Fadia R

14 September 2023 10:03

Iklan

Fadia R

14 September 2023 10:03

Pertanyaan

Sebuah bola-pejal homogen dengan momen inersia I = 2/5 Mr² menggelinding pada lantai datar dengan kelajuan v menuju bidang miring. Dengan mengabaikan gesekan, bola pejal tersebut dapat naik pada bidang miring setinggi h. Jika v diperkecil menjadi setengahnya, maka kemungkinan yang terjadi adalah .... A. ketinggian yang dicapai menjadi setengahnya B. ketinggian yang dicapai menjadi dua kalinya C. momen inersianya menjadi seperempatnya D. energi kinetik totalnya menjadi seperempatnya E. energi kinetik totalnya menjadi empat kalinya

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

00

:

22

:

30

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Y. Frando

27 September 2023 06:38

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang benar adalah D. Energi kinetik totalnya menjadi seperempatnya.</p><p>&nbsp;</p><p>Diketahui:</p><p>Bola pejal (I = 2/5 Mr<sup>2</sup>) menggelinding di atas bidang datar dengan laju v lalu menaiki bidang miring setinggi h.</p><p>&nbsp;</p><p>Ditanya:</p><p>Kemungkinan yang terjadi jika v' = 1/2 v = ...?</p><p>&nbsp;</p><p>Jawab:</p><p>Konsep yang dapat kita gunakan adalah hukum kekekalan energi pada gerak rotasi yang dirumuskan oleh:</p><p>EMA = EMB</p><p>EPA + EK,tA + EK,rA = EPB + EK,tB + EK,rB,</p><p>&nbsp;</p><p>dimana:</p><p>EP = m g h dan EK = 1/2 m v².</p><p>&nbsp;</p><p>Keterangan:</p><p>EM = energi mekanik (J)</p><p>EP = energi potensial (J)</p><p>EK,t atau EK,r = energi kinetik translasi atau rotasi (J)</p><p>m = massa benda (kg)</p><p>g = percepatan gravitasi (m/s²)</p><p>h = ketinggian (m)</p><p>v = kecepatan (m/s).</p><p>&nbsp;</p><p>Dari informasi soal, kita tentukan hubungan v dengan h dengan hukum kekekalan energi mekanik, dimana titik A saat di dasar bidang miring dan titik B saat di atas bidang miring.</p><p>EMA = EMB</p><p>EPA + EK,tA + EK,rA = EPB + EK,tB + EK,rB</p><p>0 + (1/2 x m x v<sup>2</sup>) + (1/2 x I x ω<sup>2</sup>) = (m x g x h) + 0 + 0</p><p>(1/2 x m x v<sup>2</sup>) + (1/2 x (2/5 x m x R<sup>2</sup>) x ω<sup>2</sup>) = m x g x h</p><p>(1/2 x m x v<sup>2</sup>) + (1/5 x m x v<sup>2</sup>) = m x g x h</p><p>7/10 x v<sup>2</sup> = g x h</p><p>v<sup>2</sup> = 10 x g x h / 7</p><p>v = √[ 10 x g x h / 7].</p><p>&nbsp;</p><p>Terlihat bahwa kecepatan benda sebanding dengan √h, maka ketika v diubah menjadi setengahnya diperoleh hasil:</p><p>v'/v = √[h'/h]</p><p>½v/v = √[h'/h]</p><p>1/2 = √[h'/h]</p><p>h'/h = 1/4</p><p>h' = h/4</p><p>h' = 0,25h.</p><p>&nbsp;</p><p>Artinya ketinggian yang dicapai menjadi seperempatnya (Pilihan A dan B salah).</p><p>&nbsp;</p><p>Momen inersia bola tidak berubah selama pergerakannya, maka nilai I = 2/5 Mr<sup>2</sup> (Pilihan C salah).</p><p>&nbsp;</p><p>Energi kinetik total dirumuskan oleh:</p><p>EK total = 1/2 x m x v<sup>2</sup> x (k+1), dimana k = bilangan benda.</p><p>&nbsp;</p><p>Maka, dari rumus di atas, karena v berubah diperoleh hubungan:</p><p>EK'/EK = (v'/v)<sup>2</sup></p><p>EK'/EK = (½v/v)<sup>2</sup></p><p>EK'/EK = 1/4</p><p>EK' = 1/4 . EK</p><p>Terlihat bahwa energi kinetik totalnya menjadi seperempatnya.</p><p>&nbsp;</p><p>Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah D.</p>

Jawaban yang benar adalah D. Energi kinetik totalnya menjadi seperempatnya.

 

Diketahui:

Bola pejal (I = 2/5 Mr2) menggelinding di atas bidang datar dengan laju v lalu menaiki bidang miring setinggi h.

 

Ditanya:

Kemungkinan yang terjadi jika v' = 1/2 v = ...?

 

Jawab:

Konsep yang dapat kita gunakan adalah hukum kekekalan energi pada gerak rotasi yang dirumuskan oleh:

EMA = EMB

EPA + EK,tA + EK,rA = EPB + EK,tB + EK,rB,

 

dimana:

EP = m g h dan EK = 1/2 m v².

 

Keterangan:

EM = energi mekanik (J)

EP = energi potensial (J)

EK,t atau EK,r = energi kinetik translasi atau rotasi (J)

m = massa benda (kg)

g = percepatan gravitasi (m/s²)

h = ketinggian (m)

v = kecepatan (m/s).

 

Dari informasi soal, kita tentukan hubungan v dengan h dengan hukum kekekalan energi mekanik, dimana titik A saat di dasar bidang miring dan titik B saat di atas bidang miring.

EMA = EMB

EPA + EK,tA + EK,rA = EPB + EK,tB + EK,rB

0 + (1/2 x m x v2) + (1/2 x I x ω2) = (m x g x h) + 0 + 0

(1/2 x m x v2) + (1/2 x (2/5 x m x R2) x ω2) = m x g x h

(1/2 x m x v2) + (1/5 x m x v2) = m x g x h

7/10 x v2 = g x h

v2 = 10 x g x h / 7

v = √[ 10 x g x h / 7].

 

Terlihat bahwa kecepatan benda sebanding dengan √h, maka ketika v diubah menjadi setengahnya diperoleh hasil:

v'/v = √[h'/h]

½v/v = √[h'/h]

1/2 = √[h'/h]

h'/h = 1/4

h' = h/4

h' = 0,25h.

 

Artinya ketinggian yang dicapai menjadi seperempatnya (Pilihan A dan B salah).

 

Momen inersia bola tidak berubah selama pergerakannya, maka nilai I = 2/5 Mr2 (Pilihan C salah).

 

Energi kinetik total dirumuskan oleh:

EK total = 1/2 x m x v2 x (k+1), dimana k = bilangan benda.

 

Maka, dari rumus di atas, karena v berubah diperoleh hubungan:

EK'/EK = (v'/v)2

EK'/EK = (½v/v)2

EK'/EK = 1/4

EK' = 1/4 . EK

Terlihat bahwa energi kinetik totalnya menjadi seperempatnya.

 

Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah D.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Pada suhu 15°C kecepatan merambat bunyi di udara 328 m/det. Jika setiap kenaikan 1°C kecepatan merambat bunyi bertambah 0,6 m/det. Tentukan kecepatan merambat bunyi pada suhu 8°C!

25

5.0

Jawaban terverifikasi