Laela L

21 Maret 2020 13:20

Pertanyaan

Perbedaan pemilu 1955, orde baru, reformasi meliputi peserta pemilu, tujuan, pelaksanaan, keikutsertaan TNI/polri, pemenang.


138

1

Jawaban terverifikasi

R. Kamila

Mahasiswa/Alumni Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

11 Januari 2022 08:25

Jawaban terverifikasi

Halo Laela L, Kakak bantu jawab ya. Pemilihan Umum di Indonesia telah tejadi beberapa kali dan memilikiaturannya masing-masing. Mulai dari Pemilu 1955, Pemilu masa orde baru yakni 1971, 1977, 1982, 1987 dan 1997, dan Pemilu era reformasi yakni 1999, 2004 da 2009. Ketigaya memiliki aturan-aturan tersendiri dalam penyelenggaraan pemilu di Indonesia. Yuk pahami penjelasan berikut. Pemilihan umum adalah suatu proses untuk memilih orang-orang yang akan meduduki kursi pemerintahan. Tujuan diselenggarkannya Pemilihan Umum adalah untuk memilih wakil rakyat dan wakil daerah untuk membentuk pemerintahan yang demokratis, kuat dan memperoleh dukungan rakyat dalam rangka mewujudkan tujuan nasional. Berikut ini uraian pemilu yang terjadi di Indonesia , sebagai berikut : - Pemilihan umum tahun 1955 Pemilu pada tahun 1955 itu adalah pemilu yang pertama di Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 tahun 1953, pemilu tahun 1955 itu dilaksanakan tujuanya dalam rangka memilih anggota-anggota parlemen (DPR) dan Konstituante. Sistem yang digunakan pada Pemilu 1955 adalah sistem perwakilan proporsional. Berdasarkan sistem ini, wilayah Indonesia dibagi menjadi 16 daerah pemilihan. Tetapi pada pelaksanaannya , hanya 15 daerah karena Irian Barat gagal melaksanakan Pemilu sebab masih dikuasai oleh Belanda. Dalam pelaksanaan Pemilu 1955 dibagi menjadi dua tahap berdasarkan tujuannya, yaitu: 1. Tahap pertama merupakan pemilu untuk memilih anggota DPR. Tahap ini diselenggarakan pada tanggal 29 September 1955 dengan diikuti oleh 29 partai politik dan individu. 2. Tahap kedua merupakan pemilu untuk memilih anggota Konstituante. Tahap ini diselenggarakan pada tanggal 15 Desember 1955. Pada pemilu tahun 1955 ini, anggota TNI dan Polri boleh menggunakan hak pilih mereka dalam pemilu. - Pemilu Orde Baru Rezim orde baru ingin melaksanakan pemilu untuk membuktikkan bahwa rezim Soeharto juga dengan melaksanaan pemilihan umum. Untuk sama-sama memikirkan bagaimana membangun kekuatan politik untuk menguatkan kaki tangan dan fondasi kekuasaan orde baru. Deskripsi singkat tentang pemilu orde baru, sebagai berikut : 1. Ada 6 Kali pemilihan sepanjang orde baru (1971, 1977, 1982, 1987 dan 1997). 2. Dari 6 kali pemilu tersebut, hanya pemilu 1971 yang diikuti oleh 10 partai politik. Selebihnya diikuti oleh 3 partai politik. 3. Peserta pemilu 1971 adalah golkar. Kemudian PNI, Parkindo, Murba, IPKI, dan partai katolik. Setelah pemilu 1971, 5 partai ini bergabung menjadi satu yakni PDI. Berikutnya pemilu 1971 diikuti oleh NU, Parmusi, PSII da Perti. Setelah pemilu 1971, keempat partai ini bergabung menjadi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Hingga pemilu 1997, hanya ada 3 peserta pemilu yaitu Golkar, PDI, dan PPP. 4. Pada pemilu orde baru anggoa TNI dan ABRI ikut melaksanakan pemilu orde baru. 5. Pada pelaksanaan pemilu orde baru, Golongan Karya meraih suara terbanyak. - Pemilu Era Reformasi Pasca jatuhnya pemerintahan Orde Baru tahun 21 Mei 1998, Rakyat Indonesia melaksanakan pemilu masa reformasi yang dimulai pada tahun 1999. Adapun deskripsi singkat pemilu masa reformasi, sebagai berikut : - Pemilu dilaksanakan tiga kali pada masa reformasi, yakni Pemilu 1999, pemilu 2004, da pemilu 2009. - Pemilu dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum, badan yang mandiri atau terbebas dari unsur partai politik dan pemerintah, serta diawasi oleh badan pengawas pemilu. Sehingga posisi anggota TNI da Polri bisa dikatakan tidak berpartisipasi dalam pemilihan umum. - Peserta pemilu tidak hanya dua partai politik dan satu golongan. Tetapi pemilu diikuti oleh partai politik atau peserta pemilu yang memenuhi syarat tertentu. - Pemilu 1999 ditujukan untuk memilih anggota DPR dan DPRD. Pemilu 2004, Hal ini dikarenakan selain demokratis dan bertujuan memilih anggota DPR dan DPRD, Pemilu 2004 juga memilih Dewan Perwakilan daerah (DPD) dan memilih Pesiden dan Wakil Presiden tidak dilakukan secara terpisah. Begitu juga pada pemilu 2009. - Penyelenggaraan pemilu dilaksanakan pada hari libur atau hari yang diliburkan. - Peserta pemilu tidak hanya dua partai politik dan satu golongan. Tetapi pemilu diikuti oleh partai politik atau peserta pemilu yang memenuhi syarat tertentu. - Pada 2004, suara terbanyak dimenangkan oleh SBY dan Jusuf Kalla. dan 17 partai politik berhasil mendapat kursi di parlemen daru-i 24 partai politik peserta pemilu. Semoga membantu.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Tanya ke Forum

Roboguru Plus

Chat Tutor

Pertanyaan serupa

Apa yang dimaksud dengan pra aksara

10

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan