Monica A

11 Februari 2022 07:11

Iklan

Monica A

11 Februari 2022 07:11

Pertanyaan

Perhatikan alur berpikir berikut! Agar menjadi konsep yang padu, kotak huruf X seharusnya di isi dengan .... A. Perhimpunan Indonesia. B. Indische Partij C. Sarikat Islam. D. Budi Utomo.

alt

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

22

:

48

:

13

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

P. Rafika

Mahasiswa/Alumni Universitas Indonesia

15 Februari 2022 04:55

Jawaban terverifikasi

Hai Monica A., kakak bantu jawab ya. Jawaban yang tepat untuk pertanyaan di atas adalah D. Untuk lebih detailnya, yuk simak penjelasan berikut. Kebijakan-kebijakan Belanda selama menjajah Indonesia mendapat kritik dari politikus dan intelektual di Hindia Belanda, yaitu C.Th. Van Deventer. Kritiknya disampaikan dalam tulisan yang berjudul “Een Eereschlud’ (utang kehormatan), yang dimuat majalah De Gids (1899). Dalam tulisannya, Van Deventer mengatakan bahwa pemerintah Hindia Belanda telah mengeksploitasi wilayah jajahannya untuk membangun negeri mereka dan memperoleh keuntungan yang besar. Oleh karena itu, sudah sewajarnya Belanda membayar utang budi itu dengan meningkatkan kesejahteraan rakyat di negara jajahan. Menurut Van Deventer, politik etis yaitu pemberian edukasi, irigasi, dan migrasi merupakan cara untuk membalas budi tersebut. Beberapa kelompok sependapat dengan pandangan Van Deventer. Ratu Belanda, Wilhelmina menyetujui kritikan tersebut, dengan memberlakukan dilaksanakannya politik etis di Hindia Belanda pada 1901. Dampak diterapkannya edukasi (pribumi mendapat pendidikan Barat), kemudian memunculkan sekelompok kecil intelektual bumiputra. Kelompok inilah yang memiliki kesadaran, bahwa rakyat bumiputra harus mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain untuk mencapai kemajuan. Golongan intelektual bumiputra itu disebut “priyayi baru” atau elite modern. Sebagian elite modern tersebut berprofesi sebagai guru dan jurnalis di kota-kota. Pendidikan dan pers itu pula menjadi sarana untuk menyalurkan ide-ide dan pemikiran mereka yang ingin membawa kemajuan. Selain itu, muncul juga ide pembebasan bangsa dari segala bentuk penindasan serta kolonialisme Belanda. Elite modern ini juga nantinya menjadi motor pada zaman pergerakan nasional. Zaman pergerakan nasional dimulai sejak 1908, merupakan dimulai perjuangan melalui organisasi modern. Organisasi tersebut didirikan oleh kaum elite baru atau kaum terpelajar. Organisasi ini merupakan wadah bagi kaum pergerakan untuk mencapai tujuan yang disebutkan di atas. Pada masa ini lahir organisasi yang bercita-cita kemerdekaan, dengan cakupan nasional maupun daerah. Selain bergerak dalam bidang politik, organisasi yang terbentuk pada masa tersebut juga bergerak dalam bidang sosial dan pendidikan. Organisasi bumiputra pertama yang menjadi tonggak pergerakan nasional, yaitu Budi Utomo. Budi Utomo lahir pada 20 Mei 1908 berdasarkan gagasan siswa-siswa STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) atau Sekolah Kedokteran Jawa. Diantara tokohnya, yaitu R. Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Soeradji Tirtonegoro, Gondo Soewarno, Soelaiman, Angka Prodjosoedirdjo, M. Soewarno, Mohammad Saleh, dan RM. Organisasi ini dianggap sebagai organisasi nasional modern pertama dikarenakan memiliki struktur organisasi serta anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi. Oleh karena itu, tanda "X" untuk melengkapi gambar di atas yaitu organisasi Budi Utomo. Semoga membantu yaa.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

19

5.0

Jawaban terverifikasi