Chells C

04 April 2023 12:49

Iklan

Chells C

04 April 2023 12:49

Pertanyaan

Mengapa sering kali ukuran ilmu pengetahuan dalam penentuan stratifikasi sosial menyebabkan munculnya hal yang berakibat negatif?

Mengapa sering kali ukuran ilmu pengetahuan dalam penentuan stratifikasi sosial menyebabkan munculnya hal yang berakibat negatif?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

14

:

28

:

30

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Ayu I

15 April 2023 23:04

Jawaban terverifikasi

<p>Ukuran ilmu pengetahuan sering kali digunakan sebagai salah satu kriteria dalam penentuan stratifikasi sosial. Hal ini dapat menyebabkan munculnya dampak negatif karena dalam praktiknya, kriteria ini dapat menjadi diskriminatif dan tidak adil.</p><p>Pertama, penggunaan ukuran ilmu pengetahuan dalam penentuan stratifikasi sosial dapat memperkuat ketimpangan yang sudah ada dalam akses terhadap pendidikan dan peluang untuk belajar. Orang yang tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang baik, atau yang tidak mampu mengakses sumber daya pendidikan yang memadai, dapat dihakimi secara sosial dan ekonomi karena kekurangan dalam pengetahuan mereka.</p><p>Kedua, penggunaan ukuran ilmu pengetahuan dalam penentuan stratifikasi sosial dapat mengabaikan keahlian dan kemampuan yang tidak terkait dengan pendidikan formal. Seseorang mungkin memiliki banyak keahlian dan pengalaman di bidang tertentu, tetapi tidak memiliki gelar atau sertifikat pendidikan yang diakui secara resmi. Dalam situasi seperti ini, penggunaan ukuran ilmu pengetahuan dalam penentuan stratifikasi sosial dapat mengabaikan kemampuan dan potensi individu.</p><p>Ketiga, penggunaan ukuran ilmu pengetahuan dalam penentuan stratifikasi sosial dapat menciptakan polarisasi sosial dan meningkatkan kesenjangan antara kelompok sosial yang terdidik dan yang tidak terdidik. Ini dapat memperburuk masalah ketidaksetaraan sosial dan ekonomi yang ada dan memperumit usaha untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan adil.</p><p>Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor dalam penentuan stratifikasi sosial dan tidak hanya bergantung pada ukuran ilmu pengetahuan sebagai satu-satunya kriteria. Penilaian yang adil dan inklusif harus mempertimbangkan berbagai faktor seperti kemampuan, keahlian, pengalaman, dan partisipasi dalam kegiatan sosial dan ekonomi.<br>&nbsp;</p>

Ukuran ilmu pengetahuan sering kali digunakan sebagai salah satu kriteria dalam penentuan stratifikasi sosial. Hal ini dapat menyebabkan munculnya dampak negatif karena dalam praktiknya, kriteria ini dapat menjadi diskriminatif dan tidak adil.

Pertama, penggunaan ukuran ilmu pengetahuan dalam penentuan stratifikasi sosial dapat memperkuat ketimpangan yang sudah ada dalam akses terhadap pendidikan dan peluang untuk belajar. Orang yang tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang baik, atau yang tidak mampu mengakses sumber daya pendidikan yang memadai, dapat dihakimi secara sosial dan ekonomi karena kekurangan dalam pengetahuan mereka.

Kedua, penggunaan ukuran ilmu pengetahuan dalam penentuan stratifikasi sosial dapat mengabaikan keahlian dan kemampuan yang tidak terkait dengan pendidikan formal. Seseorang mungkin memiliki banyak keahlian dan pengalaman di bidang tertentu, tetapi tidak memiliki gelar atau sertifikat pendidikan yang diakui secara resmi. Dalam situasi seperti ini, penggunaan ukuran ilmu pengetahuan dalam penentuan stratifikasi sosial dapat mengabaikan kemampuan dan potensi individu.

Ketiga, penggunaan ukuran ilmu pengetahuan dalam penentuan stratifikasi sosial dapat menciptakan polarisasi sosial dan meningkatkan kesenjangan antara kelompok sosial yang terdidik dan yang tidak terdidik. Ini dapat memperburuk masalah ketidaksetaraan sosial dan ekonomi yang ada dan memperumit usaha untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan adil.

Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor dalam penentuan stratifikasi sosial dan tidak hanya bergantung pada ukuran ilmu pengetahuan sebagai satu-satunya kriteria. Penilaian yang adil dan inklusif harus mempertimbangkan berbagai faktor seperti kemampuan, keahlian, pengalaman, dan partisipasi dalam kegiatan sosial dan ekonomi.
 


Iklan

Salsabila M

Community

05 Mei 2024 02:16

Jawaban terverifikasi

<p><br>Ukuran ilmu pengetahuan dalam penentuan stratifikasi sosial sering kali menyebabkan munculnya hal yang berakibat negatif karena beberapa alasan:</p><p><strong>Kesenjangan Akses</strong>: Tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan tinggi atau mengakses sumber daya pendidikan yang berkualitas. Hal ini dapat menyebabkan kesenjangan dalam akses terhadap ilmu pengetahuan dan kemampuan untuk memperoleh sertifikasi atau gelar akademis yang dianggap penting dalam masyarakat.</p><p><strong>Pencitraan Sosial</strong>: Beberapa profesi atau pekerjaan yang membutuhkan gelar akademis atau pendidikan tinggi sering kali dianggap lebih prestisius atau dihargai secara sosial. Hal ini dapat menciptakan ketimpangan atau perbedaan perlakuan antara individu yang memiliki pendidikan tinggi dan yang tidak, bahkan jika kualifikasi tersebut tidak relevan dengan pekerjaan atau kemampuan yang sebenarnya.</p><p><strong>Mengesampingkan Pengetahuan Lokal</strong>: Fokus yang terlalu besar pada ilmu pengetahuan formal dapat mengesampingkan pengetahuan lokal atau tradisional yang dimiliki oleh masyarakat tertentu. Pengetahuan lokal sering kali bernilai dalam konteks sosial, budaya, atau lingkungan tertentu, namun sering diabaikan atau dianggap rendah oleh sistem stratifikasi yang didasarkan pada pendidikan formal.</p><p><strong>Perpetuasi Ketidaksetaraan</strong>: Sistem stratifikasi yang terlalu bergantung pada ukuran ilmu pengetahuan dapat memperkuat ketidaksetaraan sosial dan ekonomi. Orang yang memiliki akses terbatas terhadap pendidikan tinggi atau kesempatan untuk meningkatkan kualifikasi akademis mereka mungkin terjebak dalam lingkaran kemiskinan atau ketidaksetaraan sosial, sementara mereka yang memiliki akses lebih luas cenderung mendapatkan lebih banyak kesempatan dan keuntungan.</p><p><strong>Mengabaikan Keterampilan Lainnya</strong>: Fokus yang berlebihan pada ilmu pengetahuan dapat mengabaikan keterampilan atau bakat lainnya yang mungkin dimiliki oleh individu. Misalnya, keterampilan praktis, kreativitas, atau kepemimpinan sering kali tidak diakui atau dihargai sebanding dengan gelar akademis, padahal keterampilan tersebut juga memiliki nilai yang signifikan dalam masyarakat.</p>


Ukuran ilmu pengetahuan dalam penentuan stratifikasi sosial sering kali menyebabkan munculnya hal yang berakibat negatif karena beberapa alasan:

Kesenjangan Akses: Tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan tinggi atau mengakses sumber daya pendidikan yang berkualitas. Hal ini dapat menyebabkan kesenjangan dalam akses terhadap ilmu pengetahuan dan kemampuan untuk memperoleh sertifikasi atau gelar akademis yang dianggap penting dalam masyarakat.

Pencitraan Sosial: Beberapa profesi atau pekerjaan yang membutuhkan gelar akademis atau pendidikan tinggi sering kali dianggap lebih prestisius atau dihargai secara sosial. Hal ini dapat menciptakan ketimpangan atau perbedaan perlakuan antara individu yang memiliki pendidikan tinggi dan yang tidak, bahkan jika kualifikasi tersebut tidak relevan dengan pekerjaan atau kemampuan yang sebenarnya.

Mengesampingkan Pengetahuan Lokal: Fokus yang terlalu besar pada ilmu pengetahuan formal dapat mengesampingkan pengetahuan lokal atau tradisional yang dimiliki oleh masyarakat tertentu. Pengetahuan lokal sering kali bernilai dalam konteks sosial, budaya, atau lingkungan tertentu, namun sering diabaikan atau dianggap rendah oleh sistem stratifikasi yang didasarkan pada pendidikan formal.

Perpetuasi Ketidaksetaraan: Sistem stratifikasi yang terlalu bergantung pada ukuran ilmu pengetahuan dapat memperkuat ketidaksetaraan sosial dan ekonomi. Orang yang memiliki akses terbatas terhadap pendidikan tinggi atau kesempatan untuk meningkatkan kualifikasi akademis mereka mungkin terjebak dalam lingkaran kemiskinan atau ketidaksetaraan sosial, sementara mereka yang memiliki akses lebih luas cenderung mendapatkan lebih banyak kesempatan dan keuntungan.

Mengabaikan Keterampilan Lainnya: Fokus yang berlebihan pada ilmu pengetahuan dapat mengabaikan keterampilan atau bakat lainnya yang mungkin dimiliki oleh individu. Misalnya, keterampilan praktis, kreativitas, atau kepemimpinan sering kali tidak diakui atau dihargai sebanding dengan gelar akademis, padahal keterampilan tersebut juga memiliki nilai yang signifikan dalam masyarakat.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Identifikasikan lima dampak positif konflik sosial!

10

5.0

Jawaban terverifikasi