Fayha I

19 April 2022 06:01

Iklan

Fayha I

19 April 2022 06:01

Pertanyaan

Ringkasan perjuangan perlawanan rakyat Maluku

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

13

:

06

:

42

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Halimah

Mahasiswa/Alumni Universitas Indraprasta PGRI

15 Mei 2022 16:15

Jawaban terverifikasi

Perlawanan rakyat Maluku dalam melawan penjajah dibagi menjadi periode perlawanan terhadap Portugis dan juga perlawanan terhadap Belanda. Perlawanan rakyat Maluku terhadap Portugis yang dipimpin oleh Sultan Babullah berhasil mengusir Portugis dari Maluku, namun perlawanan rakyat Maluku yang dipimpin oleh Pattimura tidak berhasil sehingga Pattimura sebagai pemimpin perlawanan ditangkap dan dihukum mati. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut. 1. Perlawanan rakyat terhadap Portugis Berdasarkan Perjanjian Saragosa pada tahun 1529, Portugis tetap menguasai daerah-daerah di Maluku. Sejak saat itu pengaruh Portugis di Maluku semakin besar. Portugis berhasil memaksakan monopoli perdagangannya sehingga rakyat Maluku mengalami kerugian dan juga kehilangan kebebasannya dalam berdagang. Selain itu Portugis mulai mencampuri urusan pemerintahan kerajaan-kerajaan yang ada di Maluku. Akhirnya pada tahun 1531 berkobarlah perlawanan rakyat Maluku terhadap kekuasaan Portugis di Kerajaan Ternate. Saat itu Sultan Ternate menyerukan kepada rakyatnya dari wilayah Irian sampai Pulau Jawa untuk bersatu melawan Portugis. Perang masih berlanjut hingga tahun 1570 an, yang dipimpin oleh Sultan Babullah akibat terbunuhnya Sultan Hairun. Perlawanan yang dipimpin oleh Sultan Babullah akhirnya berhasil mengusir Portugis dari Ambon pada tahun 1605. 2. Perlawanan rakyat terhadap Belanda Setelah VOC bubar, masa pemerintahan Belanda di Indonesia Diteruskan oleh kerajaan Belanda. Begitu juga dengan wilayah Maluku, dimana penjajahan masih berlanjut di bawah kerajaan Belanda. Kedatangan kembali Belanda ke Maluku menyebabkan rakyat Maluku gelisah karena sebelumnya VOC pernah menindas rakyat Maluku. Akhirnya pada tanggal 15 Mei di tahun 1817 rakyat Maluku mulai bergerak dengan membakar perahu-perahu Belanda yang ada di pelabuhan Porto. Maluku terhadap Belanda dipimpin oleh Kapitan Pattimura. Pasukan yang dipimpin oleh Pattimura mengapung benteng Duurstede milik Belanda. Ini berakhir pada bulan Desember di tahun 1817, yang ditandai dengan ditangkapnya Pattimura. Setelah itu Pattimura dihukum mati di tiang gantungan di Kota Ambon. Dengan demikian, perlawanan rakyat Maluku dalam melawan penjajah dibagi menjadi periode perlawanan terhadap Portugis dan juga perlawanan terhadap Belanda. Perlawanan rakyat Maluku terhadap Portugis yang dipimpin oleh Sultan Babullah berhasil mengusir Portugis dari Maluku, namun perlawanan rakyat Maluku yang dipimpin oleh Pattimura tidak berhasil sehingga Pattimura sebagai pemimpin perlawanan ditangkap dan dihukum mati. Semoga membantu yaa :))


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

14

5.0

Jawaban terverifikasi