Fajrin Y

01 Maret 2022 06:13

Iklan

Fajrin Y

01 Maret 2022 06:13

Pertanyaan

Perhatikan wacana berikut. Mobilitas/migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas negara (migrasi internasional). Dengan kata lain migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain. Migran menurut dimensi waktu adalah orang yang berpindah ke tempat lain dengan tujuan menetap dalam waktu enam bulan atau lebih. Migran sirkuler (migrasi musiman) adalah orang yang berpindah tempat tetapi tidak bermaksud menetap di tempat tujuan. Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2010 adalah sekitar 230 juta jiwa lebih, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan penduduk ke empat terbanyak di dunia. Jumlah penduduk ini bisa menjadi potensi yang besar dalam melakukan proses pembangunan, namun hal ini juga dapat menjadi beban dalam proses pembangunan apabila berkualitas rendah. Hal ini dapat terwujud dengan berupaya dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk pada wilayah tersebut serta menyeimbangkan komposisi dan distribusi penduduk. Saat ini isu kependudukan dunia tidak lagi berfokus terhadap penurunan tingkat fertilitas saja, tetapi migrasi mempunyai peranan juga dalam menentukan tingkat pertumbuhan penduduk. Tetapi juga karena desa-desa bertambah maju dan penduduk desa tersebut, siap atau tidak, karena desanya berubah menjadi kota, dengan otomatis dan secara bersama-sama berubah menjadi “penduduk kota" atau "penduduk urban". Dapat diketahui bahwa penduduk di pulau Jawa dan Bali lebih dari separuhnya terdapat di perkotaan yaitu 58,75%. Bagaimana cara mengkaji fenomena tersebut dalam ilmu geografi?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

02

:

59

:

48

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

R. Nabilah

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

03 Maret 2022 06:35

Jawaban terverifikasi

Halo Fajrin, kakak bantu jawab ya. Ilmu geografi dapat mengkaji fenomena tersebut dengan menggunakan pendekatan kompleks wilayah. Berikut adalah penjelasannya. Ilmu geografi dapat mengkaji fenomena tersebut dengan menggunakan pendekatan kompleks wilayah. Pendekatan kompleks wilayah yaitu gabungan dari pendekatan keruangan dan pendekatan kelingkungan, artinya pendekatan ini memperhatikan aspek-aspek keruangan dan kelingkungan dari masing-masing wilayah. Fenomena migrasi melibatkan dua wilayah, sehingga dapat terlihat perubahan pada aspek-aspek keruangan daan kelingkungan sebelum dan sesudah adanya migrasi. Daerah tujuan migrasi akan mengalami penambahan/pertumbuhan jumlah penduduk, selain itu dapat terjadi perubahan penggunaan lahan karena kebutuhan permukiman semakin bertambah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ilmu geografi dapat mengkaji fenomena tersebut dengan menggunakan pendekatan kompleks wilayah. Semoga membantu ya!


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

indonesia merupakan negara yang sangat subur yang mana sektor pertanian sangat berpotensi untuk menjadi pendorong kemajuan nasional, namun saaat ini sektor agrikutur masih mengalami banyak hambatan, jelaskan yang menjadi penghambat perkembangan agrikultur di indonesia

38

3.7

Jawaban terverifikasi