Anggun M

13 September 2023 13:24

Iklan

Anggun M

13 September 2023 13:24

Pertanyaan

Mengapa sejumlah negara maju di Eropa seperti Jerman memiliki angka kematian dan kelahiran yang rendah

Mengapa sejumlah negara maju  di Eropa seperti Jerman memiliki angka kematian dan kelahiran yang rendah 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

20

:

13

:

48

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Vincent M

Community

14 September 2023 06:08

Jawaban terverifikasi

<p>Negara Eropa dan Jerman memiliki angka kematian yang rendah dikarenakan <strong>jumlah penduduk yang kecil adalah ciri dari negara yang maju</strong>, namun dalam negara yang maju itu menghasilkan pendapatan yang besar dibandingkan dengan negara yang jumlah penduduknya besar(berkembang) yang pendapatannya sedikit.</p><p><strong>Dinegara maju memiliki biaya hidup yang tinggi sehingga banyak anak muda yang menunda-nunda untuk melakukan pernikahan dan menunda memiliki anak.</strong></p>

Negara Eropa dan Jerman memiliki angka kematian yang rendah dikarenakan jumlah penduduk yang kecil adalah ciri dari negara yang maju, namun dalam negara yang maju itu menghasilkan pendapatan yang besar dibandingkan dengan negara yang jumlah penduduknya besar(berkembang) yang pendapatannya sedikit.

Dinegara maju memiliki biaya hidup yang tinggi sehingga banyak anak muda yang menunda-nunda untuk melakukan pernikahan dan menunda memiliki anak.


Iklan

Juanicha S

Community

15 September 2023 11:21

Jawaban terverifikasi

<p><strong>Peningkatan Tingkat Pendidikan dan Kesadaran Kesehatan</strong>: Negara-negara maju di Eropa umumnya memiliki tingkat pendidikan yang tinggi dan akses yang baik terhadap informasi kesehatan. Tingkat pendidikan yang tinggi dan kesadaran kesehatan yang baik dapat mempengaruhi kesadaran tentang perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, dan pengambilan keputusan terkait jumlah anak.</p><p><strong>Peningkatan Kesadaran Keluarga Kecil</strong>: Budaya keluarga kecil telah semakin umum di negara-negara maju. Banyak pasangan memilih memiliki jumlah anak yang lebih sedikit untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan memastikan pemberian perhatian dan sumber daya yang memadai kepada setiap anak.</p><p><strong>Pekerjaan dan Karier</strong>: Wanita di negara-negara maju semakin terlibat dalam karier profesional. Kesibukan dalam pekerjaan dan karier sering kali mempengaruhi keputusan keluarga untuk menunda atau membatasi jumlah anak.</p><p><strong>Biaya Hidup yang Tinggi</strong>: Biaya hidup yang tinggi di negara-negara maju, terutama perumahan, pendidikan, dan kesehatan, dapat membuat keluarga berpikir lebih matang sebelum memutuskan untuk memiliki anak. Pemikiran ini mendorong penundaan atau pengendalian jumlah anak.</p><p><strong>Ketersediaan dan Akses Terhadap Kontrasepsi</strong>: Ketersediaan dan akses yang mudah terhadap metode kontrasepsi dapat memungkinkan pasangan untuk mengontrol jumlah anak yang mereka miliki dan kapan mereka ingin memilikinya.</p><p><strong>Pemajuan Perempuan dan Kesetaraan Gender</strong>: Negara-negara maju di Eropa memiliki kebijakan yang mendukung kesetaraan gender dan keterlibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi dan sosial. Kesetaraan gender dan kebebasan perempuan untuk memilih jalur hidup mereka sendiri dapat mempengaruhi keputusan untuk memiliki anak.</p><p><strong>Stabilitas Sosial dan Ekonomi</strong>: Stabilitas ekonomi dan sosial dapat menghasilkan kenyamanan bagi keluarga untuk merencanakan keluarga dengan lebih baik dan menyesuaikan keputusan mereka tentang jumlah anak yang akan mereka miliki.</p><p><strong>Kebijakan Pendukung Keluarga</strong>: Beberapa negara maju di Eropa memiliki kebijakan pendukung keluarga, seperti cuti parental yang panjang, fasilitas penitipan anak yang baik, dan insentif keuangan bagi orangtua. Kebijakan ini dapat mempengaruhi keputusan keluarga terkait memiliki anak.</p>

Peningkatan Tingkat Pendidikan dan Kesadaran Kesehatan: Negara-negara maju di Eropa umumnya memiliki tingkat pendidikan yang tinggi dan akses yang baik terhadap informasi kesehatan. Tingkat pendidikan yang tinggi dan kesadaran kesehatan yang baik dapat mempengaruhi kesadaran tentang perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, dan pengambilan keputusan terkait jumlah anak.

Peningkatan Kesadaran Keluarga Kecil: Budaya keluarga kecil telah semakin umum di negara-negara maju. Banyak pasangan memilih memiliki jumlah anak yang lebih sedikit untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan memastikan pemberian perhatian dan sumber daya yang memadai kepada setiap anak.

Pekerjaan dan Karier: Wanita di negara-negara maju semakin terlibat dalam karier profesional. Kesibukan dalam pekerjaan dan karier sering kali mempengaruhi keputusan keluarga untuk menunda atau membatasi jumlah anak.

Biaya Hidup yang Tinggi: Biaya hidup yang tinggi di negara-negara maju, terutama perumahan, pendidikan, dan kesehatan, dapat membuat keluarga berpikir lebih matang sebelum memutuskan untuk memiliki anak. Pemikiran ini mendorong penundaan atau pengendalian jumlah anak.

Ketersediaan dan Akses Terhadap Kontrasepsi: Ketersediaan dan akses yang mudah terhadap metode kontrasepsi dapat memungkinkan pasangan untuk mengontrol jumlah anak yang mereka miliki dan kapan mereka ingin memilikinya.

Pemajuan Perempuan dan Kesetaraan Gender: Negara-negara maju di Eropa memiliki kebijakan yang mendukung kesetaraan gender dan keterlibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi dan sosial. Kesetaraan gender dan kebebasan perempuan untuk memilih jalur hidup mereka sendiri dapat mempengaruhi keputusan untuk memiliki anak.

Stabilitas Sosial dan Ekonomi: Stabilitas ekonomi dan sosial dapat menghasilkan kenyamanan bagi keluarga untuk merencanakan keluarga dengan lebih baik dan menyesuaikan keputusan mereka tentang jumlah anak yang akan mereka miliki.

Kebijakan Pendukung Keluarga: Beberapa negara maju di Eropa memiliki kebijakan pendukung keluarga, seperti cuti parental yang panjang, fasilitas penitipan anak yang baik, dan insentif keuangan bagi orangtua. Kebijakan ini dapat mempengaruhi keputusan keluarga terkait memiliki anak.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

jenis tanah humus adalah jenis tanah organosol. tanah ini cocok untuk budidaya tanaman padi, nanas dan kelapa. hal ini disebabkan tingginya kandungan a. silikat b. hara c. mineral d. air

9

5.0

Jawaban terverifikasi