Muhammad R

31 Maret 2023 02:44

Iklan

Muhammad R

31 Maret 2023 02:44

Pertanyaan

sebab kegagalan perlawanan sultan Babullah mengusir Portugis

sebab kegagalan perlawanan sultan Babullah mengusir Portugis 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

14

:

45

:

46

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Sulthan R

31 Maret 2023 12:36

Jawaban terverifikasi

<p>Sultan Babullah merupakan seorang pahlawan nasional Indonesia yang memimpin perlawanan melawan penjajahan Portugis di wilayah Maluku pada abad ke-16. Meskipun telah melakukan berbagai taktik dan strategi perang, Sultan Babullah gagal mengusir Portugis karena beberapa sebab antara lain:</p><p>&nbsp;</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kekuatan militer Portugis yang lebih besar dan lebih modern, baik dalam senjata dan teknologi perang, membuat perjuangan Sultan Babullah sulit untuk memenangkan pertempuran.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Portugis telah memiliki basis dan jaringan yang kuat di wilayah Maluku dan telah membangun benteng-benteng pertahanan yang kuat di wilayah tersebut.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Adanya perbedaan di antara pasukan perlawanan lokal, yang kurang bersatu dan terkadang berkonflik satu sama lain, sehingga membuat perjuangan melawan Portugis menjadi lebih sulit.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Keberhasilan Portugis dalam melakukan diplomasi dan mengadakan perjanjian dengan beberapa penguasa lokal, seperti Ternate dan Tidore, membuat Sultan Babullah semakin terisolasi dan kehilangan dukungan.</p><p>5.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Terjadinya kelelahan dan kekurangan pasukan di pihak Sultan Babullah akibat perang yang berkepanjangan, serta ketidakmampuan untuk mendapatkan dukungan dan persediaan yang cukup dari luar wilayah Maluku.</p><p>&nbsp;</p><p>Dalam akhirnya, Sultan Babullah akhirnya menyerah kepada Portugis pada tahun 1583 dan ditangkap serta diasingkan ke Goa, India.</p><p>&nbsp;</p>

Sultan Babullah merupakan seorang pahlawan nasional Indonesia yang memimpin perlawanan melawan penjajahan Portugis di wilayah Maluku pada abad ke-16. Meskipun telah melakukan berbagai taktik dan strategi perang, Sultan Babullah gagal mengusir Portugis karena beberapa sebab antara lain:

 

1.     Kekuatan militer Portugis yang lebih besar dan lebih modern, baik dalam senjata dan teknologi perang, membuat perjuangan Sultan Babullah sulit untuk memenangkan pertempuran.

2.     Portugis telah memiliki basis dan jaringan yang kuat di wilayah Maluku dan telah membangun benteng-benteng pertahanan yang kuat di wilayah tersebut.

3.     Adanya perbedaan di antara pasukan perlawanan lokal, yang kurang bersatu dan terkadang berkonflik satu sama lain, sehingga membuat perjuangan melawan Portugis menjadi lebih sulit.

4.     Keberhasilan Portugis dalam melakukan diplomasi dan mengadakan perjanjian dengan beberapa penguasa lokal, seperti Ternate dan Tidore, membuat Sultan Babullah semakin terisolasi dan kehilangan dukungan.

5.     Terjadinya kelelahan dan kekurangan pasukan di pihak Sultan Babullah akibat perang yang berkepanjangan, serta ketidakmampuan untuk mendapatkan dukungan dan persediaan yang cukup dari luar wilayah Maluku.

 

Dalam akhirnya, Sultan Babullah akhirnya menyerah kepada Portugis pada tahun 1583 dan ditangkap serta diasingkan ke Goa, India.

 


Iklan

Salsabila M

Community

31 Maret 2024 06:15

Jawaban terverifikasi

<p>Sultan Babullah dari Ternate adalah salah satu pemimpin di Maluku yang mencoba melawan kekuasaan Portugis pada abad ke-16. Namun, upaya Sultan Babullah untuk mengusir Portugis dari Maluku mengalami beberapa kegagalan yang dapat dijelaskan oleh sejumlah faktor:</p><p><strong>Kekuatan Militer Portugis</strong>: Portugis pada masa itu adalah kekuatan kolonial yang kuat di wilayah tersebut. Mereka memiliki teknologi militer yang lebih baik, termasuk sen-jata api dan kapal perang modern, yang memberikan keunggulan yang signifikan dalam pertempuran melawan pasukan pribumi.</p><p><strong>Aliansi dengan Suku-suku Lain</strong>: Portugis mungkin juga berhasil membangun aliansi dengan suku-suku lokal lain di Maluku, yang membantu mereka dalam mempertahankan kekuasaan dan melawan upaya perlawanan Sultan Babullah.</p><p><strong>Pembagian di Kalangan Bangsawan</strong>: Sultan Babullah mungkin menghadapi pembagian di kalangan bangsawan dan elit lokal di Maluku. Perselisihan internal dan perpecahan politik di antara kelompok-kelompok lokal bisa mengurangi kesatuan dan efektivitas perlawanan mereka terhadap Portugis.</p><p><strong>Keterbatasan Sumber Daya</strong>: Sultan Babullah dan pasukannya mungkin mengalami keterbatasan dalam sumber daya manusia, sen-jata, dan dukungan logistik lainnya untuk menghadapi kekuatan Portugis yang telah mapan di wilayah tersebut.</p><p><strong>Strategi Portugis yang Cermat</strong>: Portugis mungkin telah mengadopsi strategi politik, militer, dan diplomasi yang cermat untuk memperkuat kedudukan mereka di Maluku dan mengatasi upaya perlawanan Sultan Babullah.</p><p><strong>Faktor Eksternal</strong>: Faktor-faktor eksternal seperti ketidakstabilan politik atau konflik di luar wilayah Maluku juga dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan upaya perlawanan Sultan Babullah terhadap Portugis.</p><p><br>&nbsp;</p>

Sultan Babullah dari Ternate adalah salah satu pemimpin di Maluku yang mencoba melawan kekuasaan Portugis pada abad ke-16. Namun, upaya Sultan Babullah untuk mengusir Portugis dari Maluku mengalami beberapa kegagalan yang dapat dijelaskan oleh sejumlah faktor:

Kekuatan Militer Portugis: Portugis pada masa itu adalah kekuatan kolonial yang kuat di wilayah tersebut. Mereka memiliki teknologi militer yang lebih baik, termasuk sen-jata api dan kapal perang modern, yang memberikan keunggulan yang signifikan dalam pertempuran melawan pasukan pribumi.

Aliansi dengan Suku-suku Lain: Portugis mungkin juga berhasil membangun aliansi dengan suku-suku lokal lain di Maluku, yang membantu mereka dalam mempertahankan kekuasaan dan melawan upaya perlawanan Sultan Babullah.

Pembagian di Kalangan Bangsawan: Sultan Babullah mungkin menghadapi pembagian di kalangan bangsawan dan elit lokal di Maluku. Perselisihan internal dan perpecahan politik di antara kelompok-kelompok lokal bisa mengurangi kesatuan dan efektivitas perlawanan mereka terhadap Portugis.

Keterbatasan Sumber Daya: Sultan Babullah dan pasukannya mungkin mengalami keterbatasan dalam sumber daya manusia, sen-jata, dan dukungan logistik lainnya untuk menghadapi kekuatan Portugis yang telah mapan di wilayah tersebut.

Strategi Portugis yang Cermat: Portugis mungkin telah mengadopsi strategi politik, militer, dan diplomasi yang cermat untuk memperkuat kedudukan mereka di Maluku dan mengatasi upaya perlawanan Sultan Babullah.

Faktor Eksternal: Faktor-faktor eksternal seperti ketidakstabilan politik atau konflik di luar wilayah Maluku juga dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan upaya perlawanan Sultan Babullah terhadap Portugis.


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

15

5.0

Jawaban terverifikasi