Susi R

24 Maret 2020 04:46

Pertanyaan

mengapa Tengku Abdul Jalil dan rakyat Aceh melakukan perlawanan terhadap Jepang pada tanggal 10 November 1942


315

1

Jawaban terverifikasi

M. Anisa

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

01 Januari 2022 03:26

Jawaban terverifikasi

Hai Susi R. Kakak bantu jawab ya. Tengku Abdul Djalil dan rakyat Aceh melakukan perlawanan karena menganggap Jepang sudah merusak ajaran agama Islam. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut. Tengku Abdul Djalil sebagai seorang pemimpin madrasah yang mengobarkan semangat jihad dan mati syahid. Ia juga mengatakan Jepang adalah keparat jenis majusi (Keparat biek majusi) dan Belanda dikatakan kafir berkitab (kaphee meukitab). Ia juga menentang kebijakan Seikerei yang dianggapnya mengubah kiblat ke arah matahari. Kemudian ia mempersenjatai muridnya dan memperdengarkan suara pembacaan Hikayat Perang Sabil di dalam masjid. Komandan Kenpeitai Lhok Seumawe, Hayashi yang berangkat ke Cot Plieng pada 7 November 1942 untuk bertemu pemimpinannya Tengku Abdul Djalil, dihadang oleh murid-muridnya. Usaha untuk penyelesaian masalah baik-baik justru berakhir dengan ditombaknya Hayashi oleh pengawal Abdul Djalil, namun Ia berhasil melarikan diri ke Lhok Seumawe. Atas kejadian itu kemudian pada 10 November 1942 Jepang melakukan penyerangan dari Bireun, Loh Seumawe ke Cot Plieng dengan tentara bersenjatakan lengkap dan melakukan pembakaran masjid dan rumah penduduk serta menewaskan 85 orang murid Abdul Djalil sementara murid Abdul Djalil hanya memiliki senjata tradisional dan tidak ada persiapan untuk diserang sehingga Jepang berhasil mengalahkan Abdul Djalil bahkan membunuhnya serta para pengikutnya.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Tanya ke Forum

Roboguru Plus

Chat Tutor

Pertanyaan serupa

Apa pengertian peristiwa Rengasdengklok

41

3.0

Jawaban terverifikasi

Iklan