subur dan membentuk perdukuhan atau pedesaan; makin subur tanahnya dan makin luas dataran makin besar desa dan jumlah penduduknya. 6. Konsep Nilai Kegunaan Maksud dari nilai kegunaan disini adalah manfaat yang diberikan oleh satu wilayah di muka bumi pada mahluk hidup/ penduduk tidak sama tergantung kebutuhan yang bersangkutan dan sifatnya relatif, dimana satu dengan yang lainnya pasti akan memiliki nilai guna yang berbeda. Contohnya tempat wisata, bagi wisatawan merupakan tempat untuk berekreasi, namun bagi pedagang tempat wisata tersebut merupakan tempat berdagang yang menguntungkan. 7. Konsep Pola Konsep pola berkaitan dengan susunan bentuk atau persebaran fenomena dalam ruang di muka bumi, baik bersifat alami ataupun sosial budaya. Fenomena alami, misalnya aliran sungai, persebaran vegetasi, jenis tanah, dan curah hujan. Fenomena sosial budaya, misalnya permukiman, persebaran penduduk, pendapatan, mata pencaharian, jenis rumah, tempat tinggal dan sebaginya. Geografi mempelajari pola-pola bentuk dan persebaran fenomena, memahami makna atau artinya, serta berupaya untuk memanfaatkannya dan di mana mungkin juga mengintervensi atau memodifikasi pola-pola guna mendapatkan manfaat yang lebih besar. Contoh: Persebaran penduduk yang berada di sekitar aliran sungai akan mengikuti pola aliran sungai. Orang berladang dan menggembalakan ternak di daerah yang hujannya kurang sedangkan orang bersawah di daerah yang cukup air. Di kawasan yang sudah maju orang membuat terusan-terusan untuk lebih memanfaatkan sungai-sungai yang ada sebagai angkutan air. Dengan mengingat adanya aliran sungai, tanah yang subur, tanah datar yang terbatas, ada pola-pola permukiman yang memanjang (sepanjang tepi sungai), bergerombol, menyebar, dan terpencar tidak merata. Pada daerah perkotaan yang dibangun secara terencana orang membuat daerah permukiman dengan pola sedemikian rupa untuk memudahkan setiap penduduk mencapai pasar/tempat berbelanja, pergi ke kantor, pergi ke sekolah dan sebagainya dengan mudah serta mewujudkan kehidupan sehari-hari yang nyaman dan akrab. Sebaliknya, dalam keadaan serba keterbatasan segolongan orang tinggal pada rumah yang saling berimpitan tanpa disertai adanya fasilitas pelayanan umum yang cukup memadai. 8. Konsep Diferensiasi Area Konsep diferensiasi area berkaitan dengan ciri khas suatu daerah yang tidak dimiliki oleh daerah lainnya, sehingga menjadikan ciri tersebut sebagai suatu nilai tersendiri yang terdapat didalamnya. Contoh: Daerah di pegunungan sebagai daerah pertanian yang menghasilkan sayuran, perikanan laut atau tambak pantai, dan di daerah yang relatif datar terdapat tanaman padi. Masyarakat di daerah pegunungan menggunakan baju yang tebal, berbeda dengan masyarakat di pesisir pantai yang gemar menggunakan kaos oblong. 9. Konsep interaksi dan interdepedensi Setiap wilayah tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, tetapi memerlukan hubungan dengan wilayah lain, sehingga memunculkan adanya hubungan timbal balik dalam bentuk arus barang dan jasa, komunikasi, persebaran ide, dan lain-lain. Contohnya: gerakan orang, barang, dan gagasan dari suatu tempat ke tempat lain seperti, Pergerakan penduduk, berupa sirkulasi, komutasi (ulang-alik), dan migrasi. Pergerakan barang (sandang) dari kota ke desa; pangan dari desa ke kota. Pergerakan berita (informasi) melalui radio, televisi, surat kabar dan lain-lain, terhadap pembaca atau pemirsa. 10. Konsep Keterkaitan Ruang Konsep yang terakhir adalah konsep keterkaitan yaitu, konsep suatu wilayah yang dipengaruhi atau dikaitkan dengan wilayah yang lain. Suatu wilayah dapat berkembang karena adanya hubungan dengan wilayah lain, atau adanya saling keterkaitan antarwilayah dalam memenuhi kebutuhan dan sosial penduduknya. Dengan kata lain konsep ini menggambarkan hubungan antara persebaran gejala geografi di suatu tempat dengan gejala lain. Contoh: Jakarta digenang banjir akibat huja deras yang terjadi di daerah Bogor.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

indonesia merupakan negara yang sangat subur yang mana sektor pertanian sangat berpotensi untuk menjadi pendorong kemajuan nasional, namun saaat ini sektor agrikutur masih mengalami banyak hambatan, jelaskan yang menjadi penghambat perkembangan agrikultur di indonesia

44

3.7

Jawaban terverifikasi