Dzikrina K

20 Juli 2024 08:38

Iklan

Dzikrina K

20 Juli 2024 08:38

Pertanyaan

pancasila dalam keseharian di masyarakat

pancasila dalam keseharian di masyarakat

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

23

:

33

:

00

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kevin L

Gold

20 Juli 2024 08:56

Jawaban terverifikasi

Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilainya menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam berperilaku dan berinteraksi satu sama lain. Berikut adalah beberapa contoh penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat: Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa * Menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. * Menghormati hak orang lain untuk menjalankan ibadah. * Menjaga toleransi antarumat beragama. * Melestarikan tempat-tempat ibadah. Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab * Saling menghormati dan menghargai hak asasi manusia. * Membantu orang lain yang membutuhkan. * Bersikap adil dan tidak diskriminatif. * Melawan segala bentuk kekerasan dan penindasan. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia * Menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa. * Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. * Menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. * Menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan * Menghargai perbedaan pendapat. * Menyelesaikan masalah melalui musyawarah mufakat. * Berpartisipasi dalam kegiatan politik dan sosial. * Memilih pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab. Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia * Membangun masyarakat yang adil dan sejahtera. * Menjaga kelestarian lingkungan hidup. * Mendistribusikan kekayaan alam secara merata. * Membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, kita dapat mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. Berikut adalah beberapa contoh penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat Indonesia: * Gotong royong: Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari nilai sila ketiga Pancasila, yaitu persatuan Indonesia. Gotong royong mencerminkan semangat kebersamaan dan saling membantu antar warga masyarakat. * Musyawarah mufakat: Cara pengambilan keputusan ini merupakan wujud nyata dari nilai sila keempat Pancasila, yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Musyawarah mufakat mencerminkan nilai demokrasi dan penghargaan terhadap pendapat orang lain. * Toleransi antarumat beragama: Indonesia adalah negara yang majemuk dengan berbagai agama dan kepercayaan. Toleransi antarumat beragama merupakan wujud nyata dari nilai sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Toleransi berarti saling menghormati dan menghargai perbedaan keyakinan setiap orang. Penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat memiliki banyak manfaat, antara lain: * Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. * Meningkatkan rasa toleransi dan saling menghormati. * Mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. * Memperkuat identitas nasional. Marilah kita bersama-sama mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari agar Indonesia menjadi negara yang maju dan sejahtera.


Iklan

Salsabila M

Community

20 Juli 2024 10:38

Jawaban terverifikasi

<p>&nbsp;</p><p>Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, memiliki nilai-nilai yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan dan sikap yang mencerminkan kelima sila yang terkandung di dalamnya. Berikut adalah contoh penerapan masing-masing sila Pancasila dalam keseharian:</p><p><strong>Ketuhanan Yang Maha Esa</strong>:</p><ul><li>Menghormati dan menghargai perbedaan agama dan kepercayaan di antara anggota masyarakat.</li><li>Menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing dengan penuh rasa tanggung jawab.</li><li>Tidak memaksakan agama atau keyakinan kepada orang lain.</li><li>Berperilaku jujur, adil, dan berintegritas sebagai wujud pengamalan nilai-nilai agama.</li></ul><p><strong>Kemanusiaan yang Adil dan Beradab</strong>:</p><ul><li>Menghargai hak asasi manusia dan memperlakukan semua orang dengan adil dan hormat.</li><li>Menunjukkan sikap empati, toleransi, dan saling membantu sesama.</li><li>Menolak segala bentuk diskriminasi, kekerasan, dan penindasan terhadap orang lain.</li><li>Membangun kesadaran akan pentingnya pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat.</li></ul><p><strong>Persatuan Indonesia</strong>:</p><ul><li>Menjaga dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta mencintai tanah air.</li><li>Menghargai keberagaman budaya, suku, bahasa, dan adat istiadat yang ada di Indonesia.</li><li>Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau kelompok.</li><li>Aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang mempererat rasa kebangsaan dan persatuan, seperti gotong royong dan kegiatan sosial.</li></ul><p><strong>Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan</strong>:</p><ul><li>Menghargai pendapat orang lain dan mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam pengambilan keputusan.</li><li>Aktif berpartisipasi dalam kegiatan demokrasi, seperti pemilihan umum dan rapat warga.</li><li>Bersikap terbuka dan bijaksana dalam menerima kritik dan saran.</li><li>Menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam segala tindakan yang berkaitan dengan kepentingan publik.</li></ul><p><strong>Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia</strong>:</p><ul><li>Berusaha mengurangi kesenjangan sosial dengan membantu mereka yang kurang mampu.</li><li>Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat.</li><li>Mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan merata di semua daerah.</li><li>Memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan sosial melalui berbagai kegiatan sosial dan ekonomi.</li></ul>

 

Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, memiliki nilai-nilai yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan dan sikap yang mencerminkan kelima sila yang terkandung di dalamnya. Berikut adalah contoh penerapan masing-masing sila Pancasila dalam keseharian:

Ketuhanan Yang Maha Esa:

  • Menghormati dan menghargai perbedaan agama dan kepercayaan di antara anggota masyarakat.
  • Menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing dengan penuh rasa tanggung jawab.
  • Tidak memaksakan agama atau keyakinan kepada orang lain.
  • Berperilaku jujur, adil, dan berintegritas sebagai wujud pengamalan nilai-nilai agama.

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab:

  • Menghargai hak asasi manusia dan memperlakukan semua orang dengan adil dan hormat.
  • Menunjukkan sikap empati, toleransi, dan saling membantu sesama.
  • Menolak segala bentuk diskriminasi, kekerasan, dan penindasan terhadap orang lain.
  • Membangun kesadaran akan pentingnya pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat.

Persatuan Indonesia:

  • Menjaga dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta mencintai tanah air.
  • Menghargai keberagaman budaya, suku, bahasa, dan adat istiadat yang ada di Indonesia.
  • Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
  • Aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang mempererat rasa kebangsaan dan persatuan, seperti gotong royong dan kegiatan sosial.

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan:

  • Menghargai pendapat orang lain dan mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam pengambilan keputusan.
  • Aktif berpartisipasi dalam kegiatan demokrasi, seperti pemilihan umum dan rapat warga.
  • Bersikap terbuka dan bijaksana dalam menerima kritik dan saran.
  • Menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam segala tindakan yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia:

  • Berusaha mengurangi kesenjangan sosial dengan membantu mereka yang kurang mampu.
  • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat.
  • Mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan merata di semua daerah.
  • Memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan sosial melalui berbagai kegiatan sosial dan ekonomi.

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

ada tiga cara penyelesaian konflik secara sederhana (pendekatan kultur atau budaya, diaspora, fan hubungan bilateral), menurut kalian mana yang paling efektif, berilah alasannya dari 5 penyelesaian konflik secara internasional (negosiasi, mediasi dan jasa-jasa baik, konsiliasi, penyelidikan, dan penyelesaian di bawah naungan organisasi PBB), menurut kalian mana yang paling efektif, berilah alasannya

18

0.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

13

0.0

Jawaban terverifikasi