Syafa S

25 September 2023 08:07

Iklan

Syafa S

25 September 2023 08:07

Pertanyaan

pengamalan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dapat dilakukan dengan cara pengamalan secara subjektif, artinya

pengamalan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dapat dilakukan dengan cara pengamalan secara subjektif, artinya

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

00

:

31

:

06

Klaim

7

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kevin L

Gold

25 September 2023 09:16

Jawaban terverifikasi

Pengamalan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara subjektif berarti penerapan nilai-nilai Pancasila oleh individu atau kelompok masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dengan keyakinan, sikap, dan tindakan yang sesuai dengan nilai-nilai tersebut. Cara ini melibatkan kesadaran dan keputusan individu untuk menginternalisasi dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan, seperti moral, etika, hubungan antarwarga, dan partisipasi dalam kehidupan politik. Contoh pengamalan Pancasila secara subjektif meliputi: 1. **Toleransi dan Kerukunan**: Individu menerapkan nilai Pancasila tentang toleransi antaragama dan antarsuku dalam kehidupan sehari-hari dengan menghormati perbedaan agama dan budaya, serta berusaha hidup berdampingan secara damai dengan sesama warga. 2. **Keadilan dan Kesetaraan**: Individu memegang teguh nilai-nilai Pancasila tentang keadilan sosial dan kesetaraan dengan tidak mendiskriminasi orang lain berdasarkan ras, agama, jenis kelamin, atau latar belakang lainnya. 3. **Partisipasi dalam Proses Demokratis**: Individu aktif berpartisipasi dalam proses demokratis, seperti pemilihan umum, untuk menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang sesuai dengan nilai Pancasila tentang demokrasi. 4. **Patriotisme dan Cinta Tanah Air**: Individu menunjukkan cinta pada tanah air dan kebanggaan menjadi bagian dari bangsa Indonesia, serta siap berkontribusi untuk kemajuan negara. Pengamalan Pancasila secara subjektif penting untuk menciptakan masyarakat yang menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dan menjadikannya bagian integral dari budaya dan kepribadian bangsa Indonesia. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya menjadi semacam dokumen atau slogan, tetapi juga menjadi landasan moral yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Iklan

Meikarlina S

Community

25 September 2023 09:53

Jawaban terverifikasi

<p>Pengamalan Pancasila secara subjektif berarti menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan dan perilaku sehari-hari secara pribadi. Ini melibatkan interpretasi dan pemahaman individu terhadap Pancasila dan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari.</p><p>Berikut adalah beberapa contoh pengamalan Pancasila secara subjektif:</p><p>1.&nbsp;Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa: Menghargai dan menghormati kepercayaan dan agama orang lain, berdoa sesuai dengan keyakinan agama masing-masing, dan menjalankan ibadah dengan tulus.</p><p>2.&nbsp;Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Menghormati hak asasi manusia, berperilaku sopan dan menghargai orang lain, tidak melakukan diskriminasi berdasarkan ras, agama, atau jenis kelamin.</p><p>3.&nbsp;Sila Ketiga, Persatuan Indonesia: Membangun rasa persatuan dan kebersamaan dengan sesama warga negara, menghargai kebhinekaan dan perbedaan budaya di Indonesia.</p><p>4.&nbsp;Sila Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Aktif dalam organisasi masyarakat, berpartisipasi dalam proses demokrasi seperti pemilihan umum, dan menghargai pendapat orang lain dalam diskusi atau debat.</p><p>5.&nbsp;Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Berperilaku adil dalam berbagai situasi, membantu yang lemah dan miskin, dan berusaha untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan sosial.</p><p>Penting untuk diingat bahwa pengamalan Pancasila secara subjektif mungkin berbeda-beda bagi setiap individu, tetapi tujuannya adalah untuk mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.</p>

Pengamalan Pancasila secara subjektif berarti menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan dan perilaku sehari-hari secara pribadi. Ini melibatkan interpretasi dan pemahaman individu terhadap Pancasila dan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut adalah beberapa contoh pengamalan Pancasila secara subjektif:

1. Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa: Menghargai dan menghormati kepercayaan dan agama orang lain, berdoa sesuai dengan keyakinan agama masing-masing, dan menjalankan ibadah dengan tulus.

2. Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Menghormati hak asasi manusia, berperilaku sopan dan menghargai orang lain, tidak melakukan diskriminasi berdasarkan ras, agama, atau jenis kelamin.

3. Sila Ketiga, Persatuan Indonesia: Membangun rasa persatuan dan kebersamaan dengan sesama warga negara, menghargai kebhinekaan dan perbedaan budaya di Indonesia.

4. Sila Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Aktif dalam organisasi masyarakat, berpartisipasi dalam proses demokrasi seperti pemilihan umum, dan menghargai pendapat orang lain dalam diskusi atau debat.

5. Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Berperilaku adil dalam berbagai situasi, membantu yang lemah dan miskin, dan berusaha untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan sosial.

Penting untuk diingat bahwa pengamalan Pancasila secara subjektif mungkin berbeda-beda bagi setiap individu, tetapi tujuannya adalah untuk mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Segala sumber kekayaan yang terdapat di Indonesia berada di bawah kekuasaan ... A. negara bekas penjajah B. pejabat negara yang berpengaruh C. pemerintah untuk kepentingan seluruh rakyat D. pihak swasta E. warga negara Indonesia

17

3.5

Jawaban terverifikasi