Celine K

15 Juli 2022 14:54

Iklan

Celine K

15 Juli 2022 14:54

Pertanyaan

Pemberontakan PETA di Blitar dapat dikatakan mengalami kegagalan sebab... . a. persenjataan Jepang lebih modern b. rencana pemberontakan sudah diketahui oleh Jepang c. tidak mendapat dukungan dari rakyat d. persiapan yang kurang matang

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

08

:

05

:

24

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

T. Teaching.Assistant.Shilvii

03 Desember 2022 20:25

Jawaban terverifikasi

<p>Pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar terjadi pada maa akhir pendudukan Jepang. Langkah yang dilakukan Jepang untuk menarik simpati bangsa Indonesia salah satunya adalah dengan membentuk organisasi militer dan semi militer yang melibatkan rakyat bumiputera. PETA merupakan salah satunya. PETA bertugas untuk memertahankan Jawa, Bali, dan Sumatera sebagai bentuk antisipasi jika sekutu menyerang.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Pembentukan PETA sendiri justru menghadirkan sikap nasionalis dan patriotis dari pemuda Indonesia. Hal inilah yang kemudian membentuk mereka untuk melakukan pembelaan terhadap nasib rakyat yang tersiksa di bawah kepempimpinan Jepang. &nbsp;Selain melakukan kerja paksa, masyarakat bumi putera juga dibenani pajak tinggi bahkan diambil hasil pertaniannya. Inilah yang kemudian menjadi faktor penyebab terjadinya Pemberontakan PETA.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Pembetontakan PETA di Blitar sendiri terjadi pada 14 Februari 1945 yang dipelopori oleh Soeprijadi, yakni anggota PETA yang berpangkat shodanco. &nbsp;Dalam melakukan pemberontakan, Soeprijadi berhasil membawa banyak perlengkapan termasuk persenjataan. Banyak tentara Jepang yang tewas dalam peristiwa ini, namun secara Jepang memberikan serangan balasan &nbsp;membuat Soeprijadi dan beberapa tentara lainnya ditangkap, sehingga rencana yang sudah dibuat menjadi gagal karena kurang memperhitungkan pergerakan tentara Jepang.</p><p>&nbsp;</p><p>Berdasarkan penjabaran di atas, jawaban yang paling tepat adalah D. Persiapan yang kurang matang</p><p>&nbsp;</p><p>Semoga membantu, ya!</p>

Pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar terjadi pada maa akhir pendudukan Jepang. Langkah yang dilakukan Jepang untuk menarik simpati bangsa Indonesia salah satunya adalah dengan membentuk organisasi militer dan semi militer yang melibatkan rakyat bumiputera. PETA merupakan salah satunya. PETA bertugas untuk memertahankan Jawa, Bali, dan Sumatera sebagai bentuk antisipasi jika sekutu menyerang. 

 

Pembentukan PETA sendiri justru menghadirkan sikap nasionalis dan patriotis dari pemuda Indonesia. Hal inilah yang kemudian membentuk mereka untuk melakukan pembelaan terhadap nasib rakyat yang tersiksa di bawah kepempimpinan Jepang.  Selain melakukan kerja paksa, masyarakat bumi putera juga dibenani pajak tinggi bahkan diambil hasil pertaniannya. Inilah yang kemudian menjadi faktor penyebab terjadinya Pemberontakan PETA. 

 

Pembetontakan PETA di Blitar sendiri terjadi pada 14 Februari 1945 yang dipelopori oleh Soeprijadi, yakni anggota PETA yang berpangkat shodanco.  Dalam melakukan pemberontakan, Soeprijadi berhasil membawa banyak perlengkapan termasuk persenjataan. Banyak tentara Jepang yang tewas dalam peristiwa ini, namun secara Jepang memberikan serangan balasan  membuat Soeprijadi dan beberapa tentara lainnya ditangkap, sehingga rencana yang sudah dibuat menjadi gagal karena kurang memperhitungkan pergerakan tentara Jepang.

 

Berdasarkan penjabaran di atas, jawaban yang paling tepat adalah D. Persiapan yang kurang matang

 

Semoga membantu, ya!


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

14

5.0

Jawaban terverifikasi