"Devina N

01 September 2019 07:33

Iklan

"Devina N

01 September 2019 07:33

Pertanyaan

Pada zaman kerajaan Majapahit belum dikenal satuan standar sehingga satuan yang digunakan benda-benda yang berada disekitar. Seorang Insinyur bangunan mengukur keliling lapangan dengan menggunakan jengkal. Jika keliling lapangan 999 jengkal maka, satuan dan besaran dalam pengukuran diatas adalah... A. Lapangan dan 999 B. Keliling dan jengkal C. Keliling lapangan dan jengkal D. Jengkal dan keliling lapangan

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

03

:

02

:

26

Klaim

1

2


Iklan

Nathaniela G

01 September 2019 08:28

jawaban D


Iklan

Irfan I

01 September 2019 08:30

jawaban c


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

perhatikan dongeng berikut ini! Pada zaman dahulu, ada seorang raja dengan wujud raksasa yang bernama Prabu Baka. Prabu Baka adalah seorang raja yang terkenal dengan sifatnya yang rakus dan senang memeras rakyatnya. Prabu Raka hanya senang memikirkan dirinya sendiri tanpa melihat apakah rakyatnya makmur atau tidak. Prabu Baka juga memiliki seorang patih yang sangat setia pada dirinya, patih ini selalu mengikutinya dan menuruti keinginannya. Nama patihnya adalah Patih Gupala. Lalu, pada suatu hari, Prabu Baka memimpin penyerbuan ke kerajaan lain, Kerajaan Pengging. Prabu Baka ingin menguasai kerajaan yang terkenal sangat kaya dan subur itu. Ia belum juga merasa puas dengan kekayaan yang ia miliki sekarang. Prabu Baka dengan pasukannya serta Patih Gupala pun menyerang Kerajaan Pengging secara tiba-tiba. Putra Kerajaan Pengging yang bernama Bandung Bondowoso marah besar saat tahu kerajaannya diserang. Bandung Bondowoso juga menyiapkan pasukan yang kuat dan siap memimpin. Saat sedang bertempur, Bandung Bondowoso bertemu dengan Prabu Baka. Mereka berdua pun berduel dengan sangat ganas. Akhirnya, Bandung Bondowoso berhasil membunuh Prabu Baka. Pasukan Prabu Baka pun langsung meninggalkan medan perang saat mereka tahu bahwa rajanya sudah wafat. Patih Gupala pun juga memerintahkan mereka kembali pulang ke kerajaan mereka, sementara Bandung Bondowoso masih belum puas dengan hasil perang. Bandung Bondowoso memerintahkan pasukannya untuk tetap mengejar pasukan Prabu Baka hingga ke kerajaan mereka. Akhirnya, seluruh pasukan Prabu Baka berhasil dikalahkan oleh Bandung Bondowoso. Saat Bandung Bondowoso berhasil masuk ke dalam istana Prabu Baka, ia merasa terkejut karena ia melihat seorang gadis yang sangat cantik. Ternyata, gadis itu adalah Roro Jonggrang, putri dari Prabu Baka. Bandung Bondowoso sangat tidak menyangka jika Prabu Baka yang berwujud raksasa itu memiliki putri yang sangat cantik. Tanpa memakan waktu yang lama, Bandung Bondowoso sudah jatuh cinta dengan Roro Jonggrang. Bandung Bondowoso tidak bisa berhenti memikirkan kecantikan Roro Jonggrang. Bahkan, ia sampai tidak bisa tidur karena ia sangat ingin meminang Roro Jonggrang. Keesokan harinya, Bandung Bondowoso pun memberanikan diri bertanya pada Roro Jonggrang untuk memperistrinya. Roro Jonggrang sangat terkejut saat diajak menikah Bandung Bondowoso. Sebenarnya, ia merasa sangat takut pada Bandung Bondowoso karena pria ini sudah membunuh ayahnya. Roro Jonggrang pun terpikirkan sebuah ide agar Bandung Bondowoso tidak bisa menikahinya. Aku akan menikahimu jika kamu bisa memenuhi dua syarat dariku,” ucap Roro Jonggrang. Tentu saja Bandung Bondowoso sangat senang mendengarnya. Ia akan menuruti syarat apa pun yang akan diberikan Roro Jonggrang. “Aku ingin kamu membuatkanku sumur dan 1.000 candi dalam satu malam,” Bandung Bondowoso pun langsung menyanggupi keinginan Roro Jonggrang. Tanpa membuang waktu, Bandung Bondowoso langsung menggali tanah untuk membuat sumur. Dalam waktu yang singkat, sebuah sumur dengan aliran air yang deras sudah jadi. Melihat itu, Roro Jonggrang mulai gelisah, ia pun harus memikirkan cara bagaimana Bandung Bondowoso gagal dalam misi ini. Bandung Bondowoso pun langsung melakukan syarat yang kedua, membangun 1.000 candi. Bandung Bondowoso tahu ia tidak akan bisa menyelesaikan hal ini hanya dalam waktu satu malam. Akhirnya, ia meminta bantuan dari para makhluk halus untuk membantunya membuat candi. Ribuan makhluk halus pun datang atas permintaannya dan mulai membuat candi. Roro Jonggrang sangat gelisah, ia melihat 999 candi sudah berdiri tegak. Akhirnya, ia membangunkan seluruh perempuan di negerinya agar membantunya menumbuk lesung, sehingga membuat kesan fajar telah tiba. Lalu, suara ayam pun mulai berkokok juga. Para makhluk halus itu langsung pergi karena mengira hari sudah pagi. Bandung Bondowoso sangat marah dan kesal karena sudah ditipu oleh Roro Jonggrang. Bandung Bondowoso pun tidak bisa menahan amarahnya. Dengan emosi yang sudah tidak bisa dibendung lagi, Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi sebua batu dan memasukkannya ke dalam candi. Akhirnya, sudah genap candi yang diminta Roro Jonggrang menjadi 1.000. Setelah Roro Jonggrang menjadi batu dan berada di dalam candi, Bandung Bondowoso pun menyesali perbuatannya. Namun, apa boleh buat, hal ini sudah terjadi. Sifat tokoh Roro Jonggrang pada cerita di atas adalah......

2

5.0

Jawaban terverifikasi

Pengertian Suhu dan Panas Kalian tentu pernah merasakan panas, dingin, dan hangat dari benda di sekitar kalian. Di dataran tinggi dan pegunungan, udara terasa lebih dingin daripada udara di daerah pantai. Apakah kalian bisa menyebutkan seberapa dingin dan panaskah udara di sekitar? Bagaimanakah cara mengukur derajat panas suatu benda? Untuk mengukur derajat panas seorang yang sedang demam, kalian sering menggunakan telapak tangan. Kadang kalian juga menempelkan punggung telapak tangan pada kening. Namun, cara tersebut tidak dapat menentukan derajat panas dengan pasti. Hasil pengukuran orang yang berbeda belum tentu sama. Indra peraba, seperti telapak tangan tidak dapat digunakan untuk menentukan derajat panas atau dingin suatu benda secara tepat. Tangan hanya dapat memperkirakan panas dan dingin suatu benda. Tangan tidak dapat menjelaskan nilai derajat panas atau dinginnya suatu benda. Pernahkah kalian kemah di daerah pegunungan atau dataran tinggi? Di daerah tersebut kalian tentu dapat merasakan udara dingin. Kalian memerlukan jaket tebal untuk menjaga agar tubuh kalian tetap hangat. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di daerah pegunungan atau dataran tinggi. Mereka tidak terlalu merasakan udara dingin karena sudah terbiasa dengan udara dingin di pegunungan. Hal itu membuktikan bahwa indra peraba tidak dapat digunakan untuk mengukur derajat panas suatu benda. Setiap orang memiliki perbedaan dalam merasakan suhu di sekitarnya. Dalam ilmu pengetahuan alam, tingkat panas dinginnya suatu. keadaan dinyatakan dengan besaran yang disebut suhu atau temperatur. Selain suhu, kalian juga mengenal istilah panas. Panas dan suhu merupakan dua hal yang berhubungan sangat erat. Panas merupakan bentuk perpindahan energi akibat perubahan suhu. Ketika dipanaskan di atas kompor, wajan penggorengan mendapat energi panas dari api kompor. Energi panas membuat wajan penggorengan menjadi panas. Saat wajan penggorengan panas, suhunya naik. Sebaliknya, saat wajan penggorengan dingin, suhunya turun. Seperti telah dijelaskan di atas, suhu adalah suatu besaran yang menyatakan ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda. Suhu suatu benda menunjukkan tingkat energi panas benda tersebut. Satuan suhu yang banyak digunakan di Indonesia adalah derajat Celcius. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu disebut termometer. Adapun satuan panas dinyatakan dalam joule. Tulislah kata-kata kunci pada bacaan tersebut. Paragraf 4:

1

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Pengertian Suhu dan Panas Kalian tentu pernah merasakan panas, dingin, dan hangat dari benda di sekitar kalian. Di dataran tinggi dan pegunungan, udara terasa lebih dingin daripada udara di daerah pantai. Apakah kalian bisa menyebutkan seberapa dingin dan panaskah udara di sekitar? Bagaimanakah cara mengukur derajat panas suatu benda? Untuk mengukur derajat panas seorang yang sedang demam, kalian sering menggunakan telapak tangan. Kadang kalian juga menempelkan punggung telapak tangan pada kening. Namun, cara tersebut tidak dapat menentukan derajat panas dengan pasti. Hasil pengukuran orang yang berbeda belum tentu sama. Indra peraba, seperti telapak tangan tidak dapat digunakan untuk menentukan derajat panas atau dingin suatu benda secara tepat. Tangan hanya dapat memperkirakan panas dan dingin suatu benda. Tangan tidak dapat menjelaskan nilai derajat panas atau dinginnya suatu benda. Pernahkah kalian kemah di daerah pegunungan atau dataran tinggi? Di daerah tersebut kalian tentu dapat merasakan udara dingin. Kalian memerlukan jaket tebal untuk menjaga agar tubuh kalian tetap hangat. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di daerah pegunungan atau dataran tinggi. Mereka tidak terlalu merasakan udara dingin karena sudah terbiasa dengan udara dingin di pegunungan. Hal itu membuktikan bahwa indra peraba tidak dapat digunakan untuk mengukur derajat panas suatu benda. Setiap orang memiliki perbedaan dalam merasakan suhu di sekitarnya. Dalam ilmu pengetahuan alam, tingkat panas dinginnya suatu. keadaan dinyatakan dengan besaran yang disebut suhu atau temperatur. Selain suhu, kalian juga mengenal istilah panas. Panas dan suhu merupakan dua hal yang berhubungan sangat erat. Panas merupakan bentuk perpindahan energi akibat perubahan suhu. Ketika dipanaskan di atas kompor, wajan penggorengan mendapat energi panas dari api kompor. Energi panas membuat wajan penggorengan menjadi panas. Saat wajan penggorengan panas, suhunya naik. Sebaliknya, saat wajan penggorengan dingin, suhunya turun. Seperti telah dijelaskan di atas, suhu adalah suatu besaran yang menyatakan ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda. Suhu suatu benda menunjukkan tingkat energi panas benda tersebut. Satuan suhu yang banyak digunakan di Indonesia adalah derajat Celcius. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu disebut termometer. Adapun satuan panas dinyatakan dalam joule. Apakah yang kalian ketahui tentang panas?

3

5.0

Jawaban terverifikasi

Pengertian Suhu dan Panas Kalian tentu pernah merasakan panas, dingin, dan hangat dari benda di sekitar kalian. Di dataran tinggi dan pegunungan, udara terasa lebih dingin daripada udara di daerah pantai. Apakah kalian bisa menyebutkan seberapa dingin dan panaskah udara di sekitar? Bagaimanakah cara mengukur derajat panas suatu benda? Untuk mengukur derajat panas seorang yang sedang demam, kalian sering menggunakan telapak tangan. Kadang kalian juga menempelkan punggung telapak tangan pada kening. Namun, cara tersebut tidak dapat menentukan derajat panas dengan pasti. Hasil pengukuran orang yang berbeda belum tentu sama. Indra peraba, seperti telapak tangan tidak dapat digunakan untuk menentukan derajat panas atau dingin suatu benda secara tepat. Tangan hanya dapat memperkirakan panas dan dingin suatu benda. Tangan tidak dapat menjelaskan nilai derajat panas atau dinginnya suatu benda. Pernahkah kalian kemah di daerah pegunungan atau dataran tinggi? Di daerah tersebut kalian tentu dapat merasakan udara dingin. Kalian memerlukan jaket tebal untuk menjaga agar tubuh kalian tetap hangat. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di daerah pegunungan atau dataran tinggi. Mereka tidak terlalu merasakan udara dingin karena sudah terbiasa dengan udara dingin di pegunungan. Hal itu membuktikan bahwa indra peraba tidak dapat digunakan untuk mengukur derajat panas suatu benda. Setiap orang memiliki perbedaan dalam merasakan suhu di sekitarnya. Dalam ilmu pengetahuan alam, tingkat panas dinginnya suatu. keadaan dinyatakan dengan besaran yang disebut suhu atau temperatur. Selain suhu, kalian juga mengenal istilah panas. Panas dan suhu merupakan dua hal yang berhubungan sangat erat. Panas merupakan bentuk perpindahan energi akibat perubahan suhu. Ketika dipanaskan di atas kompor, wajan penggorengan mendapat energi panas dari api kompor. Energi panas membuat wajan penggorengan menjadi panas. Saat wajan penggorengan panas, suhunya naik. Sebaliknya, saat wajan penggorengan dingin, suhunya turun. Seperti telah dijelaskan di atas, suhu adalah suatu besaran yang menyatakan ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda. Suhu suatu benda menunjukkan tingkat energi panas benda tersebut. Satuan suhu yang banyak digunakan di Indonesia adalah derajat Celcius. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu disebut termometer. Adapun satuan panas dinyatakan dalam joule. Apakah yang dapat kalian simpulkan dari bacaan di atas?

2

5.0

Jawaban terverifikasi

Bacalah cerpen berikut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan tepat. SECARIK SURAT Dalam sebuah perang besar-besaran yang tidak sempat dicatat oleh sejarah, seorang prajurit berpangkat paling rendah dengan tidak diduga tiba-tiba mendapat panggilan dari jenderal peperangan yang tertinggi. Tergopoh-gopoh prajurit itu menemui jenderal yang selama hidupnya belum pernah dilihat, tetapi sudah sering didengar nama dan keistimewaannya melalui cerita dari mulut ke mulut dan kuping ke kuping. Sebagaimana layaknya seorang bawahan yang paling rendah bertemu dengan seorang atasan yang paling tinggi dan sangat dihormati dan dikagumi, maka prajurit itu pun memberi hormat yang berlebih-lebihan sehingga untuk sekilas, jenderal tertinggi yang terlalu sering menerima sanjungan itu merasa kurang senang. Namun, seperti telah dinasihatkan oleh stafnya, maka jenderal itu pun segera terkesan oleh daya tarik prajurit yang kabarnya setia, terpercaya, dan cakap itu. Ketika prajurit itu melepas topinya yang tentu saja dilakukan atas perintah jenderal tertinggi itu, tampaklah rambutnya yang berombak mengilat, matanya yang hitam menyalakan sinar syahdu, hidungnya yang mancung seperti hidung jenderal itu sendiri, bibirnya yang indah, dan sorot wajahnya yang mengagumkan. Apalagi ketika prajurit terendah itu tersenyum yang tentu saja dilakukannya atas perintah jenderal tertinggi itu, amat memesona senyumnya. "Hai, Prajurit, untuk apakah kau ikut perang?" kata jenderal. "Tidak tahu, Jenderal," kata prajurit. "Saya kira karena dalam keadaan seperti ini mencari pekerjaan yang paling mudah adalah mencari pekerjaan sebagai prajurit. Lagi pula, saya masih muda dan merasa senang mendapat kesempatan untuk memanggul senapan dan sekali tempo menembakkan senapan untuk menunjukkan bahwa saya betul-betul jantan." "Tidakkah kau tahu bahwa perang ini dapatmenghancurkan seluruh umat manusia, Prajurit?" kata jenderal tertinggi. "Begitulah kata orang, Jenderal," kata prajurit terendah, "Tapi apakah itu urusan saya? Urusan saya adalah senang-senang dalam berperang, menembak musuh, memukuli musuh." "Tidakkah kau takut tertembak, cacat, mati, atau tersiksa bila engkau tertangkap musuh?" "Saya kira, saya masih muda, Jenderal," kata prajurit terendah. "Kesempatan untuk celaka semacam itu selalu dapat saya hindari. " "Dan, kalau kau menjadi tua dan perang belum juga selesai, bagaimana, Prajurit?" kata jenderal tertinggi. "Saya akan keluar menjadi prajurit, Jenderal," kata prajurit terendah. " Tidakkah kau tahu bahwa orang-orang yang tidak menjadi prajurit pun banyak yang hidup konyol dan mati konyol?" "Itu belum pernah saya pikirkan, Jenderal," kata prajurit terendah. Seseorang yang tidak dikenal oleh prajurit terendah itu masuk tergopohgopoh, lalu memberi hormat kepadajenderal tertinggi itu tergopoh-gopoh. Orang-orang lain berdiri, memagari jenderal tertinggi, lalu beberapa orang membisikkan kata-kata yang tidak dapat ditangkap oleh prajurit terendah. Jenderal yang paling tinggi itu berdiri, diikuti oleh yang lain-lain, lalu bergegas meninggalkan ruangan. Tinggallah prajurit yang paling rendah itu sendirian di dalam ruangan yang besar dan mewah itu. Perasaan kagum akan ruangan itu timbul pada diri prajurit terendah itu yang tidak pernah membayangkan bahwa di dunia ada ruangan sehebat ruangan itu. Begitu terkesiapnya prajurit itu sehingga jenderal tertinggi dan stafnya masuk, prajurit itu masih memandangi lukisan indah mengenai pertempuran sangkur yang terpacak di tembok. "Hai, Prajurit," kata jenderal tertinggi. Prajurit terendah itu terperanjat, lalu memberi hormat dengan cara yang berlebih-lebihan pula. "Perang dapat memusnahkan seluruh kita, Prajurit," kata jenderal tertinggi, "Dan sekarang, perhubungan putus. Sampaikanlah surat ini kepada perwira di ajang pertempuran di sebelah sana." Prajurit terendah menerima surat ini dengan hormat yang berlebih-lebihan. "Kalau kau berhasil menyampaikan surat ini, akan berhentilah perang ini dan akan hiduplah semua kita," kata jenderal tertinggi. "Kalau tidak, sebaliknyalah yang terjadi." Dengan dikawal oleh beberapa orang, prajurit itu meninggalkan markas jenderal tertinggi itu menuju ujung pertempuran. Para pengantar merasa kagum akan kecekatan dan keberanian prajurit yang masih muda itu. Barulah prajurit itu dilepas sendirian ketika memasuki mulut daerah musuh. Tugas prajurit itu adalah menyelundup di daerah musuh untuk mencapai perwira teman yang berada di ajang sana untuk menyampaikan surat yang katanya sangat penting. Maka, berjalanlah serdadu itu hatihati. Sementara itu, tembakan-tembakan pun menggencar di sana sini. Matahari mulai tenggelam dan langit mulai kemerah-merahan. Prajurit yang sehat itu berjalan terus dengan hati-hati. Ketika langit telah menjadi gelap karena matahari telah tenggelam, mata prajurit itu tertarik pada cahaya di langit. Peluru-peluru besar yang melesat-lesat di langit sana sangat indah dan memesonakan hati prajurit yang senang keindahan itu. prajurit itu menelentangkan tubuh di atas sana. Dan, ketika dengan sengaja prajurit itu menggaruk-garuk tubuhnya yang terasa gatal, tersentuhlah surat dari jenderal tertinggi yang disimpan di lipatan celananya. Dan, ketika prajurit itu melihat tubuhnya, sadarlah prajurit itu bahwa tubuhnya menjadi terang pada malam hari itu karena kilatan-kilatan yang berseliweran di langit sana. Alangkah indah warna bajunya. Baju hijau yang sudah diganti dengan hitam itu tampak indah tertimpa cahaya yang berwarna-warna yang datang dari atas sana. Dan, prajurit yang sekarang hanya bersenjata pisau lipat kecil itu merogoh saku celananya untuk mengambil pisau itu. Pisau yang sebetulnya tidak indah itu pun tampak indah tertimpa cahaya berwarna-warna dari atas sana. Maka, tiba-tiba timbullah keinginan prajurit itu untuk membedah lipatan celana, dan melihat surat yang ditulis oleh jenderal yang selama ini dikagumi. Dengan cekatan, prajurit terendah itu dapat membedah lipatan celana, lalu mengambil surat berwarna biru yang dilipat kecil. Dengan hati-hati, prajurit itu membuka surat itu, tetapi yang didapati hanyalah kertas kosong berwarna biru. Indah benar warna biru yang tertimpa oleh sinar berwarna-warna dari atas. Untuk beberapa saat, prajurit itu bergantian memandang kertas di tangan dan peluru-peluru di atas sana. Pergantian-pergantian warna makin memesonakan hatinya. Prajurit itu membaringkan tubuh lagi, menghirup udara dalam-dalam, lalu menutup kelopak matanya. Tercium bau peluru yang baginya terasa sedap. Surat dari jenderal tertinggi tetap dipegang di tangannya. Tiba-tiba, tubuh prajurit itu terguncang hebat karena ledakan besar yang tidak pernah diduga akan terjadi begitu dekat dengan dirinya. Prajurit itu terbangun, lalu lari merunduk-runduk. Ledakan-ledakan itu di sekitar dirinya makin memadat. Dan, prajurit yang hanya bersenjata pisau itu merasa menyesal mengapa orang-orang yang mengantarkannya tadi melarangnya untuk membawa senapan setelah mengganti pakaian yang disenanginya dengan pakaian tua berwarna buruk. Prajurit itu pun terus berlari-lari di tanah berdebu sampai akhirnya mencapai tembok yang tidak jelas warnanya. Setelah prajurit itu membaringkan tubuh dekat tembok dan setelah ledakan lain yang membawa sinar terang terjadi, tahulah serdadu itu bahwa tembok di dekatnya berwarna ungu. Dan, ketika sebuah ledakan lain yang juga membawakan sinar terang menyusul, tahulah prajurit itu bahwa tembok itu terletak di pojok jalan. Dan, ketika sebuah ledakan dengan sinar terang meradang lagi, tahulah prajurit itu bahwa di tembok ungu itu tertempel cipratan-cipratan darah. Tepat pada waktu prajurit itu berusaha akan berdiri, sebuah ledakan yang juga mengirimkan sinar terang menyalak. Di luar dugaan, prajurit itu melihat jenderal yang sangat dikaguminya lari di sebelah sana dan dikejar oleh peluru-peluru yang mengirimkan sinar-sinar terang dan ledakan-ledakan yang memekakkan telinga. Prajurit itu pun terjerembap ke atas tanah berdebu yang segera mengirimkan debu ke atas. Sementara itu, pasukan jenderal yang sangat dikagumi oleh prajurit muda itu dapat memasuki daerah musuh dalam waktu yang tidak begitu lama. Esok paginya, tubuh prajurit terendah itu ditemukan oleh orang-orang yang kemarin mengantarkannya sampai ke mulut daerah musuh. Tanpa bercakap banyak, mereka pun mengemasi mayat prajurit itu, lalu mengirimkannya kepada jenderal mereka. Jenderal itu membuka kain yang menutupi wajah mayat prajurit itu, lalu mengagumi wajah yang sudah menjadi mayat itu sebentar. Jenderal itu pun membuka kain yang menutup bagian dada mayat prajurit itu. Mata jenderal tertinggi melihat kertas biru tersembul dari saku mayat prajurit terendah. Dengan sabar, jenderal itu menarik kertas biru -dari saku mayat, lalu membaca tulisan tangan yang tertera di atasnya. Dan, setelah menyobek surat itu hati-hati, jenderal itu pun melihat tulisan lain yang tertera di bagian dalam kertas berwarna biru itu. Jenderal itu membaca lagi tulisan tangan serdadu itu, lalu dengan hati-hati memasukkan kertas itu ke dalam sakunya. "Dia menganggap saya kebal peluru," kata jenderal itu perlahan-lahan. Tidak ada orang satu pun yang mendengar apa yang dikatakan oleh jenderal tertinggi itu. "Makamkanlah penyair yang melibatkan diri ke dalam perang ini dengan upacara yang layak," kata jenderal itu dengan suara jelas. Jenderal itu pun pergi meninggalkan mayat itu, lalu pergi ke gedung besar diiringi oleh sekian belas orang pengawalnya. Pada waktu pemakaman mayat prajurit itu dilakukan, jenderal itu sedang sibuk mengadakan perundingan dengan bawahan-bawahannya. Dan, ketika jenderal itu merasa capai dan bosan akan pekerjaannya, berkatalah jenderal itu, "Penyair itu menganggap saya kebal peluru." Beberapa orang yang mengelilingi jenderal itu mengerti maksud jenderal itu, tetapi beberapa orang lainnya tidak mengerti. Mereka semua mengangguk-angguk dan ketika jenderal itu minum kopi, yang lain pun ikut-ikut minum kopi. Kumpulan Cerpen Kritikus Adinan karya Budi Darma Apa kemenarikan yang Anda temukan dalam cerpen tersebut?

2

5.0

Jawaban terverifikasi