Emran E

10 Februari 2022 08:37

Iklan

Emran E

10 Februari 2022 08:37

Pertanyaan

Pengaruh perubahan ruang dan interaksi antarruang terhadap keberlangsungan kehidupan politik negara ASEAN salah satunya adalah kasus sengketa perbatasan wilayah, pulau yang menjadi sengketa antara Indonesia dan Malaysia adalah...

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

05

:

38

:

01

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

P. Rafika

Mahasiswa/Alumni Universitas Indonesia

13 Februari 2022 05:52

Jawaban terverifikasi

Hai Emran E., kakak bantu jawab ya. Pulau yang menjadi sengketa Indonesia dengan Malaysia, yaitu pulau Sipadan dan Ligitan. Untuk lebih detailnya, yuk simak penjelasan berikut. Ada beberapa aspek yang menjadi pengaruh perubahan dari interaksi keruangan terhadap kehidupan di negara-negara Association of Southeast Asian Nations (ASEAN). Salah satu dampak dari perubahan interaksi antarruang terjadi pada kehidupan politik. Selain itu, pengaruh interaksi ruang antarnegara di bidang politik ini juga bisa membuat perubahan pada kebijakan pemerintahan di banyak wilayah. Ada beberapa kasus yang menjadi sorotan antara lain, adanya sengketa perbatasan wilayah menjadi persoalan di beberapa negara ASEAN, contohnya, pulau Sipadan dan Ligitan diklaim oleh Malaysia. Sipadan dan Ligitan merupakan pulau dari rangkaian kepulauan yang ada di Selat Makassar, yaitu di perbatasan antara Kalimantan Timur dan Sabah (Malaysia Timur). Perebutan klaim atas kedua pulau ini sudah ada sejak 1967, ketika terselenggara pertemuan teknis mengenai hukum laut antara Indonesia dan Malaysia. Pada pertemuan itu, Indonesia menyebutkan batas-batas wilayahnya yang juga termasuk Pulau Ligitan dan Sipadan. Sementara, Malaysia keberatan karena kedua pulau ini menurutnya milik mereka. Sebagai langkah lanjut dari keberatan tersebut, Malaysia memasukkan Pulau Ligitan dan Sipadan di dalam peta nasionalnya. Berdasarkan aspek ekonomi, kedua pulau ini sebetulnya tidak memberi banyak keuntungan. Kendati begitu, aspek keadaulatan lebih diutamakan. Sebab, kehilangan tanah walau hanya sejengkal, sudah mengurangi kedaulatan negara tersebut. Perundingan mengenai sengketa ini dilakukan pada tahun 1992, 1992, 1994, dan 1996. Kedua pihak masing-masing menyebutkan bukti historis berdasarkan peninggalan saat masa penjajahan.Diakibatkan perundingan tak pernah membawa hasil, maka pada 21 Juni 1996 di Kuala Lumpur, perwakilan Indonesia, Moerdiono dan perwakilan Malaysia, Anwar Ibrahim, menandatangani laporan bersama yang ditujukan pada Presiden Soeharto dan Perdana Menteri Mahathir Mohammad. Isi laporan itu merekomendasikan agar sengketa kedua pulau ini dibawa ke Mahkamah Internasional. Pada Desember 2002, Mahkamah Internasional memutuskan untuk memberikan hak kepemilikan Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan kepada Malaysia Semoga membantu ya.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

5

5.0

Jawaban terverifikasi