Anisa N

06 Agustus 2022 10:37

Iklan

Anisa N

06 Agustus 2022 10:37

Pertanyaan

Mengapa komunisme tidak dipertahankan di Indonesia ?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

04

:

04

:

56

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nanda R

Community

21 Juni 2024 21:50

Jawaban terverifikasi

<p>Komunisme tidak dipertahankan di Indonesia terutama karena beberapa faktor historis, sosial, politik, dan ekonomi yang mempengaruhi jalannya sejarah Indonesia sebagai negara merdeka. Berikut adalah beberapa faktor utama yang menjelaskan mengapa komu-nisme tidak dipertahankan di Indonesia:</p><p><strong>Peran Pemberontakan PKI (Partai Komu-nis Indonesia) tahun 1965:</strong></p><ul><li>Pada tahun 1965, terjadi pemberontakan yang diduga dilakukan oleh anggota PKI terhadap pemerintahan Indonesia yang sah saat itu. Pemberontakan ini mengakibatkan kekerasan massal terhadap anggota PKI dan simpatisannya, yang dikenal sebagai Gerakan 30 September atau Gestapu. Pemerintah saat itu, di bawah kepemimpinan Soeharto, menindak tegas pemberontakan ini dan memulai kampanye anti-komu-nis yang sangat keras, termasuk dengan melarang PKI dan menghilangkan pengaruh komu-nis dari kehidupan politik Indonesia.</li></ul><p><strong>Dukungan Internasional terhadap Anti-Komu-nisme:</strong></p><ul><li>Pada masa Perang Dingin, Indonesia menerima dukungan dari negara-negara Barat yang anti-komu-nis, seperti Amerika Serikat. Dukungan ini memperkuat kampanye anti-komu-nis di dalam negeri dan menekan pengaruh ideologi komunis.</li></ul><p><strong>Peran Pancasila sebagai Ideologi Negara:</strong></p><ul><li>Pancasila, sebagai ideologi dasar negara Indonesia, mengedepankan nilai-nilai seperti Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai ini tidak selaras dengan prinsip-prinsip utama komunisme, seperti diktator proletar atau kepemimpinan partai tunggal.</li></ul><p><strong>Reformasi Struktural Pasca-Soeharto:</strong></p><ul><li>Setelah jatuhnya rezim Soeharto pada tahun 1998, Indonesia mengalami periode reformasi politik dan ekonomi yang lebih terbuka. Selama periode ini, kebebasan berpendapat dan pluralisme ideologis diperluas, tetapi ideologi komu-nis tidak mendapatkan dukungan signifikan dalam masyarakat atau di kalangan elit politik.</li></ul><p><strong>Persepsi Negatif terhadap Komu-nisme:</strong></p><ul><li>Akibat trauma dan pengalaman buruk selama masa pemberontakan PKI dan kampanye anti-komu-nis, banyak masyarakat Indonesia memiliki persepsi negatif terhadap komu-nisme. Hal ini membuat sulitnya untuk mempertahankan atau membangkitkan kembali kehadiran komu-nisme dalam konteks politik Indonesia.</li></ul>

Komunisme tidak dipertahankan di Indonesia terutama karena beberapa faktor historis, sosial, politik, dan ekonomi yang mempengaruhi jalannya sejarah Indonesia sebagai negara merdeka. Berikut adalah beberapa faktor utama yang menjelaskan mengapa komu-nisme tidak dipertahankan di Indonesia:

Peran Pemberontakan PKI (Partai Komu-nis Indonesia) tahun 1965:

  • Pada tahun 1965, terjadi pemberontakan yang diduga dilakukan oleh anggota PKI terhadap pemerintahan Indonesia yang sah saat itu. Pemberontakan ini mengakibatkan kekerasan massal terhadap anggota PKI dan simpatisannya, yang dikenal sebagai Gerakan 30 September atau Gestapu. Pemerintah saat itu, di bawah kepemimpinan Soeharto, menindak tegas pemberontakan ini dan memulai kampanye anti-komu-nis yang sangat keras, termasuk dengan melarang PKI dan menghilangkan pengaruh komu-nis dari kehidupan politik Indonesia.

Dukungan Internasional terhadap Anti-Komu-nisme:

  • Pada masa Perang Dingin, Indonesia menerima dukungan dari negara-negara Barat yang anti-komu-nis, seperti Amerika Serikat. Dukungan ini memperkuat kampanye anti-komu-nis di dalam negeri dan menekan pengaruh ideologi komunis.

Peran Pancasila sebagai Ideologi Negara:

  • Pancasila, sebagai ideologi dasar negara Indonesia, mengedepankan nilai-nilai seperti Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai ini tidak selaras dengan prinsip-prinsip utama komunisme, seperti diktator proletar atau kepemimpinan partai tunggal.

Reformasi Struktural Pasca-Soeharto:

  • Setelah jatuhnya rezim Soeharto pada tahun 1998, Indonesia mengalami periode reformasi politik dan ekonomi yang lebih terbuka. Selama periode ini, kebebasan berpendapat dan pluralisme ideologis diperluas, tetapi ideologi komu-nis tidak mendapatkan dukungan signifikan dalam masyarakat atau di kalangan elit politik.

Persepsi Negatif terhadap Komu-nisme:

  • Akibat trauma dan pengalaman buruk selama masa pemberontakan PKI dan kampanye anti-komu-nis, banyak masyarakat Indonesia memiliki persepsi negatif terhadap komu-nisme. Hal ini membuat sulitnya untuk mempertahankan atau membangkitkan kembali kehadiran komu-nisme dalam konteks politik Indonesia.

Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

17

5.0

Jawaban terverifikasi