Salsa S

17 Maret 2024 11:54

Iklan

Iklan

Salsa S

17 Maret 2024 11:54

Pertanyaan

Sebuah teropong digunaan untuk melihat bintang dengan perbesaran anguler 25 kali. Jarak lensa objektif terhadap lensa okuler 13 cm. Teropong digunakan dengan mata tidak berakomodasi. Jarak fokus okulernya adalah A. 5 mm B. 12 mm C. 20 mm D. 25 mm E 30 mm

Sebuah teropong digunaan  untuk melihat bintang dengan perbesaran anguler 25 kali. Jarak lensa objektif terhadap lensa okuler 13 cm. Teropong digunakan dengan mata tidak berakomodasi. Jarak fokus okulernya adalah

A. 5 mm

B. 12 mm

C. 20 mm

D. 25 mm

E 30 mm


2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

D. Dian

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Malang

18 Maret 2024 01:58

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang benar adalah A. 5 mm.</p><p>&nbsp;</p><p>Diketahui:<br>M = 25 kali</p><p>d = 13 cm</p><p>&nbsp;</p><p>Ditanyakan:<br>fok = ...?</p><p>&nbsp;</p><p>Pembahasan:<br>Teropong merupakan alat optik yang digunakan untuk mengamati benda yang letaknya jauh agar terlihat lebih dekat dan terlihat lebih jelas.</p><p>Persamaan matematis perbesaran teropong untuk mata tak berakomodasi maksimum yaitu:<br>M = fob/fok</p><p>dimana:<br>M = perbesaran (kali)</p><p>fob = jarak fokus lensa objektif (cm)</p><p>fok = jarak fokus lensa okuler (cm)</p><p>&nbsp;</p><p>1. Menghitung Jarak Fokus Lensa Objektif<br>M = fob/fok</p><p>25 = fob/fok</p><p>fob = 25fok</p><p>&nbsp;</p><p>2. Menghitung Jarak Fokus Lensa Okuler</p><p>d = fob + fok</p><p>13 = 25fok + fok</p><p>13 = 26fok</p><p>fok = 13/26</p><p>fok = 0,5 cm = 5 mm</p><p>&nbsp;</p><p>Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah A.</p>

Jawaban yang benar adalah A. 5 mm.

 

Diketahui:
M = 25 kali

d = 13 cm

 

Ditanyakan:
fok = ...?

 

Pembahasan:
Teropong merupakan alat optik yang digunakan untuk mengamati benda yang letaknya jauh agar terlihat lebih dekat dan terlihat lebih jelas.

Persamaan matematis perbesaran teropong untuk mata tak berakomodasi maksimum yaitu:
M = fob/fok

dimana:
M = perbesaran (kali)

fob = jarak fokus lensa objektif (cm)

fok = jarak fokus lensa okuler (cm)

 

1. Menghitung Jarak Fokus Lensa Objektif
M = fob/fok

25 = fob/fok

fob = 25fok

 

2. Menghitung Jarak Fokus Lensa Okuler

d = fob + fok

13 = 25fok + fok

13 = 26fok

fok = 13/26

fok = 0,5 cm = 5 mm

 

Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah A.


Iklan

Iklan

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Cat Hitam Mendakwa Pentas menggambarkan halaman belakang Sekolah Menengah Pertama. Ada tembok bagian belakang sekolah itu. Di dekat tembok ada semacam bangku panjang yang sudah luntur warna catnya terletak di sebelah kiri. Tampak pada tembok coretan-coretan yang dibuat dengan cat: PROTHOLS, XELEX, THORAX, dan lain-lainnya. Tampaknya, coretan itu belum lama dibuat. Catnya belum kering benar. Tatkala lakon ini berlangsung, waktu menunjuk saat istirahat. Dari sebelah kiri muncul dua orang anak, siswa dan siswi. Tuti menarik tangan Bakri. (Musik) 01. Tuti : (Nada mengajak) Lihat itu! Ayo, cepat. (Menarik tangan Bakri) Lihat itu. (Mereka tiba di depan tembok yang bercorat-coret dan memandangi tulisan itu-Tentu saja, mereka membelakangi penonton, tetapi tidak perlu dipersoalkan karena ada alasannya) Nah, percaya tidak, kamu? 02. Bakri : Gi-la! (Menyentuh coretan) Catnya belum kering benar, Tut. Padahal tembok ini baru dikapur oleh Pak Dullah seminggu yang lalu, ya, kan? 03. Tuti : (Berjalan menuju bangku dan duduk) Ya, aku juga tahu itu. Terlalu! 04. Bakri : (Membalik ke arah Tuti) Siapa yang terlalu? 05. Tuti : Yaaa ...., siapa lagi? 06. Bakri : Jadi, kamu sependapat dengan Pak Guru bahwa si Muhdom yang membuat corat-coret ini? 07. Tuti : Aku tidak bilang sependapat, aku hanya mengatakan siapa lagi, kan? 08. Bakri : (Mendekati Tuti) Maksudmu siapa? (Duduk) Siapa? 09. Tuti : Aku tidak tahu. (Berdiri, berjalan ke arah tembok, lalu membalik ke arah Bakri) Tapi, kalau aku pikir bahwa di sekolah kita hanya Muhdom yang sering membantu Pak Guru membuat dekorasi panggung, hiasan kelas, dan sebangsanya itu. Mungkin dugaan Pak Guru tidak terlalu salah. 10. Bakri : Ah, kamu ini, Tut. (Berdiri) Masak Muhdom? Dia sahabatku. Dan itu tidak mungkin. 11. Tuti : Selama sahabatmu bukan malaikat, kemungkinan selalu ada. Lagi pula, siapa yang pintar main-main cat seperti ini kecuali Muhdom? 12. Bakri : Jika kemungkinan selalu ada, aku menduga ini perbuatan Nyoman. 13. Tuti : Maksudmu Nyoman sahabatku? ltu tuduhan tidak mendasar. 14. Bakri : (Tersenyum) Nah, kalau menurut kamu bukan Nyoman, menurut aku bukan Muhdom yang membuat coretan-coretan ini. (Berjalan ke bangku dan duduk) Kita memang tidak tahu. Lu enggak ngerti, gue pun demikian pula. Huh! (Memandangi tulisan itu) (Terdengar beberapa anak memanggil-manggil, "Tut, Tuti.") 15. Tuti : (Berteriak). Aku di sini....! (Ita, Tarso, dan Bardas muncul ... ) 16. Bardas : Tut, Muhdom akan disidang nanti selepas jam terakhir! (Menatap coretan dan mendekatinya, lalu geleng-geleng kepala 7 (tujuh) kali) 17. Tuti : Oh, ya? (Memandang Bakri) 18. Bakri : (Kaget, lalu berdiri) Apa? 19. Ita : Ya, si Muhdom! Kasihan, dia. (Melihat coretan, lalu geleng-geleng kepala 8 (delapan) kali) 20. Tarso : Bagaimana, Ta. Dia kan sahabatmu .... ? 21. Bakri : (Menahan marah) Gi-la! Pak Guru bilang begitu? 22. Ita : Bukan, bukan Pak Guru. 23. Bakri : Lalu si .... 24. Tarso : (Memotong) Tanjir yang ngomong. 25. Bakri : Tanjir yang berbicara dan kalian percaya? 26. Bardas : Habis, dia keluar dari ruangan guru terus bilang begitu. Siapa tidak percaya? (Semua terdiam, saling memandang. Sepi berlangsung tujuh detik. Ita berjalan pelan-pelan menuju bangku lalu duduk. Berpikir. Bakri mendekatinya dan duduk di sebelahnya. Musik terdengar keras, gemuruh, lalu perlahan-lahan leyap). 27. Ita : (Berbicara lirih, tetapi terdengar jelas) lni gawat. 28. Tuti : Huh, kamu itu ...., sedikit-sedikit 'gawat'. Ulangan 'gawat', mau drama 'gawat'. (Mendekatinya dan berdiri di sampingnya) Apa yang tidak gawat bagi kamu? 29. Tarso : Aku pikir Ita benar. Pak kepala sekolah bisa marah sekali kalau melihat coretan-coretan ini. 30. Ita : Ya. Dengan susah payah Pak Dullah mengapurinya. Enak saja dicoret-coret begitu. Lagi pula, Prothols itu kan nama geng. Kita semua bisa dituduh anggota geng itu. 31. Tuti : Ah, kalian ini! Coba kalian pikir, coretan ini kan bukan kita yang bikin? Kenapa kita cemas? Tenang saja. Aku bawa Bakri kemari karena dia tidak percaya ada coretan ini. ltu saja. Celakanya, Bakri malah menuduh Nyoman yang membuatnya. Sialan! Lalu kalian mau ikut-ikut kemari . Ngapain? Aku mau ke depan. (Berjalan) 32. Bakri : Tuti, ke mana kamu? Tunggu dulu! lni gawat. Kita semua bisa ditahan di sekolah sampai biang keladinya ditangkap. 33. Tuti : Terus, kita semua mau kamu suruh apa? Sebentar lagi kita masuk. 34. Bakri : Aku mau bertanya, siapa yang kemarin sore datang ke sekolah menyelesaikan tugas membuat kliping? 35. Tarso : Kita semua, kan? 36. Bakri : Betul. Tapi siapa lagi? Kamu ingat, Ita? 37. Ita : Muhdom, Yuspar ..... 38. Bardas : (Menukas) Kamu sendiri, Tanjir, Nyo .... 39. Bakri : (Menukas) Nah, Tanjir juga ikut datang. Biasanya dia malas datang, kan? 40. Tuti : Benar. Tapi ..... 41. Tarso : Bukannya malas kalau dia sering tidak datang. Rumahnya jauh dan tidak ada yang mengantarkannya. 42. Bakri : Baik. Kalian tunggu di sini. Kalau ada bel masuk, jangan masuk dulu. Biar aku yang menanggung kalau Pak Guru marah. (Lari ke luar panggung) 43. Tuti : Bakri ke mana? 44. Tarso : Sudah Tut, di sini saja kamu. Taati saja perintah kapten kita. 45. Ita : Mau apa si Bakri? 46. Bardas : Aku benci cara-cara begini. Apa sih susahnya bilang nggak tahu kalau nanti Pak Guru bertanya soal coretan ini? Lagaknya kayak pahlawan. (Menirukan Bakri) "Aku yang menanggungnya." Enak saja. (Terdengar bel masuk). 47. Bardas : Dengar itu, aku mau masuk kelas. 48. Tuti : Jangan, Bardas! 49. Tarso : Bardas di sini saja. 50. Bardas : Nggak. Peduli amat. (Mau berjalan) 51. Ita : Bardas, jangan! 52. Tarso : Aku cubit kalau kamu nekat pergi. (Bakri masuk ke panggung dengan menyeret Tanjir dengan tangan kirinya. Tangan kanannya membawa tas milik Tanjir). 53. Bakri : (Memerintahkan Tanjir, napasnya terengah-engah) Duduk! 54. Tanjir : (Duduk) Apa maksud kalian? 55. Bakri : Dengar. Kamu kemarin pulang lebih dahulu sebelum kami pulang, bukan? 56. Tanjir : Ya. Lalu? Apa salahku? 57. Bakri : Tapi, sebenarnya kamu tidak terus pulang ke rumah. Sebab, ketika kami semua sampai di pintu gerbang halaman sekolah, kakakmu yang menjemputmu masih menunggu kamu di sana. Artinya, kamu masih berada di dalam lingkungan sekolah. Dan ini ... '(Bakri membuka tas Tanjir). Ada noda cat hitam pada tasmu. Cat ini sama dengan yang ada di tembok itu. lni artinya, waktu kamu pamit minta pulang lebih dulu, kamu datang kemari dan membuat coretan ini. Kamu naik di atas bangku ini. Lihat, (Menunjuk bangku) ada noda-noda hitam. lni cat yang sama. Tegakah kamu Tanjir, melihat Muhdom dihukum karena tuduhan membuat coretan yang sebenarnya kamu lakukan? Tegakah kamu mencoratcoret tembok yang putih bersih ini? Tegakah kamu melihat kita semua dimarahi Pak Guru? (Tanjir menunduk lalu menutup mukanya. Ia tampak tersedu-sedu. Yang lainnya memandangnya, lalu satu demi satu meninggalkannya. Tinggal Bakri memperhatikan Tanjir tersedu-sedu). 58. Bakri : (Menarik tangan Tanjir. Tanjir berdiri masih menutup mukanya). Sudahlah, jangan kamu lakukan lagi. Aku akan menemani kamu menghadap Bapak Kepala Sekolah. (Bakri merangkul Tanjir yang tetap menunduk. Berdua keluar dari panggung. Musik terdengar keras) Sumber: Bakdi Soemanto, "Cat Hitam Mendakwa" dalam Majalah Dinding Kumpulan Drama, Yogyakarta, Gama Media, 2006 4. Analisislah watak tokoh Tanjir dalam naskah drama tersebut.

321

4.5

Jawaban terverifikasi

Kebiasaan terlalu lama menonton televisi, juga melihat TV dalam jarak dekat, ternyata dapat menurunkan fungsi retina mata anak-anak. "Televisi memancarkan sinar biru yang amat dekat dan berbahaya bagi anak," kata Pratiwi Rapih Astuti yang memaparkan hasil penelitiannya bersama kawan-kawannya dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) di Jakarta. Penelitian yang berjudul "Korelasi antara Menonton Televisi dan Fungsi Retina pada Anak" ini dilakukan oleh Pratiwi bersama kawan -kawannya, yaitu Wahyu Budi Santosa, Allan Taufiq Rivai, dan Owi Notosusanto. Penelitian ini diikutsertakan pada Liga Medika Sains yang merupakan acara rutin tahunan yang diadakan oleh Lembaga Pengkajian dan Penelitian Senat Mahasiswa, Ikatan Keluarga Mahasiswa FKUI. Menurut hasil studi terdahulu, sinar biru menyebabkan degenerasi retina dengan merusak sitokrom oksidase dan menghambat respirasi seluler (pernapasan sel). Dalam kaitannya dengan televisi, total sinar biru yang diterima oleh anak tergantung pada dua faktor, yaitu total waktu menonton televisi per hari dan jarak saat menonton televisi. Anak-anak sangat berisiko mengalami kerusakan retina akibat sinar biru. Lensa mata mereka relatif jernih sehingga tidak dapat meredam sinar biru dengan maksimal. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2008 terhadap 106 subyek. Subyek penelitian adalah murid-murid sekolah dasar berusia 6-13 tahun. Hasilnya, korelasi antara total waktu menonton televisi per hari dengan contrast sensitivity mata kiri, mata kanan, dan kedua mata menunjukkan hasil bermakna secara statistik serta berbanding terbalik (semakin lama menonton televisi, skor fungsi retina semakin rendah). Korelasi antara jarak saat menonton televisi dan skor contrast sensitivity test mata kiri, mata kanan, dan kedua mata menunjukkan hasil yang tidak bermakna secara statistik. Akan tetapi, terdapat kecenderungan bahwa semakin dekatjarak menonton televisi maka skor fungsi retina semakin menurun. "Jadi, semakin dekatjarak menonton televisi dan semakin lama waktu menonton televisi, maka semakin turun fungsi retina," kata Pratiwi. Dari 106 anak yang diteliti ternyata yang mengalami penurunan fungsi retina sebanyak 25 anak (23,4 persen). Anak-anak terse but rata-rata menonton televisi 2,29 jam per hari dengan jarak menonton televisi 184,32 em. Padahal, sebaiknya anak-anak menonton televisi dengan jarak 4 meter dan untuk mereka yang berusia 6-9 tahun sebaiknya menonton televisi selama 60 menit per hari, untuk yang berusia 9-13 tahun menonton televisi selama 90 menit per hari. (www.kompas.com, Kamis, 24 Juli 2008 dengan pengubahan) 4f3. Temukan frasa nominal dalam paragraf 3 dan tunjukkan unsur pusatnya!

4

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan