Diah I

04 Oktober 2022 02:27

Iklan

Diah I

04 Oktober 2022 02:27

Pertanyaan

sebab umum perlawanan rakyat maluku (Pattimura)

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

08

:

02

:

27

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Aisyah Y

05 Oktober 2022 11:33

Jawaban terverifikasi

karena adanya pelaksanaan kerja rodi, penduduk diharuskan membuat garam dan ikan asin tanpa dibayar untuk diangkut ke kapal-kapal Belanda, penduduk harus memelihara kebun cengkeh, kopi dan pala tanpa mendapat upah, serta pengiriman orang-orang Maluku untuk dinas militer 


Iklan

Nanda R

Community

26 Mei 2024 06:13

<p>Perlawanan rakyat Maluku yang dipimpin oleh Kapitan Pattimura (atau yang lebih dikenal sebagai perlawanan Pattimura) terjadi pada abad ke-19 di wilayah Maluku, khususnya di pulau Saparua. Beberapa sebab umum perlawanan tersebut antara lain:</p><p><strong>Penindasan Kolonial Belanda</strong>: Perlawanan Pattimura dipicu oleh penindasan dan eksploitasi yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda terhadap penduduk pribumi Maluku. Kebijakan-kebijakan kolonial yang merugikan penduduk pribumi, seperti monopoli perdagangan, pungutan pajak yang berat, serta perlakuan tidak manusiawi terhadap penduduk lokal, memicu ketidakpuasan dan kemarahan di kalangan rakyat Maluku.</p><p><strong>Ketidakpuasan terhadap Pemerintahan Kolonial</strong>: Rakyat Maluku merasa tidak puas dengan pemerintahan kolonial Belanda yang tidak memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan mereka. Pemerintah kolonial sering kali mengabaikan aspirasi dan kebutuhan lokal, serta tidak memberikan kesempatan yang sama kepada penduduk pribumi dalam pemerintahan dan administrasi.</p><p><strong>Kedaulatan dan Identitas Lokal</strong>: Perlawanan Pattimura juga dipicu oleh semangat untuk mempertahankan kedaulatan dan identitas lokal Maluku. Rakyat Maluku merasa terancam oleh dominasi Belanda dan ingin mempertahankan keberadaan dan otonomi wilayah mereka.</p><p><strong>Pengaruh Agama</strong>: Faktor agama juga memainkan peran penting dalam perlawanan Pattimura. Beberapa pemimpin lokal, termasuk Pattimura sendiri, menggabungkan elemen-elemen agama, seperti Islam dan Kristen, dalam perjuangan mereka untuk menyatukan rakyat Maluku dalam perlawanan terhadap kolonialisme.</p><p><strong>Dorongan Patriotisme dan Nasionalisme</strong>: Perlawanan Pattimura merupakan manifestasi dari dorongan patriotisme dan nasionalisme di kalangan penduduk Maluku. Pattimura dan para pengikutnya memiliki tekad untuk menegakkan kemerdekaan dan kedaulatan wilayah mereka, serta untuk melawan penjajahan asing yang mereka anggap merugikan dan tidak adil.</p>

Perlawanan rakyat Maluku yang dipimpin oleh Kapitan Pattimura (atau yang lebih dikenal sebagai perlawanan Pattimura) terjadi pada abad ke-19 di wilayah Maluku, khususnya di pulau Saparua. Beberapa sebab umum perlawanan tersebut antara lain:

Penindasan Kolonial Belanda: Perlawanan Pattimura dipicu oleh penindasan dan eksploitasi yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda terhadap penduduk pribumi Maluku. Kebijakan-kebijakan kolonial yang merugikan penduduk pribumi, seperti monopoli perdagangan, pungutan pajak yang berat, serta perlakuan tidak manusiawi terhadap penduduk lokal, memicu ketidakpuasan dan kemarahan di kalangan rakyat Maluku.

Ketidakpuasan terhadap Pemerintahan Kolonial: Rakyat Maluku merasa tidak puas dengan pemerintahan kolonial Belanda yang tidak memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan mereka. Pemerintah kolonial sering kali mengabaikan aspirasi dan kebutuhan lokal, serta tidak memberikan kesempatan yang sama kepada penduduk pribumi dalam pemerintahan dan administrasi.

Kedaulatan dan Identitas Lokal: Perlawanan Pattimura juga dipicu oleh semangat untuk mempertahankan kedaulatan dan identitas lokal Maluku. Rakyat Maluku merasa terancam oleh dominasi Belanda dan ingin mempertahankan keberadaan dan otonomi wilayah mereka.

Pengaruh Agama: Faktor agama juga memainkan peran penting dalam perlawanan Pattimura. Beberapa pemimpin lokal, termasuk Pattimura sendiri, menggabungkan elemen-elemen agama, seperti Islam dan Kristen, dalam perjuangan mereka untuk menyatukan rakyat Maluku dalam perlawanan terhadap kolonialisme.

Dorongan Patriotisme dan Nasionalisme: Perlawanan Pattimura merupakan manifestasi dari dorongan patriotisme dan nasionalisme di kalangan penduduk Maluku. Pattimura dan para pengikutnya memiliki tekad untuk menegakkan kemerdekaan dan kedaulatan wilayah mereka, serta untuk melawan penjajahan asing yang mereka anggap merugikan dan tidak adil.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

15

5.0

Jawaban terverifikasi