Saarah N

29 November 2019 13:10

Iklan

Saarah N

29 November 2019 13:10

Pertanyaan

Sebelum mempelajari teks observasi, renungkan puisi berikut: Ilmu-Mu Kusaksikan Ilmu-Mu terbentang di angkasa tak terbatas Kurasakan Ilmu-Mu terpatri didalam diri Ilmu-Mu terburai pada tumbuhan dan hewan dibumi Ku sibak lautan Ilmu-Mu Semakin ku tertunduk dalam kebesaranMu Jawablah pertanyaan berdasarkan puisi di atas! 1. Apa maksud dari Ilmu-Mu? 2. Apa maksud dari larik pertama puisi tersebut? 3. Apa yang ingin pengarang sampaikan dalam puisi tersebut? Tolong bantu di jawab kakak🙏🏻🙏🏻☺

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

09

:

41

:

10

Klaim

2

1


Iklan

Alykaa A

30 November 2019 02:22

1. Ilmu Allah / Tuhan / Yang Diatas 2. - 3. bahwa kita harus menghargai ilmu-NYA.


Iklan

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1.Bacalah kutipan drama berikut! Abah: "Kalau cari suami harus yang jelas masa depannya, jangan seperti si Kabayan!" Iteung: "Tapi Kang Kabayan mah baik nyaah sama Iteung." Abah: "Baik? Baik apanya? Kalau memang baik pasti suka ngirim uang, paling sedikit ngirim ikan kesenangan Abah. Ikan gurame!" Ambu: "Abah teh kumaha. Apa-apa selalu saja diukur pakai uang." Tokoh Iteung pada kutipan drama tersebut akan lebih menarik jika menggunakan kostum a. celana panjang dan kaos dengan rambut panjang dibiarkan terurai b. celana panjang dan kaos dengan rambut dikepang dua c. kebaya dan celana panjang dengan rambut dibiarkan terurai d. kebaya dan kain dengan rambut di kepang dua 2.Jo : "Hey, jalan yang bener dong!" (keluar dari mobil) Yuda: (tampak terkejut dan menguasai diri) "Maaf Pak." Jo: (melotot) "Maaf, maaf!" (1) Bapak: "Sudahlah Jo, dia sudah minta maaf kok, lagi pula ayah buru- buru nanti terlambat ke kantor." (cepat menyusul keluar dari mobil) Jo : "Tidak bisa, dia harus diberi pela- jaran!" (nyaris melayangkan tinju) (2) Bapak : "Sabar Jo. (melihat kasihan pada Yuda) "Kau pergilah, Nak!" Yuda : "Terima kasih, Pak!" (3) Bapak "Hey, apa yang kau bawa, Nak?" (heran) "Kamu jual lukisan?" Yuda : "lya Pak, ini lukisan kaca." (4) Bapak: "Sungguh baru kali ini aku melihat lukisan kaca, biasanya saya di rumah memajang lukisan kanvas, lukisan kertas, lukisan bulu, dan lain-lain. Tapi, lukisan ini? Ah ya berapa kamu menjual ini?" Yuda: "Yang mana Pak?" (5) Bapak: "Semuanya. Ah sudah jangan bingung, gini aja gimana kalau lukisan itu saya beli lima juta rupiah." Yuda : "Apa? Lima juta!" (6) Bapak: "Apa kurang?" Yuda : "Cu... kup, Pak." Bukti latar waktu dalam kutipan drama tersebut terdapat pada dialog nomor .... a. (1) b. (3) c. (4) d. (6) 3.Perhatikan penggalan drama berikut! "Dari mana saja kau, Badar? Hari sudah petang tapi kau baru pulang," tanya ayah sambil berkacak pinggang. Dialog tersebut diucapkan dengan nada a. keras sambil bercanda b. marah dan serius c. rendah dan penuh tanya d. penuh kasih sayang 4.Cermati kutipan bacaan berikut! "Mohammad-san inilah rumahku." Toshihiko berkata ketika kami sampai di depan sebuah rumah kayu yang sederhana. Lalu berteriak, "Ibu! Ibu! Inilah tamu yang kita tunggu. Lihatlah, seorang Indonesia yang tersesat di kebun anggur Katsunuma. Bukankah ini suatu kehormatan bagi kita?" Bacaan tersebut termasuk teks fiksi karena a. memiliki unsur tema dan tokoh b. bersifat sistematis berdasarkan fakta yang ada c. narasi dan dialog menggunakan ragam bahasa baku d. menggunakan peribahasa untuk membandingkan suatu hal 5.Perhatikan teks berikut! Perkembangan teknologi informatika dalam satu dekade terakhir mengalami lonjakan luar biasa. Munculnya internet memudahkan setiap orang mendapat akses informasi. Tidak hanya sekadar berita, melalui internet orang bisa ber- jualan, memasang iklan, menikmati musik, dan memungkinkan individu mengetahui berbagai peristiwa secara intensif. Berdasarkan wacana tersebut, istilah yang dapat dideretkan dalam indeks dengan tepat adalah a. akses-individu-informatika-informasi- teknologi b. akses-iklan-individu-intensif-internet C. iklan-individu-informasi-intensif-internet d. individu-informasi-intensif-internet-iklan 6.Perhatikan kutipan indeks berikut! Gaib 8 Ilmu Fisika 7 Ilustrasi 57 Imajinasi 59 Implikasi 54 Magnetis 65 Pengetahuan eksakta 46 Pengetahuan keras 47 Pengetahuan lunak 48 Pengetahuan non-eksakta 45 Berikut ini pernyataan yang tidak benar berdasarkan indeks tersebut adalah a. Di halaman 46, kita dapat mempelajari materi pengetahuan keras. b. Materi tentang implikasi dapat kita jumpai di halaman 54. C. Di halaman 45 kita dapat mempelajari pengetahuan non-eksakta d. Pengetahuan eksakta dapat kita pelajari di halaman 46. *kutipan teks drama berikut untuk soal nomor 7 - 9* (1) Mayor: "Berapa lama lagi aku harus menunggu? Lihat semburat matahari sudah terlihat." (sambil menggebrak meja) (2) Kopral: "Sabarlah sedikit, Pak." (3) Mayor "Jangan ditawar lagi." (4) Kopral: "Apanya, Pak?" (5) Mayor: "Kesabarannya! Sejak kemarin kesabaran saya habis. Sabar itu prinsip. Tidak bisa ditawar- tawar, ngerti?" (6) Kopral: "Kalau begitu kuralat ucapanku tadi." (7) Mayor: "Ya, tapi pertanyaanku belum Bung jawab. Berapa lama lagi? Semburat matahari sudah terlihat tu!" 7.Dialog pada kutipan teks drama tersebut yang berisi kramagung ditandai dengan nomor a. (1) b. (3) c. (4) d. (5) 8.Latar disertai bukti nomor pada kutipan drama tersebut adalah .... a.. siang hari, bukti pada dialog nomor (7) b. menjelang maghrib, bukti pada dialog nomor (5) c.pagi hari, bukti pada dialog nomor (7) d. sore hari, bukti pada dialog nomor (1) 9.Amanat yang sesuai dengan kutipan teks drama tersebut adalah .... a. Kemarahan bukanlah cara penyelesaian masalah yang bijak. b. Seorang bawahan tidak sepatutnya melawan atasan sekalipun untuk membela kebenaran. c. Kita harus lebih banyak bersabar menghadapi apa pun. d. Kita harus mengikuti keinginan atasan walaupun tidak sejalan dengannya. *kutipan drama berikut untuk soal nomor 10-13* Fikri: "Hai sobat. Lho ada apa ini? Kamu kok kelihatan sedih?" Bayu: "Enggak. Perasaan kamu saja." Fikri: "Ayolah... Aku kenal kamu dari kecil. Aku bisa tahu kamu sedih, senang, malas, atau marah? Ayo katakan padaku siapa tahu aku bisa membantu." Bayu: "Kamu ini tau aja. Hari ini hari terakhir aku harus membayar SPP. Bapakku masih di luar kota. Ibuku sakit. Aku bingung harus bagaimana." Fikri :"Kenapa harus bingung. Aku bisa membantumu." Bayu: "Maksudmu?" Fikri: "Ya... membantumu. Aku punya uang tabungan dan cukup untuk membayar SPP mu." Bayu: "Wah... enggak ... enggak ... enggak aku tidak bisa menggunakan uang tabunganmu." Fikri: "Ayolah teman... aku tulus... kapan-kapan kamu dapat mengembalikannya." 10. Tema yang digambarkan pada kutipan drama tersebut adalah a. persahabatan antara kedua orang b. tolong-menolong antarteman yang mem- butuhkan c. persahabatan yang didukung oleh kedua orang tua d. masalah ekonomi keluarga yang tak kunjung reda 11.Tokoh Fikri dalam kutipan drama tersebut memiliki watak a. rendah hati b. tinggi hati c. baik hati d. kecil hati 12. Kutipan drama suasana tersebut menceritakan a. haru b. kaget c. kecewa d. sedih 13.(sambil terpogoh-pogoh masuk kamar tamu, Naja menangis) Naja: "Bu, aku sudah tidak kuat lagi kalau begini." Ibu: "Percayalah, Nak, masalah ini akan segera teratasi. Tuhan Maha Pengatur dan Mahabaik." Naja: "Tapi kapan? Kapan? Aku bosan sudah!" Ibu: "Bersabarlah, Nak. Jika sabar, masalah akan terurai satu per satu." (sambil membelai rambut Naja dengan penuh Kesabaran). Dalam struktur teks drama, kutipan tersebut merupakan bagian .... a. orientasi b. resolusi c. komplikasi d. epilog *kutipan buku berikut untuk soal nomor 14 dan 15* Bumi adalah tempat di mana kita, manusia, dan makhluk hidup lainnya berada. Bumi sering disebut juga sebagai planet biru. Kenapa? Karena bumi kalau dilihat dari luar angkasa terlihat dengan warna dominan biru. Tahukah kamu warna biru bumi yang terlihat dari angkasa raya itu? Itu adalah lautan. Karena sekitar 70% permukaan bumi merupakan lautan yang sangat luas. Sisanya 30% merupakan daratan yang tersusun atas dataran, gunung, dan lembah. Bumi juga dikelilingi oleh lapisan atmosfer yang merupakan pelindung bumi. 14. Teks tersebut tergolong sebagai karya nonfiksi karena .... a. berisi cerita karangan manusia b. bersifat informatif dan berisi kenyataan c. berasal dari imajinasi pengarang d. memiliki makna ganda 15. Inti dari kutipan buku tersebut adalah .... a. memaparkan tentang alam dan kerusakannya b. memaparkan secara detail tentang bumi c. menggambarkan tentang jenis-jenis atmosfer d. menjelaskan jenis-jenis planet 16.Bacalah kutipan teks fiksi berikut! Kehidupan keluarga ini sangat sederhana. Ayah dan Ibu setiap hari membanting tulang di ladang, seolah-olah kepala jadi betis, betis jadi kepala demi beberapa mulut yang harus dipenuhi. Orang tua ini ikhlas bekerja dengan tanggung jawab demi keluarga dan anak-anaknya kelak supaya jadi orang. Tak ada rotan akar pun jadi, begitulah kata orang tua itu. Daya tarik cuplikan teks fiksi tersebut tampak pada..... a. konflik dalam cerita b. latar cerita c. gaya bahasa penulis d. tema cerita 17.Perhatikan cuplikan teks berikut! Perempuan memang paling rentan terhadap anemia, terutama anemia karena kekurangan zat besi. Darah memang sangat penting bagi perempuan. Hal ini terutama pada saat hamil, zat besi itu dibagi dua, yaitu bagi si ibu dan janinnya. Apabila si ibu mengalami anemia, bisa terjadi abortus, lahir prematur, dan juga kematian saat melahirkan. Bahkan, bagi janin, zat besi juga dibutuhkan, terutama juga ada kaitannya dengan kecerdasan. Topik untuk diskusi berdasarkan bacaan tersebut adalah a. manfaat zat besi bagi bayi b. kesehatan ibu dan janin C. anemia sebagai penyakit berbahaya bagi perempuan d. sebab-sebab tingginya kernatian bayi dan anak di Indonesia *indeks berikut untuk soal nomor 18 dan 19* Aliterasi, 89, 93 Amanat, 5, 70 Arbitrer, 3, 65 Artikel, 8, 90 Balada, 25, 75 Drama, 89, 99 Epilog, 34, 36, 74 Fiksi, 3, 25, 90 18. Berdasarkan indeks buku nonfiksi tersebut, kita dapat menemukan istilah epilog di halaman.... a. 3,65 b. 25,75 c. 34, 36, dan 74 d. 3, 25, dan 90 19. Berdasarkan indeks buku tersebut, saat membuka halaman 25 kita dapat menemukan kata .... a. balada dan epilog b. balada dan fiksi c. balada dan drama d. balada

5

1.0

Jawaban terverifikasi

Kenangan dari Guru Matematika Bel masuk berbunyi. Semua bergegas menuju kelas masing-masing. Halaman sekolah yang tadi ramai, mendadak menjadi sepi. Kini, semua anak telah masuk ruang kelas. Beberapa tampak langsung duduk di bangku masing-masing. Namun, ada juga yang bergerombol melanjutkan cerita mereka yang belum usai, sebelum guru datang. Aku sendiri asyik membaca buku novel petualangan yang beberapa hari yang lalu aku pinjam dari perpustakaan. Hari ini jadwalku mengembalikan buku itu. Tapi, masih beberapa Iembar tersisa. Mumpung ada waktu luang, kusempatkan menuntaskan membaca novel itu. Sepuluh menit berlalu. Rio yang berdiri di dekat pintu mengamati suasana, tiba-tiba berteriak. "Pak Usman datang .. .! Pak Usman datang .. .!" Suasana kembali gaduh. Masing-masing saling dorong untuk bisa duduk di bangku mereka. Pak Usman masuk kelas sambil membawa setumpukkoran. Beberapa murid tampak saling memandang dan berbisik, Untuk apa sih, Pak Usman bawa koran? "Selamat pagi, Anak-Anak!" Pa k Usman memecah keheningan kelas sambil meletakkan tas dan koran-koran itu di atas meja guru. "Selamat pagi, Pak!" jawab murid-murid serentak. Pandanga n Pak Usman menyapu seluruh sudut kelas. Tak ada satu pun yang luput dari perhatiannya. Setelah memastikan tidak ada siswa yang absen, beliau segera mengambil tumpukan koran yang tadi diletakkan nya di atas meja. Kemudian, beliau membagikan satu per satu koran-koran tersebut di setiap meja. Tidak ada yang gaduh. Suasana tetap tenang. "Bagi yang tidak mendapatkan, mohon bergabung dengan temannya” begitulah perintah Pak Usman setelah membagikan semua koran tersebut. "Bapak beri waktu sekitar 10 menit, silakan kalian baca salah satu berita atau artikel pada koran tersebut!" Aku tidak tahu apa maksud Pak Usman, pada hal pelajaran mesti nya Matematika, tapi kenapa beliau memerintahkan untuk membaca koran. Tetapi, tida k satu pun ya ng berani memba ntah. Semua menerima koran yang dibagikan Pa k Usman kemudian masing-masing serius membaca Iembar demi lembar mencari berita. Pikiran mereka hampir sama, janganjangan, Pak Usman akan mengajukan pertanyaan tentang isi berita di koran itu. "Apakah kalian sudah selesai membaca?" tanya Pak Usman memecah keheningan. "Sudah, Pak!" jawab murid-murid dengan kompak. "Baiklah, ka lau sudah, silakan kalian lipat kembali koran itu, letakkan di samping meja. Kita akan memulai pelajaran hari ini. "Semua yang memegang koran langsung mengemasi korannya dan meletakkan di meja masingmasing. Semua diam dan penuh tanda tanya, apa yang akan disampaikan Pak Usman selanjutnya. "Semua sudah siap menerima pelajaran hari ini?" "Siap, Pak!" semua menjawab dengan kompak. "Tolong buka buku Matematika kalian, ya itu tentang konsep himpunan” Semua murid patuh pada perintah Pak Usman. Meskipun sebelumnya mereka dipenuhi tanda tanya tentang koran-koran yang dibagikan Pak Usman, tapi kemudian mereka fokus lagi pada pelajaran utama Matematika. "Sebelum kita mulai pelajaran tentang himpu nan, ada yang ingin bertanya?" Pa k Usman menatap satu per satu murid-muridnya. "Kalian tahu, kenapa tadi Bapak membagikan korankoran itu kepada kalian?" lanjut Pa k Usman. Refleks, aku mengangkat tanganku. "Ya, Sinta” "Agar kami semua membaca koran itu, Pak” jawabku. Sontak semua ternan meneriakiku dengan kor "huuu" yang pa njang. "Ya, iyalah. Masak koran u ntu k dipakai alas tidur!"teriak Bono di barisan ku rsi pa ling belakang. Uh, malu rasanya. "Baiklah, terima kasih Sinta. Anak-Anak, apa yang dikatakan Sinta memang tidak salah. Tadi, Bapak memang menyuruh kalian membaca koran itu. Tetapi, sebena rnya maksud Bapak bukan sekadar meminta kalian untuk membaca, melainkan agar ka lian lebih fokus dan konsentrasi” Pak Usman memberi penjelasan. "Bapak yakin, sebelum Bapak datang, kalian banyak yang ngobrol. Kalian mungkin ada yang belum siap mengikuti pelajaran. Dengan meminta kalian membaca koran, Bapak berharap kalian menjadi fokus dan siap u ntuk mengikuti pelajaran inti kita, pelajaran Matemati ka. "Semua murid mengangguk-angguk seolah paham dengan penjelasan Pak Usman. Aku sendiri merasa salut dengan usaha Pak Usman untuk membuat murid-mu ridnya berkonsentrasi. Harus diakui bahwa pelajaran Matematika masih menjadi "momok" bagi sebagian besar murid. Jadi, agar mudah menyampaikan materi, diperlukan konsentrasi. Pak Usman, ada saja, batinku sambil tersenyum. lnilah kenangan ku tentang Pak Usman yang pertama kali, salah satu guru yang aku temui selama aku menimba ilmu di sekolah. Menena ngkan dan membuat anak agar mudah untuk berkonsentrasi sebelum menghadapi suatu pelajaran. Sumber: Kenangan dari Guruku, Sukimin, Jakarta: Pustaka Batavia soal Upaya apa yang dilakukan Pak Usman untuk mengatasi masalah apa yang biasa dialami guru ketika akan mulai pelajaran?

1

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Setelah bergabung dengan tim lingkungan hidup di Bank Dunia tahun lalu, saya menantikan banyak hal, salah satunya adalah melihat terumbu karang yang luar biasa di Negara Indonesia. Dalam sebuah perjalanan baru-baru ini ke Pusat Bioindustri Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Lombok, saya melihat secara langsung seberapa besar potensi teripang. Sejujurnya, teripang yang saya lihat (Holothurian scabra) tidak terlalu menarik. Saya tidak tertarik untuk menyentuhnya apalagi memakannya, tetapi ternyata hewan ini memiliki harga yang sangat mahal. Teripang telah lama diminati di Asia dan Timur Tengah. Studi ilmiah menemukan bahwa hewan kecil berlendir ini penuh dengan nilai nutrisi, mengandung mineral yang luar biasa tinggi, serta menjadi bahan obat. Setelah para ilmuan lebih banyak mempelajari teripang, permintaan global meroket yang membuat konsumen dan perusahaan farmasi dari Amerika Serikat, Eropa, dan Tiongkok berebut teripang. Permintaan teripang yang meningkat mengarah pada panen yang tidak berkelanjutan. Integrated Sustainable Oceans Program dari Bank Dunia mendukung pemerintah Indonesia dalam mengatasi eksploitasi laut yang tidak berkelanjutan melalui Program Coral Reef Rehabilitation and Management Program Coral Triangle Initiative (COREMAP- CTI). Di Pulau Lombok, COREMAP – CTI membantu mendanai Pusat Bioindustri LIPI, yaitu wadah para ilmuwan untuk melihat bagaimana komunitas lokal dapat membiakkan berbagai jenis teripang untuk dijual. Tingkat kemiskinan di wilayah pesisir Indonesia ini lebih tinggi daripada rata-rata nasional. Diversifikasi mata pencaharian di masyarakat yang bergantung pada perikanan sangat penting. Karena nilai pasar yang tinggi, biaya awal yang rendah, dan persyaratan teknologi minimal, budidaya teripang bisa menjadi kunci untuk memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan ketahanan pedesaan, sertamengurangi tekanan pada habitat sensitif. “Kami memiliki rencana besar untuk masa depan. Pada saat ini, kami sedang memperluas penelitian tentang spesies dengan potensi komersial. Kami juga berencana untuk memperkuat hubungan antara penelitian dan aplikasi, termasuk berbagi teknologi dan penelitian kami dengan sektor swasta dan komunitas lokal,” ungkap Peneliti senior LIPI Hendra Munandar di Pusat Bioindustri. Saat meninggalkan Pusat Bioindustri, saya menyadari betapa perasaan saya tentang teripang telah berubah. Walaupun masih tidak ingin memakannya, saya tidak sabar untuk melihat bagaimana investasi dalam modal pembangunan manusia, ilmu pengetahuan, dan teknologi akan menawarkan peluang besar untuk mengubah mata pencaharian pesisir pedesaan. Jika teripang yang tampaknya tidak mencolok memiliki potensi untuk membuat dampak sebesar ini, coba pikirkan hal apa lagi yang ada di bawah lautan Indonesia yang juga memiliki dampak untuk Indonesia dan masyarakatnya. “Permintaan teripang yang meningkat mengarah pada panen yang tidak berkelanjutan. Integrated Sustainable Oceans Program dari Bank Dunia mendukung pemerintah Indonesia dalam mengatasi eksploitasi laut yang tidak berkelanjutan melalui Program COREMAP-CTI.” 1. Apa yang dimaksud dengan kata “berkelanjutan” pada cuplikan kalimat dari paragraf 3 di atas? a. Terbatas sumbernya. b. Dapat dimanfaatkan secara terus-menerus. c. Mendukung kehidupan. d. Mendukung perekonomian. e. Pengembangan teknologi tepat guna. 2. Setelah membaca teks tersebut, bagaimana kalian memperkirakan masa depan budi daya teripang? (Boleh memilih lebih darisatu jawaban) a. Budi daya teripang akan berkembang karena teripang memiliki harga jual yang sangat mahal. b. Budi daya teripang akan menurun karena adanya diversifikasi mata pencaharian terkait perikanan. c. Budi daya teripang akan berkembang karena adanya investasi dalam modal pembangunan manusia, ilmu pengetahuan, dan teknologi. d. Budi daya teripang akan menurun karena permintaan teripang yang meningkat akan membuat panen yang tidak berkelanjutan. e. Budi daya teripang akan berkembang karena melibatkan peneliti, sektor swasta, dan komunitas lokal.

3

3.0

Jawaban terverifikasi

Kenangan dari Guru Matematika Bel masuk berbunyi. Semua bergegas menuju kelas masing-masing. Halaman sekolah yang tadi ramai, mendadak menjadi sepi. Kini, semua anak telah masuk ruang kelas. Beberapa tampak langsung duduk di bangku masing-masing. Namun, ada juga yang bergerombol melanjutkan cerita mereka yang belum usai, sebelum guru datang. Aku sendiri asyik membaca buku novel petualangan yang beberapa hari yang lalu aku pinjam dari perpustakaan. Hari ini jadwalku mengembalikan buku itu. Tapi, masih beberapa Iembar tersisa. Mumpung ada waktu luang, kusempatkan menuntaskan membaca novel itu. Sepuluh menit berlalu. Rio yang berdiri di dekat pintu mengamati suasana, tiba-tiba berteriak. "Pak Usman datang .. .! Pak Usman datang .. .!" Suasana kembali gaduh. Masing-masing saling dorong untuk bisa duduk di bangku mereka. Pak Usman masuk kelas sambil membawa setumpukkoran. Beberapa murid tampak saling memandang dan berbisik, Untuk apa sih, Pak Usman bawa koran? "Selamat pagi, Anak-Anak!" Pa k Usman memecah keheningan kelas sambil meletakkan tas dan koran-koran itu di atas meja guru. "Selamat pagi, Pak!" jawab murid-murid serentak. Pandanga n Pak Usman menyapu seluruh sudut kelas. Tak ada satu pun yang luput dari perhatiannya. Setelah memastikan tidak ada siswa yang absen, beliau segera mengambil tumpukan koran yang tadi diletakkan nya di atas meja. Kemudian, beliau membagikan satu per satu koran-koran tersebut di setiap meja. Tidak ada yang gaduh. Suasana tetap tenang. "Bagi yang tidak mendapatkan, mohon bergabung dengan temannya” begitulah perintah Pak Usman setelah membagikan semua koran tersebut. "Bapak beri waktu sekitar 10 menit, silakan kalian baca salah satu berita atau artikel pada koran tersebut!" Aku tidak tahu apa maksud Pak Usman, pada hal pelajaran mesti nya Matematika, tapi kenapa beliau memerintahkan untuk membaca koran. Tetapi, tida k satu pun ya ng berani memba ntah. Semua menerima koran yang dibagikan Pa k Usman kemudian masing-masing serius membaca Iembar demi lembar mencari berita. Pikiran mereka hampir sama, janganjangan, Pak Usman akan mengajukan pertanyaan tentang isi berita di koran itu. "Apakah kalian sudah selesai membaca?" tanya Pak Usman memecah keheningan. "Sudah, Pak!" jawab murid-murid dengan kompak. "Baiklah, ka lau sudah, silakan kalian lipat kembali koran itu, letakkan di samping meja. Kita akan memulai pelajaran hari ini. "Semua yang memegang koran langsung mengemasi korannya dan meletakkan di meja masingmasing. Semua diam dan penuh tanda tanya, apa yang akan disampaikan Pak Usman selanjutnya. "Semua sudah siap menerima pelajaran hari ini?" "Siap, Pak!" semua menjawab dengan kompak. "Tolong buka buku Matematika kalian, ya itu tentang konsep himpunan” Semua murid patuh pada perintah Pak Usman. Meskipun sebelumnya mereka dipenuhi tanda tanya tentang koran-koran yang dibagikan Pak Usman, tapi kemudian mereka fokus lagi pada pelajaran utama Matematika. "Sebelum kita mulai pelajaran tentang himpu nan, ada yang ingin bertanya?" Pa k Usman menatap satu per satu murid-muridnya. "Kalian tahu, kenapa tadi Bapak membagikan korankoran itu kepada kalian?" lanjut Pa k Usman. Refleks, aku mengangkat tanganku. "Ya, Sinta” "Agar kami semua membaca koran itu, Pak” jawabku. Sontak semua ternan meneriakiku dengan kor "huuu" yang pa njang. "Ya, iyalah. Masak koran u ntu k dipakai alas tidur!"teriak Bono di barisan ku rsi pa ling belakang. Uh, malu rasanya. "Baiklah, terima kasih Sinta. Anak-Anak, apa yang dikatakan Sinta memang tidak salah. Tadi, Bapak memang menyuruh kalian membaca koran itu. Tetapi, sebena rnya maksud Bapak bukan sekadar meminta kalian untuk membaca, melainkan agar ka lian lebih fokus dan konsentrasi” Pak Usman memberi penjelasan. "Bapak yakin, sebelum Bapak datang, kalian banyak yang ngobrol. Kalian mungkin ada yang belum siap mengikuti pelajaran. Dengan meminta kalian membaca koran, Bapak berharap kalian menjadi fokus dan siap u ntuk mengikuti pelajaran inti kita, pelajaran Matemati ka. "Semua murid mengangguk-angguk seolah paham dengan penjelasan Pak Usman. Aku sendiri merasa salut dengan usaha Pak Usman untuk membuat murid-mu ridnya berkonsentrasi. Harus diakui bahwa pelajaran Matematika masih menjadi "momok" bagi sebagian besar murid. Jadi, agar mudah menyampaikan materi, diperlukan konsentrasi. Pak Usman, ada saja, batinku sambil tersenyum. lnilah kenangan ku tentang Pak Usman yang pertama kali, salah satu guru yang aku temui selama aku menimba ilmu di sekolah. Menena ngkan dan membuat anak agar mudah untuk berkonsentrasi sebelum menghadapi suatu pelajaran. Sumber: Kenangan dari Guruku, Sukimin, Jakarta: Pustaka Batavia soal di manakah waktu terjadinya cerita itu?

1

5.0

Jawaban terverifikasi