Ruslan R

13 Februari 2022 21:09

Iklan

Ruslan R

13 Februari 2022 21:09

Pertanyaan

Rakyat Indonesia sangat mendambakan hasil pelaksanaan Pemilu 1955, tetapi harapan rakyat hanya sekedar harapan dan tidak pernah menjadi kenyataan. Hal ini disebabkan... a. kondisi ekonomi dan politik tidak menjadi lebih baik b. pemenang pemilu terdiri atas PNI Masyumi, NU dan PKI c. konstituante gagal menyusun UUD sebagai pengganti UUDS d. adanya intervensi Presiden Sukarno terhadap kinerja konstituante e. Presiden Sukarno mendorong memberlakukan konsepsi presiden

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

15

:

30

:

00

Klaim

3

4

Jawaban terverifikasi

Iklan

A. Tri

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Surabaya

14 Februari 2022 14:17

Jawaban terverifikasi

Halo Ruslan R, Kakak bantu jawab ya, Walaupun pemilu I tahun 1955 berjalan sukses, akan tetapi hasil pemilu tidak memenuhi harapan rakyat karena konstituante gagal menyusun UUD sebagai pengganti UUDS. Jawaban yang tepat adalah opsi C. Perhatikan penjelasan berikut ini ya, Pemilu pertama di Indonesia diadakan pada 29 September 1955 untuk memilih anggota DPR dan 15 Desember 1955 untuk memilih Dewan Konstituante. Pemilu tersebut berhasil berlangsung jujur dan adil, meskipun negara Indonesia baru merdeka selama 10 tahun. Dari hasil pemilihan umum, empat partai-partai terbesar adalah Partai Nasional Indonesia (PNI) dengan 8.434.653 suara (22.3%) dan 57 kursi, Masyumi dengan 7,903,886 suara (20,9%) dan 57 kursi, Nadlathul Ulama dengan 6,955,141 suara (18,4%) dan 45 kursi, serta Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan 6,176,914 suara (16,4%) dan 39 kursi. Akibat dari hasil ini, tidak ada partai politik yang memperoleh mayotas kursi di DPR. Sehingga tidak ada partai yang dapat membentuk langsung kabinet dan harus berkoalisi dengan partai lain. Ini membuat kondisi ketidakstabilan politik berlanjut. Kabinet yang dibentuk hasil pemilu 1955, Kabinet Ali Sastramojoyo II adalah hasil koalisi PNI dan Masyumi, namun hanya berlangsung kurang dari setahun (20 Maret 1956 – 4 Maret 1957) karena jatuh akibat pertentangan kedua partai. Kabinet ini kemudian digantikan Kabinet Djuanda (9 April 1957- 5 Juli 1959). Konstituante yang dipilih pemilu 1955 sebagai pembentuk undang-undang dasar baru pengganti Undang-Undang Dasar Sementara 1950 juga gagal menjalankan tugasnya. Kegagalan ini terutama tentang pertentangan tentang bentuk pemerintahan dan peran agama dalam pemerintahan. Akibat krisis politik dan ketidakpastian ini, Presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden 1959 yang mengembalikan UUD 1945 sebagai dasar negara, dan merubah sistem pemerintahan menjadi presidensial. Dekrit ini menandai berakhirnya masa Demokrasi Liberal dan dimulainya masa Demokrasi Terpimpin. Jadi, jawaban yang tepat adalah opsi C, Semoga bermanfaat ya !


Iklan

Sandrina A

22 Maret 2022 02:30

Pada masa demokrasi ilberal masing masing golongan mengutamakan kepentingan kelompoknya sehingga kabinet tidak berumur panjang. Hal ini berdampak terhadap


Raika D

06 Desember 2022 03:48

Pemerintah mengeluarkan kebijakan nasionalisasi de Javache Bank menjadi...


Missuyea M

07 November 2023 03:33

Hal ini tercermin dalam salah satu pidatonya yang dijadikan Manifesto Politik Republik Indonesia yaitu....


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

5

5.0

Jawaban terverifikasi