Praise C

16 Oktober 2022 06:16

Iklan

Praise C

16 Oktober 2022 06:16

Pertanyaan

sebagian besar negara ASEAN mengandalkan sektor pertanian untuk menunjang kegiatan perekonomiannya. Analisislah faktor penyebab-nya!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

08

:

46

:

23

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Imral G

16 Oktober 2022 12:39

Jawaban terverifikasi

karena kondisi geografis di asia tenggara merupakan media yang sangat mendukung kegiatan bercocok tanam. sehingga para penduduk asia tenggara memanfaatkan kelebihan ini untuk menopang kegiatan ekonomi mereka, yaitu dengan bertani.


Iklan

Salsabila M

Community

05 Mei 2024 13:11

Jawaban terverifikasi

<p>Ada beberapa faktor yang menyebabkan sebagian besar negara ASEAN mengandalkan sektor pertanian untuk menunjang kegiatan perekonomiannya:</p><p><strong>Kondisi Geografis:</strong> Sebagian besar negara ASEAN memiliki kondisi geografis yang mendukung pertanian. Tanah subur, iklim tropis, dan curah hujan yang mencukupi membuat pertanian menjadi salah satu sektor yang potensial untuk dikembangkan. Negara-negara seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina memiliki lahan pertanian yang luas dan beragam, yang membuat pertanian menjadi pilihan utama dalam perekonomian mereka.</p><p><strong>Ketergantungan Penduduk:</strong> Banyaknya jumlah penduduk di negara-negara ASEAN membuat pertanian menjadi sektor yang vital untuk menyediakan pangan bagi penduduk. Pertanian tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi petani, tetapi juga menjadi penyedia lapangan kerja bagi sebagian besar penduduk di pedesaan. Oleh karena itu, pertanian memiliki peran strategis dalam menyediakan pangan dan menciptakan stabilitas sosial ekonomi.</p><p><strong>Tradisi dan Budaya Pertanian:</strong> Di banyak negara ASEAN, pertanian telah menjadi bagian dari tradisi dan budaya yang turun temurun. Petani sering mewarisi pengetahuan dan keterampilan dari generasi sebelumnya, dan praktik-praktik pertanian tradisional tetap dijaga. Hal ini memperkuat keberlanjutan sektor pertanian dan membuatnya menjadi bagian penting dari identitas budaya dan kehidupan masyarakat di pedesaan.</p><p><strong>Keterbatasan Infrastruktur dan Teknologi:</strong> Meskipun potensi pertanian di negara-negara ASEAN besar, keterbatasan infrastruktur dan teknologi sering menjadi hambatan dalam pengembangan sektor ini. Kurangnya akses terhadap infrastruktur transportasi, irigasi yang tidak memadai, dan keterbatasan akses terhadap teknologi modern dapat membatasi produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan infrastruktur dan teknologi pertanian menjadi penting dalam mengembangkan sektor ini.</p><p><strong>Perubahan Iklim dan Lingkungan:</strong> Perubahan iklim dan kerentanan lingkungan juga memengaruhi sektor pertanian di negara-negara ASEAN. Bencana alam seperti banjir, kekeringan, dan perubahan pola musim dapat berdampak negatif terhadap hasil pertanian dan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, adaptasi terhadap perubahan iklim dan pengelolaan sumber daya alam menjadi kunci dalam menjaga ketahanan sektor pertanian.</p>

Ada beberapa faktor yang menyebabkan sebagian besar negara ASEAN mengandalkan sektor pertanian untuk menunjang kegiatan perekonomiannya:

Kondisi Geografis: Sebagian besar negara ASEAN memiliki kondisi geografis yang mendukung pertanian. Tanah subur, iklim tropis, dan curah hujan yang mencukupi membuat pertanian menjadi salah satu sektor yang potensial untuk dikembangkan. Negara-negara seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina memiliki lahan pertanian yang luas dan beragam, yang membuat pertanian menjadi pilihan utama dalam perekonomian mereka.

Ketergantungan Penduduk: Banyaknya jumlah penduduk di negara-negara ASEAN membuat pertanian menjadi sektor yang vital untuk menyediakan pangan bagi penduduk. Pertanian tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi petani, tetapi juga menjadi penyedia lapangan kerja bagi sebagian besar penduduk di pedesaan. Oleh karena itu, pertanian memiliki peran strategis dalam menyediakan pangan dan menciptakan stabilitas sosial ekonomi.

Tradisi dan Budaya Pertanian: Di banyak negara ASEAN, pertanian telah menjadi bagian dari tradisi dan budaya yang turun temurun. Petani sering mewarisi pengetahuan dan keterampilan dari generasi sebelumnya, dan praktik-praktik pertanian tradisional tetap dijaga. Hal ini memperkuat keberlanjutan sektor pertanian dan membuatnya menjadi bagian penting dari identitas budaya dan kehidupan masyarakat di pedesaan.

Keterbatasan Infrastruktur dan Teknologi: Meskipun potensi pertanian di negara-negara ASEAN besar, keterbatasan infrastruktur dan teknologi sering menjadi hambatan dalam pengembangan sektor ini. Kurangnya akses terhadap infrastruktur transportasi, irigasi yang tidak memadai, dan keterbatasan akses terhadap teknologi modern dapat membatasi produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan infrastruktur dan teknologi pertanian menjadi penting dalam mengembangkan sektor ini.

Perubahan Iklim dan Lingkungan: Perubahan iklim dan kerentanan lingkungan juga memengaruhi sektor pertanian di negara-negara ASEAN. Bencana alam seperti banjir, kekeringan, dan perubahan pola musim dapat berdampak negatif terhadap hasil pertanian dan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, adaptasi terhadap perubahan iklim dan pengelolaan sumber daya alam menjadi kunci dalam menjaga ketahanan sektor pertanian.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Pertandingan sepak bola antara dua kesebelasan menunjukkan bentuk hubungan sosial …. a. Kelompok dengan kelompok b. Individu dengan kelompok c. Individu dengan Individu d. Kelompok dengan individu

4

2.3

Jawaban terverifikasi