Ahmad W

15 Februari 2022 18:55

Iklan

Ahmad W

15 Februari 2022 18:55

Pertanyaan

Sebut dan jelaskan konflik ras di Indonesia di masa Orde Baru beserta penyelesaiannya!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

12

:

32

:

30

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

H. Rosa

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

17 Februari 2022 00:33

Jawaban terverifikasi

Halo Ahmad W. Kakak bantu jawab ya. Konflik ras di Indonesia di masa Orde Baru beserta penyelesaiannya adalah Kerusuhan Surakarta 1980 yang diselesaikan oleh pihak kepolisian dan TNI; serta Kerusuhan 13-15 Mei 1998 yang diselesaikan dengan jalur yudisional. Berikut penjelasannya ya. 1. Kerusuhan Surakarta 1980. Pada tahun 1980 pecah kerusuhan yang dilatarbelakangi oleh kejadian tabrakan lalu-lintas di jalan sekitar Warung Pelem pada 19 November 1980. Kemudian disusul dengan pemukulan Piiepit oleh kicak. Tanggal 20 November 1980, Pipiet mengumpulkan teman-teman sekolahnyanya. Sekitar 50 orang siswa bergerak menuju Jalan Urip Sumoharjo untuk mengadakan aksi demonstrasi. Sambil meneriakkan yel-yel untuk menyerahkan pelaku. Peristiwa ini dengan cepat berkembang menjadi kerusuhan massal di bagian-bagian Kota Surakarta yang terdapat pertokoan milik orang-orang Tionghoa. Massa selain merusak dan membakar toko-toko, juga menjarah semua isinya. Aksi anarkis yang berlangsung selama beberapa hari lamanya, dimulai daerah Coyudan kemudian menjalar ke daerah-daerah lainnya dan ditunggangi para “gali” (gang anak liar) yang menjarah toko-toko tersebut. Dengan cepat kerusuhan menjalar ke Boyolali, Salatiga, Ambarawa, Banyubiru, Candi dan Semarang. Di kota ini para perusuh melempari semua rumah dan toko milik Tionghoa. Penanganan peristiwa ini melibatkan anggota TNI maupun Kepolisian. 2. Kerusuhan 13-15 Mei 1998. Pada rentang 13-15 Mei, Indonesia bergejolak akibat kerusuhan rasial terhadap etnis Tionghoa di sejumlah kota, antara lain Jakarta, Medan, Palembang, Solo, Surabaya serta beberapa kota lainnya. Kerusuhan Mei 1998 disebabkan oleh sentimen anti-Tionghoa yang telah lama berlangsung yang kemudian dimanfaatkan untuk memicu kericuhan akibat krisis moneter. Saat itu beredar tuduhan bahwa etnis Tionghoa penyebab krisis moneter, provokasi tersebut disebarkan oleh beberapa jenderal yang tidak memiliki hubungan dengan perekonomian. Tuduhan tersebut didasarkan pada informasi palsu bahwa etnis Tionghoa melarikan uang rakyat ke luar negeri dan sengaja menimbun sembako sehingga rakyat Indonesia kelaparan dan sengsara. Apalagi jika dilihat secara materi, perekonomian etnis Tionghoa yang stabil dan strategis, serta dinilai lebih sukses, hal tersebut semakin memperkuat kebencian masyarakat pribumi terhadap keberadaan etnis Tionghoa tersebut. Adapun penyelesainnya diusahakan melalui jalur yudisial. Semoga membantu😊


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

5

5.0

Jawaban terverifikasi