Nur A

22 Mei 2024 13:09

Iklan

Iklan

Nur A

22 Mei 2024 13:09

Pertanyaan

Mengapa meteor bisa terbakar saat melewati atmosfer?

Mengapa meteor bisa terbakar saat melewati atmosfer?


10

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Dea K

22 Mei 2024 14:46

Jawaban terverifikasi

<h1><strong>Alasan Meteor Terbakar</strong></h1><p><strong>Kecepatan Tinggi</strong>:</p><ul><li>Meteoroid (meteor saat masih di luar atmosfer) bergerak dengan kecepatan sangat tinggi, biasanya antara 11 km/s hingga 72 km/s saat memasuki atmosfer bumi.</li></ul><p><strong>Gesekan dengan Atmosfer</strong>:</p><ul><li>Ketika meteoroid memasuki atmosfer bumi, ia mengalami gesekan dengan molekul-molekul udara. Gesekan ini menghasilkan panas yang luar biasa karena kecepatan meteoroid yang sangat tinggi.</li></ul><p><strong>Pemampatan Udara di Depan Meteor</strong>:</p><ul><li>Selain gesekan, udara di depan meteoroid juga mengalami kompresi (pemampatan) yang sangat cepat. Pemampatan ini menyebabkan peningkatan suhu udara di sekitar meteoroid hingga ribuan derajat Celsius.</li></ul><p><strong>Panas Ekstrem</strong>:</p><ul><li>Kombinasi gesekan dan pemampatan udara menghasilkan panas ekstrem yang cukup untuk membuat permukaan meteoroid menjadi sangat panas dan mulai meleleh serta terbakar.</li></ul><p><strong>Ionisasi dan Cahaya</strong>:</p><ul><li>Panas yang dihasilkan menyebabkan ionisasi udara di sekitar meteoroid, menghasilkan jejak cahaya terang yang kita lihat sebagai "bintang jatuh" atau meteor. Proses ini juga menyebabkan meteoroid terurai dan terbakar habis sebelum mencapai permukaan bumi.</li></ul>

Alasan Meteor Terbakar

Kecepatan Tinggi:

  • Meteoroid (meteor saat masih di luar atmosfer) bergerak dengan kecepatan sangat tinggi, biasanya antara 11 km/s hingga 72 km/s saat memasuki atmosfer bumi.

Gesekan dengan Atmosfer:

  • Ketika meteoroid memasuki atmosfer bumi, ia mengalami gesekan dengan molekul-molekul udara. Gesekan ini menghasilkan panas yang luar biasa karena kecepatan meteoroid yang sangat tinggi.

Pemampatan Udara di Depan Meteor:

  • Selain gesekan, udara di depan meteoroid juga mengalami kompresi (pemampatan) yang sangat cepat. Pemampatan ini menyebabkan peningkatan suhu udara di sekitar meteoroid hingga ribuan derajat Celsius.

Panas Ekstrem:

  • Kombinasi gesekan dan pemampatan udara menghasilkan panas ekstrem yang cukup untuk membuat permukaan meteoroid menjadi sangat panas dan mulai meleleh serta terbakar.

Ionisasi dan Cahaya:

  • Panas yang dihasilkan menyebabkan ionisasi udara di sekitar meteoroid, menghasilkan jejak cahaya terang yang kita lihat sebagai "bintang jatuh" atau meteor. Proses ini juga menyebabkan meteoroid terurai dan terbakar habis sebelum mencapai permukaan bumi.

Nur A

27 Mei 2024 10:58

makasih

Iklan

Iklan

Celine G

23 Mei 2024 06:40

Jawaban terverifikasi

<p>Meteor bisa terbakar karena gesekan dengan udara yang sangat tinggi saat melewati lapisan - lapisan atmosfer Bumi. Saat meteor memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi, terjadilah tekanan dan gesekan dan menyebabkan pemanasan yang sangat besar pada meteor itu sendiri.</p><p>Meteor biasanya terdiri dari batuan dan logam, sehingga pemanasan yang sangat tinggi ini memicu terjadinya proses yang disebut ablasi. Ablasi adalah proses di mana lapisan luar meteor terkelupas dan meleleh akibat panas yang dihasilkan oleh gesekan yang terjadi. Akibatnya, meteor akan berubah menjadi bola api yang biasa disebut bintang jatuh.</p><p>Proses ini umumnya terjadi pada meteor yang relatif kecil, atau yang disebut meteoroid. Meteoroid yang lebih besar yang berhasil mencapai permukaan Bumi dengan tetap bertahan disebut meteorit.&nbsp;</p><p>Jadi dapat disimpulkan bahwa fenomena terbakarnya meteor saat melewati atmosfer Bumi disebabkan oleh <strong>gesekan yang tinggi dengan udara selama perjalanan melalui atmosfer.</strong></p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Meteor bisa terbakar karena gesekan dengan udara yang sangat tinggi saat melewati lapisan - lapisan atmosfer Bumi. Saat meteor memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi, terjadilah tekanan dan gesekan dan menyebabkan pemanasan yang sangat besar pada meteor itu sendiri.

Meteor biasanya terdiri dari batuan dan logam, sehingga pemanasan yang sangat tinggi ini memicu terjadinya proses yang disebut ablasi. Ablasi adalah proses di mana lapisan luar meteor terkelupas dan meleleh akibat panas yang dihasilkan oleh gesekan yang terjadi. Akibatnya, meteor akan berubah menjadi bola api yang biasa disebut bintang jatuh.

Proses ini umumnya terjadi pada meteor yang relatif kecil, atau yang disebut meteoroid. Meteoroid yang lebih besar yang berhasil mencapai permukaan Bumi dengan tetap bertahan disebut meteorit. 

Jadi dapat disimpulkan bahwa fenomena terbakarnya meteor saat melewati atmosfer Bumi disebabkan oleh gesekan yang tinggi dengan udara selama perjalanan melalui atmosfer.

 

 


 


Nur A

27 Mei 2024 10:58

makasih

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Fungsi permintaan merupakan jumlah barang atau jasa yang diminta oleh konsumen dalam kurun waktu tertentu. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi jumlah permintaan adalah harga, karena harga merupakan satuan hitung. Sehingga bunyi hukum permintaan “Jika Harga Naik Maka Permintaan Turun, Jika Harga Turun Maka Permintaan Naik dalam keadaan Cateris Paribus”. Jelaskan mengapa bunyi hukum permintaan berbanding terbalik? Menurut anda apakah bunyi permintaan saat ini masih berlaku atau tidak? Berikan contohnya!

0

0.0

Jawaban terverifikasi