Ichaa I
14 Agustus 2022 06:45
Iklan
Ichaa I
14 Agustus 2022 06:45
Pertanyaan
2
1
Iklan
A. Jeremy
07 Agustus 2023 07:13
Dalam wacana tersebut, terkandung beberapa nilai karakter yang mendasari kerukunan dan solidaritas masyarakat suku Tengger, antara lain:
Saling Menghormati dan Kehadiran: Nilai menghormati dan kehadiran ditunjukkan melalui praktik sayan, di mana masyarakat suku Tengger saling menghormati dan hadir ketika diundang pada acara atau hajatan warga lain. Hal ini mencerminkan rasa saling menghargai dan kepedulian terhadap orang lain.
Berbagi dan Kebajikan: Tradisi membagi makanan pada hari raya dan saling mengundang makan tetangga menunjukkan nilai berbagi dan kebajikan. Masyarakat suku Tengger menghargai kebersamaan dan merayakan momen penting bersama-sama, tanpa memandang perbedaan agama.
Gotong Royong dan Solidaritas: Partisipasi dalam gotong royong, termasuk dalam pembangunan rumah ibadah, menunjukkan solidaritas dan rasa kebersamaan dalam masyarakat. Semua warga berpartisipasi tanpa terkecuali, menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi.
Sikap Dantu (Memberi Bantuan): Nilai sikap dantu, di mana warga yang pernah dibantu akan membantu kembali, menunjukkan sikap tolong-menolong dan saling membantu dalam kehidupan sehari-hari. Ini mencerminkan kebersamaan dan keterikatan sosial yang kuat dalam masyarakat.
Melalui nilai-nilai karakter ini, kerukunan dan solidaritas dalam masyarakat suku Tengger dapat terjaga dan meningkat. Praktik-praktik sosial seperti sayan, genten cecelukan, gotong royong, dan dantu membantu membangun ikatan sosial yang kuat antarwarga, tanpa memandang perbedaan agama atau latar belakang lainnya. Hal ini mencerminkan semangat kebersamaan dan saling peduli dalam membangun kehidupan yang harmonis dan penuh kerukunan.
· 0.0 (0)
Iklan
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!