Jiejie J

17 Maret 2024 12:01

Iklan

Iklan

Jiejie J

17 Maret 2024 12:01

Pertanyaan

Pak Tama ingin membuat kandang sugar glider dengan ukuran rusuk 60cm. Jika ia ingin membuat jembatan dengan seutas tali lalu ia mengikat ujung tali satu di tepat tengah-tengah rusuk kiri bagian depan kemudian ia mengikat ujung satunya di sudut atas kanan bagian belakang. Berapakah Panjang tali tersebut

Pak Tama ingin membuat kandang sugar glider dengan ukuran rusuk 60cm. Jika ia ingin membuat jembatan dengan seutas tali lalu ia mengikat ujung tali satu di tepat tengah-tengah rusuk kiri bagian depan kemudian ia mengikat ujung satunya di sudut atas kanan bagian belakang. Berapakah Panjang tali tersebut

alt

103

3

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Bayu S

17 Maret 2024 12:51

Jawaban terverifikasi

<p>Misalkan titik tengah rusuk kiri bagian depan adalah titik A dan sudut atas kanan bagian belakang adalah titik B. Jika kita buka kandang tersebut sehingga menjadi bidang datar, kita akan memiliki segitiga siku-siku dengan titik A dan B sebagai titik-titik pada hipotenusa.</p><p>Panjang rusuk kandang (AB) adalah 60 cm, tinggi kandang (AC) adalah 60 cm, dan lebar kandang (BC) juga 60 cm. Kita dapat menghitung panjang tali (AB) sebagai hipotenusa dengan rumus Pythagoras:</p><p>&nbsp;</p>

Misalkan titik tengah rusuk kiri bagian depan adalah titik A dan sudut atas kanan bagian belakang adalah titik B. Jika kita buka kandang tersebut sehingga menjadi bidang datar, kita akan memiliki segitiga siku-siku dengan titik A dan B sebagai titik-titik pada hipotenusa.

Panjang rusuk kandang (AB) adalah 60 cm, tinggi kandang (AC) adalah 60 cm, dan lebar kandang (BC) juga 60 cm. Kita dapat menghitung panjang tali (AB) sebagai hipotenusa dengan rumus Pythagoras:

 

alt

Iklan

Iklan

S. Amamah

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Malang

17 Maret 2024 22:43

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban: 60√2 cm atau 84,85 cm</p><p>&nbsp;</p><p>pembahasan sebagai berikut:&nbsp;</p>

Jawaban: 60√2 cm atau 84,85 cm

 

pembahasan sebagai berikut: 

alt

HIZKIA Z

Community

20 Maret 2024 13:10

<p>hasil akhirnya adalah 60 akar2</p>

hasil akhirnya adalah 60 akar2


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Biografi Ki Hadjar Dewantara: Bapak Pendidikan Indonesia Nama Ki Hadjar Dewantara bukanlah nama pemberian orang tuanya sejak lahir. Nama aslinya ialah Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang lahir di Yogyakarta, tanggal 2 Mei 1889. Ia dibesarkan di lingkungan keluarga keraton Yogyakarta. Saat berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, barulah berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Semenjak itu, Ki Hadjar Dewantara tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan agar dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya. Ki Hadjar Dewantara menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) dan melanjutkan sekolahnya ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera). Lantaran sakit, sekolahnya tersebut tidak dapat ia selesaikan. Pada masanya, Ki Hadjar Dewantara dikenal sebagai penulis andal. Kemampuan menulisnya terasah ketika ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar, antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam, dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya Selain bekerja sebagai seorang wartawan muda, Ki Hadjar Dewantara juga aktif dalam berbagai organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, Ki Hadjar Dewantara aktif di seksi propaganda Boedi Oetomo untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Kemudian, bersama Douwes Dekker (Dr. Danudirdja Setyabudhi) dan dr. Tjipto Mangoenkoesoemo nantinya akan dikenal sebagai Tiga Serangkai. Pada tanggal 25 Desember 1912, mereka mendirikan Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka. Selain itu, pada bulan November 1913, Ki Hadjar Dewantara membentuk Komite Bumipoetra yang bertujuan untuk melancarkan kritik terhadap Pemerintah Belanda. Salah satunya adalah dengan menerbitkan tulisan berjudul “Als Ik Eens Nederlander Was” (Seandainya Aku Seorang Belanda) dan “Een voor Allen maar Ook Allen voor Een” (Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga). Kedua tulisan tersebut menjadi tulisan terkenal hingga saat ini. Tulisan “Seandainya Aku Seorang Belanda” dimuat dalam surat kabar de Expres milik dr. Douwes Dekker. Akibat aktivitas dan tulisannya itu, pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jenderal Idenburg menjatuhkan hukuman pengasingan terhadap Ki Hadjar Dewantara. Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo, rekan seperjuangannya, menerbitkan tulisan yang bernada membela Ki Hadjar Dewantara. Mengetahui hal ini, Belanda pun memutuskan untuk menjatuhi hukuman pengasingan bagi keduanya. Douwes Dekker dibuang di Kupang sedangkan Cipto Mangoenkoesoemo dibuang ke Pulau Banda. Namun, mereka menghendaki dibuang ke negeri Belanda karena di sana mereka dapat mempelajari banyak hal daripada di daerah terpencil. Akhirnya, mereka diizinkan ke negeri Belanda sejak Agustus 1913 sebagai bagian dari pelaksanaan hukuman. Kesempatan itu dipergunakan untuk mendalami masalah pendidikan dan pengajaran sehingga Ki Hadjar Dewantara berhasil memperoleh Europeesche Akte. Pada tahun 1918, Ki Hadjar Dewantara kembali ke tanah air. Di tanah air, Ki Hadjar Dewantara semakin mencurahkan perhatiannya di bidang pendidikan sebagai bagian dari alat perjuangan meraih kemerdekaan. Bersama rekan-rekan seperjuangannya, dia pun mendirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional yang diberi nama Nationaal Onderwijs Instituut Taman Siswa (Perguruan Nasional Taman Siswa) pada 3 Juli 1922. Taman Siswa ialah suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk dapat memperoleh hak pendidikan, seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda. Perguruan ini sangat menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada peserta didik agar mereka mencintai bangsa dan tanah air serta berjuang untuk memperoleh kemerdekaan. Selama aktif di Taman Siswa, Ki Hadjar Dewantara juga tetap rajin menulis. Tema tulisannya beralih dari nuansa politik ke Pendidikan dan kebudayaan berwawasan kebangsaan. Melalui tulisan-tulisan itulah dia berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia. Kegiatan menulisnya ini terus berlangsung hingga zaman Pendudukan Jepang. Saat Pemerintah Jepang membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putera) dalam tahun 1943, Ki Hadjar ditunjuk untuk menjadi salah seorang pimpinan bersama Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, dan K.H. Mas Mansur. Setelah kemerdekaan Indonesia berhasil direbut dari tangan penjajah dan stabilitas pemerintahan sudah terbentuk, Ki Hadjar Dewantara kemudian dipercaya oleh Presiden Soekarno untuk menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama. Melalui jabatannya ini, Ki Hadjar Dewantara semakin leluasa untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Pada tahun 1957, Ki Hadjar Dewantara mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada. Dua tahun setelah mendapat gelar Doctor Honoris Causa itu, tepatnya pada tanggal 28 April 1959, Ki Hadjar Dewantara meninggal dunia di Yogyakarta dan dimakamkan di sana. Untuk mengenang jasa-jasa dan melestarikan nilai-nilai semangat perjuangan Ki Hadjar Dewantara, pihak penerus perguruan Taman Siswa mendirikan Museum Dewantara Kirti Griya, Yogyakarta. Museum ini memamerkan benda-benda atau karya-karya Ki Hadjar Dewantara sebagai pendiri Taman Siswa dan kiprahnya dalam kehidupan berbangsa. Koleksi museum yang berupa karya tulis atau konsep dan risalah-risalah penting serta data surat-menyurat semasa hidup Ki Hadjar sebagai jurnalis, pendidik, budayawan, dan sebagai seorang seniman telah direkam dalam mikrofilm dan dilaminasi atas bantuan Badan Arsip Nasional. Kini, nama Ki Hadjar Dewantara diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (Bapak Pendidikan Nasional). Ajarannya, yakni tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan), ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa), dan ing ngarsa sung tulada (di depan memberi teladan) akan selalu menjadi dasar pendidikan di Indonesia. Selain itu, tanggal dan bulan kelahirannya, 2 Mei, dijadikan hari Pendidikan Nasional. Bahkan, pada tanggal 28 November 1959 Ki Hadjar Dewantara juga ditetapkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional melalui Surat Keputusan Presiden RI No. 305 tahun 1959. (Sumber: https://m.merdeka.com/ki-hadjar-dewantoro/profil/ denganpengubahan) 8. Tentukan ide penjelas paragraf 4 teks biografi tersebut.

15

5.0

Jawaban terverifikasi

Tunjukkanlah ciri dan tujuan ketiga teks laporan tersebut! Teks1 Sepedaku termasuk sepeda ontel-jengki yang tidak memiliki batangan, besi berbentuk pipa yang menghubungkan setang dan tempat duduk. Tempat duduknya terbuat dari kulit. Warnanya hitam sudah namun sudah memudar. Ban depan sepedaku memiliki garis putih yang jarang ditemukan untuk ban sepeda. Ukuran ban sekitar 18 inci. Rem tangan depan dan belakang terbuat dari besi bukan kabel. Bel sepeda khas berbunyi kring..kring terletak di setang kanan Sepeda ini kupakal untuk ke sekolah. Teman- temanku berkelakar bahwa aku seperti naik onta, badanku yang kecil tidak cocok dengan sepeda yang besar. Saat mengayuh kakiku yang pendek tidak sepenuhnya dapat mengikuti kayuhan, kakiku menggantung di atas pedal bagian bawah. Teks 2 "Fix gear" adalah gir (gigi) kaku yang menggerakkan sebuah sepeda (ataupun kendaraan lain) adalah bagian yang disebut drivetrain. Drivetrain sendiri merupakan gabungan berbagai komponen yang saling terhubung dan merupakan sistem penggerak sepeda yang terdiri atas: pedal, lengan engkol (crankarm), gir depan (chainring), gir belakang (cog), dan tentunya rantal. Gabungan komponen di bagian pedal, yaitu pedal, lengan engkol, dan gir depan. Rantai akan melingkari gir depan dan mengikatnya dengan gir belakang yang terhubung dengan roda belakang. Ketika pedal diinjak,lengan engkol akan mengikutinya, memutar gir depan yang tertem pel, yang kemudian menarik rantai yang juga otomatis mengajak gir belakang untuk berputar, dan karena ia menempel pada roda belakang berputarlah roda itu dan meluncurlah kita. Teks 3 Sepeda adalah kendaraan beroda dua atau tiga, mempunyai setang, tempat duduk, dan sepasang pengayuh yang digerakkan kaki untuk menjalankannya. Salah satu jenis sepeda yang banyak digunakan hingga tahun 1970-an adalah jenis onthel. Sepeda ini bercirikan posisi duduk tegak dan memiliki reputasi yang sangat kuat dan bermutu tinggi. Rumah rantai tertutup dengan gigi yang tidak bisa diubah dan biasanya terdapat dinamo di bagian roda depan untuk menyalakan lampu. Sepeda ini juga dilengkapi rem drum untuk pengereman. Berbagai merek sepeda ontel dari berbagai negara beredar di pasar Indonesia. Pada segmen premlum terdapat missalnya merek Fongers, Gazelle, dan Sunbeam. Kemudian pada segmen di bawahnya diisi oleh beberapa merek terkenal seperti Simplex, Burgers, Raleigh, Humber, Rudge, Batavus, Philips, dan NSU.

1

5.0

Jawaban terverifikasi