Ichaa I

14 Agustus 2022 06:45

Iklan

Ichaa I

14 Agustus 2022 06:45

Pertanyaan

Praktik Kerukunan pada Masyarakat Suku Tengger Masyarakat suku Tengger hidup penuh dengan kerukunan meskipun mereka memiliki perbedaan latar belakang agama. kerukunan masyarakat suku Tengger terilihat dari praktik-praktik sosial yang biasa mereka lakukan setiap hari. Pada masyarakat suku Tengger praktik saling menghormati ditunjukkan dengan kesediaan memenuhi undangan dari orang lain. Praktik ini disebut dengan istilah sayan. Apabila seseorang mendapatkan undangan untuk menghadiri hajatan warga lain, ia harus hadir, begitu pula sebaliknya.Tradisi membagi makanan juga menjadi praktik yang biasa dilakukan, terutama pada saat hari raya. Sebagai contoh, pada hari raya Karo terdapat tradisi genten cecelukan, yaitu tradisi saling mengundang makan tetangga. Dalam kehidupan secara kolektif pun, masyarakat suku Tengger melakukan kegiatan bersama-sama seperti gotong royong tanpa membeda bedakan agama.Bahkan uniknya,dalam pembangunan rumah ibadah semua orang turut berpartisipasi tanpa terkecuali. Untuk kegiatan yang merupakan kepentingan pribadi seperti hajatan dan rumah ibadah semua warga turut berpartisipasi, tanpa membangun atau memperbaiki rumah, warga suku Tengger juga saling Dantu atau atau pekerjaan, warga lain akan membantu. Selanjutnya, ketika warga lain memiliki sebut dengan istilah gentenan. Dalam tradisi gentenan, ketika nejatan atau pekerjaan, warga yang pernah dibantu akan membantu. Demikian seterusnya. Nilai Karakter apa yang terkandung dalam wacana tersebut? Kemukakan pendapat Anda Perlu Anda pahami, melalui tradisi tersebut kerukunan dan solidaritas masyarakat suku Tengger makin meningkat.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

03

:

59

:

35

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

A. Jeremy

07 Agustus 2023 07:13

Jawaban terverifikasi

<p>Dalam wacana tersebut, terkandung beberapa nilai karakter yang mendasari kerukunan dan solidaritas masyarakat suku Tengger, antara lain:</p><p>Saling Menghormati dan Kehadiran: Nilai menghormati dan kehadiran ditunjukkan melalui praktik sayan, di mana masyarakat suku Tengger saling menghormati dan hadir ketika diundang pada acara atau hajatan warga lain. Hal ini mencerminkan rasa saling menghargai dan kepedulian terhadap orang lain.</p><p>Berbagi dan Kebajikan: Tradisi membagi makanan pada hari raya dan saling mengundang makan tetangga menunjukkan nilai berbagi dan kebajikan. Masyarakat suku Tengger menghargai kebersamaan dan merayakan momen penting bersama-sama, tanpa memandang perbedaan agama.</p><p>Gotong Royong dan Solidaritas: Partisipasi dalam gotong royong, termasuk dalam pembangunan rumah ibadah, menunjukkan solidaritas dan rasa kebersamaan dalam masyarakat. Semua warga berpartisipasi tanpa terkecuali, menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi.</p><p>Sikap Dantu (Memberi Bantuan): Nilai sikap dantu, di mana warga yang pernah dibantu akan membantu kembali, menunjukkan sikap tolong-menolong dan saling membantu dalam kehidupan sehari-hari. Ini mencerminkan kebersamaan dan keterikatan sosial yang kuat dalam masyarakat.</p><p>Melalui nilai-nilai karakter ini, kerukunan dan solidaritas dalam masyarakat suku Tengger dapat terjaga dan meningkat. Praktik-praktik sosial seperti sayan, genten cecelukan, gotong royong, dan dantu membantu membangun ikatan sosial yang kuat antarwarga, tanpa memandang perbedaan agama atau latar belakang lainnya. Hal ini mencerminkan semangat kebersamaan dan saling peduli dalam membangun kehidupan yang harmonis dan penuh kerukunan.</p>

Dalam wacana tersebut, terkandung beberapa nilai karakter yang mendasari kerukunan dan solidaritas masyarakat suku Tengger, antara lain:

Saling Menghormati dan Kehadiran: Nilai menghormati dan kehadiran ditunjukkan melalui praktik sayan, di mana masyarakat suku Tengger saling menghormati dan hadir ketika diundang pada acara atau hajatan warga lain. Hal ini mencerminkan rasa saling menghargai dan kepedulian terhadap orang lain.

Berbagi dan Kebajikan: Tradisi membagi makanan pada hari raya dan saling mengundang makan tetangga menunjukkan nilai berbagi dan kebajikan. Masyarakat suku Tengger menghargai kebersamaan dan merayakan momen penting bersama-sama, tanpa memandang perbedaan agama.

Gotong Royong dan Solidaritas: Partisipasi dalam gotong royong, termasuk dalam pembangunan rumah ibadah, menunjukkan solidaritas dan rasa kebersamaan dalam masyarakat. Semua warga berpartisipasi tanpa terkecuali, menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi.

Sikap Dantu (Memberi Bantuan): Nilai sikap dantu, di mana warga yang pernah dibantu akan membantu kembali, menunjukkan sikap tolong-menolong dan saling membantu dalam kehidupan sehari-hari. Ini mencerminkan kebersamaan dan keterikatan sosial yang kuat dalam masyarakat.

Melalui nilai-nilai karakter ini, kerukunan dan solidaritas dalam masyarakat suku Tengger dapat terjaga dan meningkat. Praktik-praktik sosial seperti sayan, genten cecelukan, gotong royong, dan dantu membantu membangun ikatan sosial yang kuat antarwarga, tanpa memandang perbedaan agama atau latar belakang lainnya. Hal ini mencerminkan semangat kebersamaan dan saling peduli dalam membangun kehidupan yang harmonis dan penuh kerukunan.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Identifikasikan lima dampak positif konflik sosial!

15

5.0

Jawaban terverifikasi