Roboguru
SD

Hanindita R

05 Januari 2022 03:40

Pertanyaan

Pada siklus ovarium, fase dimana terjadi perkembangan folikel menjadi folikel de Graaf yang menghasilkan estrogen adalah... A. Ovulasi B. Luteal C. Folikuler D. Sekresi E. Proliferasi


11

1

Jawaban terverifikasi

A. Nurrahmi

Mahasiswa/Alumni Institut Pertanian Bogor

11 April 2022 17:33

Jawaban terverifikasi

Halo Hanindita, Kakak bantu jawab ya :) Jawaban: C. Folikular Wanita yang telah memasuki masa pubertas (sistem reproduksi matang) akan mengalami dua siklus reproduktif yang saling berkaitan. Kedua siklus itu adalah siklus uterus (siklus menstruasi) dan siklus ovarium. Kedua siklus tersebut saling berhubungan dan dikontrol oleh beberapa jenis hormon yaitu FSH, LH, esterogen dan progesteron. FSH dan LH adalah hormon yang dihasilkan dengan kontrol bagian otak, sedangkan esterogen dan progesteron dihasilkan oleh ovarium. Siklus ovarium adalah siklus yang terjadi di dalam ovarium, mencakup pematangan ovum dan ovulasi, sedangkan siklus uterus/siklus menstruasi adalah siklus yang terjadi di dinding rahim, mencakup peluruhan dinding rahim (menstruasi) dan juga penebalan dinding rahim. Terdapat tiga fase dalam siklus menstruasi dan siklus ovarium, yaitu fase menstruasi, fase folikular atau pra ovulasi, dan fase luteal atau fase pra menstruasi. 1. Fase menstruasi Fase menstruasi adalah fase terjadinya peluruhan dinding rahim yang mengakibatkan darah mens keluar. Siklus menstruasi dimulai ketika hipotalamus yang merupakan bagian dari otak melepaskan hormon GnRH. Pelepasan GnRH memicu kelenjar pituitary melepaskan sejumlah kecil hormon LH dan FSH. Adanya hormon FSH atau follicle stimulating hormone mengakibatkan folikel yang terdapat di dalam ovarium mulai mengalami pematangan, kerja hormon ini dibantu oleh hormon. Folikel yang memulai proses pematangan mulai membuat esterogen dengan kadar sangat rendah. Kadar hormon esterogen yang sangat rendah dan juga tidak adanya implantasi ovum dari siklus sebelumnya ke dinding uterus, membuat dinding uterus luruh dan terjadi proses menstruasi. 2. Fase folikular (pra ovulasi-ovulasi) Fase folikular mencakup pematangan ovum dan proses ovulasi. Sebagaimana Kita ketahui dari tahap sebelumnya, adanya hormon FSH atau follicle stimulating hormone mengakibatkan folikel yang terdapat di dalam ovarium mulai mengalami pematangan, kerja hormon ini dibantu oleh hormon LH. Folikel menyimpan oosit sekunder yang sudah tersimpan sejak tahap pembentukan embrio wanita. Folikel yang memulai proses pematangan mulai membuat esterogen. Peningkatan hormon esterogen mengakibatkan peningkatan kadar hormon LH dan FSH. Kadar hormon LH kemudian meningkat hingga mencapai jumlah puncaknya, akibatnya, folikel akan tumbuh menjadi folikel sekunder, kemudian menjadi folikel de Graff, sampai akhirnya melepaskan ovum melalui dinding ovarium yang sobek, terjadilah proses ovulasi. Pada proses ovulasi, esterogen akan menurun drastis jumlahnya. 3. Fase luteal (pra menstruasi) Fase luteal mencakup penebalan dinding rahim dan terdegradasinya folikel de Graff sehingga membentuk korpus luteum. Akibat ovulasi, folikel de Graff akan ditinggalkan oleh ovum, sehingga membentuk korpus luteum. Ketika ovulasi, esterogen akan menurun drastis jumlahnya. Namun dengan terbentuknya korpus luteum, korpus luteum akan melepaskan hormon esterogen dan progesterone, akibatnya endometrium terus mengalami penebalan untuk memulihkan dirinya setelah proses menstruasi. Dengan demikian, berdasarkan uraian tentang fase folikular, pada siklus ovarium, fase dimana terjadi perkembangan folikel menjadi folikel de Graaf yang menghasilkan estrogen adalah fase folikular (C). Semoga jawabannya membantu ya!


ask to forum

Ingin kirim pertanyaan?

Yuk, tanyakan soalmu dan dapatkan jawaban dari teman-teman forum

Tanya Sekarang

Pertanyaan serupa

apakah yang kupu kupu biston betularia dapat disebut evolusi?

11

0.0

Jawaban terverifikasi