Anonim N

28 November 2022 12:00

Iklan

Anonim N

28 November 2022 12:00

Pertanyaan

Perhatikan karakteristik di bawah ini! 1) berlakunya demokrasi terpimpin dalam penyelenggaraaan negara Indonesia 2) adanya perubahan dari sistem presidensil ke parlementer pada masa ini terjadi beberapa kali pergantian kabinet 3) adanya tekad bangsa Indonesia untuk melakukan reformasi 4)Ir. Soekarno sebagai presiden Indonesia saat itu menandatangani UUDS 1950 5) Berlakunya Konstitusi RIS. Urutan dinamika perkembangan persatuan dan kesatuan ditunjukkan oleh angka........... A 1), 2), 4), 5) dan 3) B 1), 3), 5), 4) dan 2) C 2), 5), 4), 1) dan 3) D 3), 2), 1), 5) dan 4) E 4), 5), 2), 1) dan

Perhatikan karakteristik di bawah ini! 

1) berlakunya demokrasi terpimpin dalam penyelenggaraaan negara Indonesia 

2) adanya perubahan dari sistem presidensil ke parlementer pada masa ini terjadi beberapa kali pergantian kabinet 

3) adanya tekad bangsa Indonesia untuk melakukan reformasi

 4)Ir. Soekarno sebagai presiden Indonesia saat itu menandatangani UUDS 1950 

5) Berlakunya Konstitusi RIS.

Urutan dinamika perkembangan persatuan dan kesatuan ditunjukkan oleh angka...........

A 1), 2), 4), 5) dan 3)

B 1), 3), 5), 4) dan 2)

C 2), 5), 4), 1) dan 3)

D 3), 2), 1), 5) dan 4)

E 4), 5), 2), 1) dan

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

05

:

49

:

25

Klaim

9

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

K. KSheilaTA

07 Februari 2023 02:38

Jawaban terverifikasi

<p><strong>Jawaban: C. 2), 5), 4), 1) dan 3).</strong></p><p>&nbsp;</p><p><strong>Pembahasan:</strong></p><p>Persatuan dan kesatuan bangsa adalah cita-cita luhur bangsa Indonesia dari jaman kerajaan sampai Proklamasi. Bahkan Proklamasi Kemerdekaan dapat diraih setelah kesadaran akan semangat persatuan dan kesatuan yang diawali oleh era Kebangkitan Nasional.&nbsp;</p><p>Namun, setelah tercapainya Kemerdekaan RI, pergerakan persatuan dan kesatuan bangsa diuji dalam menstabilkan pemerintahan Republik Indonesia. <strong>Pergerakan demokrasi yang mempengaruhi persatuan dan kesatuan bangsa diawali dari:</strong></p><ol><li>Setelah Kemerdekaan (1945 - 1949), dimana pada massa ini berlaku Demokrasi Parlementer sehingga pada massa ini <strong>pemerintahan Indonesia beralih dari Presidensiil menjadi Parlementer</strong>.</li><li><strong>Republik Indonesia Serikat (RIS: 1949 - 1950)</strong>. Pada massa Demokrasi Parlementer, Kabinet Parlementer tidak berlangsung lama karena terbentuknya Republik Indonesia Serikat sebagai wujud kesepakatan antara Indonesia, Belanda, dan <i>Bijeenkomst voor Federal Overleg</i> (BFO) pada Konferensi Meja Bundar (KMB) sehingga pada massa ini berlaku Konstitusi RIS. RIS tidak berlangsung berlangsung lama, karena banyak gejolak yang terjadi dengan menuntut kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).</li><li>Pada 15 Agustus 1950, bentuk pemerintahan Indonesia secara resmi kembali ke NKRI setelah penggabungan pemerintahan RIS dan RI di hadapan sidang DPR dan senat.&nbsp;Pada saat inilah <strong>Konstitusi RIS diubah menjadi Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia (yang selanjutnya dikenal sebagai UUDS 1950) berdasarkan UU RIS Nomor 7 Tahun 1950 oleh Ir. Soekarno yang saat itu sebagai Presiden RI</strong>.</li><li>Pada tanggal 5 Juli 1959, Ir. Soekarno sebagai presiden untuk mengeluarkan Dekrit Presiden yang menentukan berlakunya kembali ke UUD 1945 dan berakhirnya Demokrasi Parlementer di Indonesia dan diawalinya <strong>Demokrasi Terpimpin</strong> di Indonesia (1959 - 1966).</li><li>Namun, Demokrasi Terpimpin telah menyimpang dari demokrasi konstitusional dan lebih menampilkan beberapa aspek dari demokrasi rakyat. Hal ini ditandai dengan dominasi Presiden, terbatasnya peran partai politik, perkembangan pengaruh komunis, dan peran ABRI sebagai unsur sosial-politik semakin meluas.&nbsp;</li><li>Perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa tidak berhenti sampai di sini. Perubahan-demi perubahan bangsa Indonesia terus dilakukan baik pada masa Demokrasi Pancasila sampai sekarang.</li></ol><p>&nbsp;</p><p><strong><u>Dengan demikian, urutan dinamika perkembangan persatuan dan kesatuan ditunjukkan oleh angka C. 2), 5), 4), 1) dan 3).</u></strong></p>

Jawaban: C. 2), 5), 4), 1) dan 3).

 

Pembahasan:

Persatuan dan kesatuan bangsa adalah cita-cita luhur bangsa Indonesia dari jaman kerajaan sampai Proklamasi. Bahkan Proklamasi Kemerdekaan dapat diraih setelah kesadaran akan semangat persatuan dan kesatuan yang diawali oleh era Kebangkitan Nasional. 

Namun, setelah tercapainya Kemerdekaan RI, pergerakan persatuan dan kesatuan bangsa diuji dalam menstabilkan pemerintahan Republik Indonesia. Pergerakan demokrasi yang mempengaruhi persatuan dan kesatuan bangsa diawali dari:

  1. Setelah Kemerdekaan (1945 - 1949), dimana pada massa ini berlaku Demokrasi Parlementer sehingga pada massa ini pemerintahan Indonesia beralih dari Presidensiil menjadi Parlementer.
  2. Republik Indonesia Serikat (RIS: 1949 - 1950). Pada massa Demokrasi Parlementer, Kabinet Parlementer tidak berlangsung lama karena terbentuknya Republik Indonesia Serikat sebagai wujud kesepakatan antara Indonesia, Belanda, dan Bijeenkomst voor Federal Overleg (BFO) pada Konferensi Meja Bundar (KMB) sehingga pada massa ini berlaku Konstitusi RIS. RIS tidak berlangsung berlangsung lama, karena banyak gejolak yang terjadi dengan menuntut kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
  3. Pada 15 Agustus 1950, bentuk pemerintahan Indonesia secara resmi kembali ke NKRI setelah penggabungan pemerintahan RIS dan RI di hadapan sidang DPR dan senat. Pada saat inilah Konstitusi RIS diubah menjadi Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia (yang selanjutnya dikenal sebagai UUDS 1950) berdasarkan UU RIS Nomor 7 Tahun 1950 oleh Ir. Soekarno yang saat itu sebagai Presiden RI.
  4. Pada tanggal 5 Juli 1959, Ir. Soekarno sebagai presiden untuk mengeluarkan Dekrit Presiden yang menentukan berlakunya kembali ke UUD 1945 dan berakhirnya Demokrasi Parlementer di Indonesia dan diawalinya Demokrasi Terpimpin di Indonesia (1959 - 1966).
  5. Namun, Demokrasi Terpimpin telah menyimpang dari demokrasi konstitusional dan lebih menampilkan beberapa aspek dari demokrasi rakyat. Hal ini ditandai dengan dominasi Presiden, terbatasnya peran partai politik, perkembangan pengaruh komunis, dan peran ABRI sebagai unsur sosial-politik semakin meluas. 
  6. Perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa tidak berhenti sampai di sini. Perubahan-demi perubahan bangsa Indonesia terus dilakukan baik pada masa Demokrasi Pancasila sampai sekarang.

 

Dengan demikian, urutan dinamika perkembangan persatuan dan kesatuan ditunjukkan oleh angka C. 2), 5), 4), 1) dan 3).


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Upaya yang dapat dilakukan pelajar dalam rangka mendukung upaya bela negara adalah…

16

3.7

Jawaban terverifikasi

1.Bagaimana hubungan antar Perundang - undangan sesuai dg herarkis tata urutan ? 2. Simaklah beberapa peraturan perundangan apakah peraturan tersebut SBG terjemahan atas peraturan perundangan atau tumpang tindih ? ( UU no 12 Tahun 2011, UU no 23Tahun 2014, UU No 25 Tahun 2004 ) 3 . Tuliskan peraturan perundangan yg di undangkan atas perintah TAP MPR NO I / MPR/ 2003 4.sebutkan produk UU atas perintah UUD NRI Tahun 1945 ( pasal18, pasal 22, pasal 23, Pasal 26 , Pasal 27,pasal ,pasal 28, pasal 29, pasal 30 ,pasal 31 dan pasal 33 )

10

2.2

Lihat jawaban (3)