Jacksonb J

02 Maret 2024 04:20

Iklan

Iklan

Jacksonb J

02 Maret 2024 04:20

Pertanyaan

Pada kasus penganiyaan yang dilakukan oleh anak pejabat pada seorang anak dibawah umut karena masalah percintaan, memicu pada tindak kekerasan dan kriminalitas. Jelaskanlah sudut pandangmu pada kasus tersebut jika ditinjau pada kelompok partikularisme, apa yang harus dilakukan jika kamu menjadi hakim pada kasus tersebut!

Pada kasus penganiyaan  yang dilakukan oleh anak pejabat pada seorang anak dibawah umut karena masalah percintaan, memicu pada tindak kekerasan dan kriminalitas. Jelaskanlah sudut pandangmu pada kasus tersebut jika ditinjau pada kelompok partikularisme, apa yang harus dilakukan jika kamu menjadi hakim pada kasus tersebut!


1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

BimBim B

02 Maret 2024 09:31

Jawaban terverifikasi

<p>Dalam konteks partikularisme, sudut pandang sebagai hakim akan sangat memperhatikan <strong>konteks sosial, budaya, dan politik yang mungkin mempengaruhi pandangan dan tindakan individu</strong>, termasuk anak pejabat yang melakukan penganiayaan tersebut. Sudut pandang partikularisme menekankan pada keunikan dan perbedaan budaya, serta memahami bahwa tindakan dan pandangan seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut.</p><p>Dalam kasus ini, sebagai hakim akan mempertimbangkan beberapa hal:</p><ol><li>Keadilan Sosial</li><li>Perlindungan Anak</li><li>Pendidikan dan Rehabilitasi</li><li>Pencegahan</li></ol><p>Sebagai hakim dalam kasus ini akan memastikan bahwa keputusan didasarkan pada prinsip-prinsip keadilan, perlindungan korban, rehabilitasi (jika memungkinkan), dan pencegahan kekerasan di masa depan. Hakim akan memastikan bahwa hukuman yang diberikan mempertimbangkan faktor-faktor partikular yang relevan, tetapi juga harus memastikan bahwa keadilan ditegakkan dan pesan yang jelas dikirimkan bahwa kekerasan tidak akan ditoleransi dalam masyarakat kita.</p>

Dalam konteks partikularisme, sudut pandang sebagai hakim akan sangat memperhatikan konteks sosial, budaya, dan politik yang mungkin mempengaruhi pandangan dan tindakan individu, termasuk anak pejabat yang melakukan penganiayaan tersebut. Sudut pandang partikularisme menekankan pada keunikan dan perbedaan budaya, serta memahami bahwa tindakan dan pandangan seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut.

Dalam kasus ini, sebagai hakim akan mempertimbangkan beberapa hal:

  1. Keadilan Sosial
  2. Perlindungan Anak
  3. Pendidikan dan Rehabilitasi
  4. Pencegahan

Sebagai hakim dalam kasus ini akan memastikan bahwa keputusan didasarkan pada prinsip-prinsip keadilan, perlindungan korban, rehabilitasi (jika memungkinkan), dan pencegahan kekerasan di masa depan. Hakim akan memastikan bahwa hukuman yang diberikan mempertimbangkan faktor-faktor partikular yang relevan, tetapi juga harus memastikan bahwa keadilan ditegakkan dan pesan yang jelas dikirimkan bahwa kekerasan tidak akan ditoleransi dalam masyarakat kita.


Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

07 Maret 2024 07:35

Jawaban terverifikasi

<p>Jika ditinjau dari sudut pandang partikularisme, yang menekankan pada kepentingan kelompok tertentu atau hubungan pribadi, mungkin terjadi kecenderungan untuk memberikan perlindungan atau perlakuan khusus terhadap anak pejabat yang melakukan penganiayaan. Hal ini dapat terjadi karena adanya koneksi atau hubungan personal yang kuat antara pelaku kekerasan dan pihak-pihak berwenang.</p><p>Namun, dari sudut pandang keadilan dan penegakan hukum yang adil, seorang hakim seharusnya tidak memihak pada kelompok tertentu atau terpengaruh oleh hubungan personal. Tindakan kekerasan dan kriminalitas harus dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku, tanpa memandang status sosial atau hubungan pribadi pelaku.</p><p>Jika saya menjadi hakim, langkah-langkah yang harus diambil melibatkan:</p><p><strong>Pengumpulan Bukti:</strong></p><ul><li>Memastikan bahwa semua bukti terkait kasus tersebut dikumpulkan dengan cermat dan profesional, tanpa adanya intervensi atau pengaruh eksternal yang tidak sah.</li></ul><p><strong>Proses Hukum yang Adil:</strong></p><ul><li>Menjalankan proses hukum dengan transparan, adil, dan tanpa diskriminasi. Semua pihak yang terlibat, termasuk anak pejabat, harus diperlakukan sama di hadapan hukum.</li></ul><p><strong>Hukuman yang Proporsional:</strong></p><ul><li>Memberikan hukuman yang sesuai dengan tingkat kekerasan dan kriminalitas yang dilakukan, tanpa memberikan perlakuan khusus atau terlalu ringan akibat status sosial.</li></ul><p><strong>Perlindungan untuk Korban:</strong></p><ul><li>Memberikan perlindungan dan dukungan yang memadai untuk korban, termasuk tindakan pencegahan agar tidak terjadi intimidasi atau tekanan dari pihak pelaku.</li></ul><p><strong>Pendidikan dan Kesadaran Hukum:</strong></p><ul><li>Mendorong pendidikan dan kesadaran hukum di masyarakat untuk memastikan bahwa tindakan kekerasan tidak dapat diterima, bahkan jika melibatkan individu dengan kedudukan sosial tertentu.</li></ul>

Jika ditinjau dari sudut pandang partikularisme, yang menekankan pada kepentingan kelompok tertentu atau hubungan pribadi, mungkin terjadi kecenderungan untuk memberikan perlindungan atau perlakuan khusus terhadap anak pejabat yang melakukan penganiayaan. Hal ini dapat terjadi karena adanya koneksi atau hubungan personal yang kuat antara pelaku kekerasan dan pihak-pihak berwenang.

Namun, dari sudut pandang keadilan dan penegakan hukum yang adil, seorang hakim seharusnya tidak memihak pada kelompok tertentu atau terpengaruh oleh hubungan personal. Tindakan kekerasan dan kriminalitas harus dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku, tanpa memandang status sosial atau hubungan pribadi pelaku.

Jika saya menjadi hakim, langkah-langkah yang harus diambil melibatkan:

Pengumpulan Bukti:

  • Memastikan bahwa semua bukti terkait kasus tersebut dikumpulkan dengan cermat dan profesional, tanpa adanya intervensi atau pengaruh eksternal yang tidak sah.

Proses Hukum yang Adil:

  • Menjalankan proses hukum dengan transparan, adil, dan tanpa diskriminasi. Semua pihak yang terlibat, termasuk anak pejabat, harus diperlakukan sama di hadapan hukum.

Hukuman yang Proporsional:

  • Memberikan hukuman yang sesuai dengan tingkat kekerasan dan kriminalitas yang dilakukan, tanpa memberikan perlakuan khusus atau terlalu ringan akibat status sosial.

Perlindungan untuk Korban:

  • Memberikan perlindungan dan dukungan yang memadai untuk korban, termasuk tindakan pencegahan agar tidak terjadi intimidasi atau tekanan dari pihak pelaku.

Pendidikan dan Kesadaran Hukum:

  • Mendorong pendidikan dan kesadaran hukum di masyarakat untuk memastikan bahwa tindakan kekerasan tidak dapat diterima, bahkan jika melibatkan individu dengan kedudukan sosial tertentu.

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Sepeninggal ayahnya sejak duduk di bangku SMP, Winda merasa sangat kehilangan sosok lelaki dalam keluarga yang mampu mengayomi dan melindungi. Rasa kehilangan tersebut ternyata mewujud menjadi perilaku yang suka berpacaran dengan lelaki yang jauh lebih tua, bahkan telah beristri. Akhirnya Winda pun terjerumus dalam lembah nista pelacuran. Dari deskripsi di atas, menunjukkan hubungan antara proses sosialisasi dengan …. A. dasar pembentukan kepribadian seorang individu. B. penyimpangan sosial yang positif. C. penanaman nilai-norma sosial. D. penyerapan nilai-nilai budaya menyimpang. E. penyerapan nilai norma yang tidak sempurna. Banyak jawaban yang memilih E, padahal yang ditanyakan adalah hubungan sosialisasi dengan dasar pembentukan kepribadian seseorang. Jika disoal ditanyakan hubungan pembentukan kepribadian yang disebabkan oleh baru yang E maupun D. Tolong penjelasannya

11

0.0

Jawaban terverifikasi