Muhammad F

Ditanya 2 hari yang lalu

Iklan

Muhammad F

Ditanya 2 hari yang lalu

Pertanyaan

memey ketua kelas 6 SD persahabatan mengajak teman teman membantu korban bencana banjir dengan menyisihkan sebagian uang saku dan mengumpulkannya setelah terkumpul mereka meminta tolong guru menyumbangkan ke panti asuhan sikap Memey dan teman temannya yang patut untuk diteladani adalah

memey ketua kelas 6 SD persahabatan mengajak teman teman membantu korban bencana banjir dengan menyisihkan sebagian uang saku dan mengumpulkannya setelah terkumpul mereka meminta tolong guru menyumbangkan ke panti asuhan sikap Memey dan teman temannya yang patut untuk diteladani adalah

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

17

:

41

:

45

Klaim

10

2


Iklan

Aqilah Z

Dijawab 2 hari yang lalu

<p>membantu walau sedikit demi sedikit. Mungkin?</p>

membantu walau sedikit demi sedikit. Mungkin?


Iklan

Adelio R

Dijawab 2 hari yang lalu

<p>Membantu</p>

Membantu


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Bacalah teks pidato di bawah ini! Pidato Acara Bakti Sosial Selamat siang, Rekan-rekan guru yang saya hormati. Bapak RT dari Desa Srijaya. Anak-anakku dari SD Pertiwi. Segala puja dan puji kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat-Nya sehingga kita bisa berkumpul dalam acara Bakti Sosial di pagi yang cerah ini. Bapak-bapak dan lbu-ibu, serta anak-anakku sekalian. Bakti sosial ini bertujuan untuk meningkatkan rasa solidaritas para siswa untuk masyarakat sekitar. Untuk itulah, saya sebagai kepala sekolah dan dibantu oleh guru-guru mengajak para siswa untuk menyumbangkan apa saja yang mereka punya. Senang rasanya melihat antusias siswa saat memberi sumbangan. Hasil sumbangan yang terkumpul selama sebulan adalah berupa uang sebesar 5 juta rupiah, pakaian, buku bacaan, serta mainan. Sebagian besar uang yang kami terima telah dibelikan bahan sembako berupa beras, minyak goreng, dan mie instan. Mereka yang diharapkan menerima sumbangan ini adalah keluarga yang tidak mampu, anak yatim piatu, orang jompo, dan mereka yang sangat membutuhkan. Sumbangan akan kami berikan secara simbolis kepada Bapak Ketua RT Desa Srijaya. Sekian dari saya. Semoga Tuhan terus memberkati kita semua. Selamat siang. Siapakah yang berpidato?

1

0.0

Jawaban terverifikasi

Sebuah Kejujuran Karya: Lisa Oktafiani Andi duduk di kelas VI di SD Nusa Bangsa. Di sekolah, semua orang mengenal Andi sebagai sosok yang baik, sopan, dan pandai bergaul. Pada suatu harl, ada ulangan mendadak di kelas Andi. Teman-temar:i sekelas Andi banyak yang mengeluh. Namun, Andi tetap tenang karena semalam la telah belajar. Hasilnya, nilai ulangan Andi menjadl yang tertlnggl di kelas. Saat perjalanan pulang dari sekolah, Andi bertemu temafr sekelasnya. "Andi, pulang sekolah kita bermain futsal, yuk!" ajak lvan "Besok kan ada ulangan. Aku Ing In belajar," jawab Andi. "Kamu kan sudah plntar. Tanpa belajar pastl juga bagus nilalmu nanti ,"' · kata Ivan mencoba membujuk Andi. "Hm, glmana ya? Sebenarnya aku juga lngln bermaln futsal sih," kata Andi ragu-ragu. "Sudahlah, ayo, ikut" kata Ivan sambil menarlk tangan Andi. Andi akhirnya ikut bermain futsal. Sore hari ia baru pulang. Sampai di rumah. Andi langsung mandi dan belajar. Karena kelelahan, Andi hanya sempat belajar .30' menit. · Keesokan harinya, Andi bertemu Ivan di sekolah. Ivan penasaran, apakah mungkin Andi tetap · belajar setelah kelelahan bermain futsal. Ivan pun bertanya kepada Andi. "Andi , apakah kamu jadi belajar?" tanya Ivan . . "lya, Van, tetapi hanya sebentar," jawab Andi sedih. "Sudahlah, aku malah · tidak sempat belajar," kata Ivan sambil tertawa-tawa melihat wajah . sahabatnya yang terlalu serius itu. Tak lama kemudian, Bu Ria datang. Anak-anak berlarian ke tempat duduk mereka masing-masing. Bu Ria men.ggelengkan kepala. "Pagi Anak-Anak, kalian sudah siap ulangan?" tanya Bu Ria. "Belum, Bu! jawab murid-murid sekelas dengan kompak "Kemario lbu sudah bilang ada ulangan, bukan? Ayo, semua masukkan buku ke dalam tas!" kata. Bu Ria tegas. , Suasana kelas ribut dipenuhi suara keluhan anak-anak. Beberapa detik kemudian, suasana sunyi. Bu Ria membagikan kertas yang sudah berisi seal. Bu Ria meminta anak-anak untuk mengerjakan μlangan dengan jujur. · Andi sangat gelisah. Banyak sekali seal yang tidak bisa dikerjakannya karena materi itu belum sempat ia pelajari kembali kemarin. "Ah, andai saja aku kemarin pelajari semua materi di subtema ini!" teriaknya dalam hati. Dengan perasaan was-was, ia menulis jawaban seingatnya. . . Beberapa menit kemudian, Bu Ria .meninggalkan kelas. Dengan begitu, tidak ada yang mengawasi saat ulangan berlangsung. Setelah guru mereka berjalan agak jauh, kelas langsung dipen·uhi suara l;&gt;isik-bisik. Banyak yang terang-terangan membuka buku dan menyontek. Sebagian lagi melihat pekerjaan milik teman. Meskipun sangat terdesak, Andi tidak mau menyontek seperti teman-temannya yang lain. Dua hari kemudian hasil ulangan dibagikan. Andi dipanggil pada urutan pertama. Andi berjalan ke depan, jaritungnya berdebar-debar. Begitu melihat nilai di kertas yang dibagikan, Andi tersentak. la sangat kaget karena mendapat nilai 90. Padahal, ia merasa tidak dapat mengerjaka.n ulangan dengan maksimal. Setelah semuanya dibagikan, Bu Ria berjalan ke tengah kelas . "Kalian tahu? lbu tahu bahwa pada saat ulangan kemarin kaiian menyontek," kata Bu Ria dengan nada kecewa. "Kecuali empat orang. Fira, Annie, Ressa, dan Aadi. Bagi lbu, empat anak ini sangat baik karena mereka jujur, tidak menyontek. Terima kasih atas kejujuran kalian. Untuk anak lainnya yang menyontek, siap-siap saja kalian akan ulangan lagi!" ucap Bu Ria ringan sambil menuju meja guru. Suasana kelas menjadi he.ning. Anak-anak yang menyontek merasa sangat malu dan menyesal. Dalam hati, mereka berjanji tidak akan menyontek lagi. Seme11tara itu, Andi masih merasa tidak percaya. I la mendapat nilai 90 tanpa belajar dengan maksimal. Menurutnya, itu pencapaian menakjubkan. Sepulang sekolah, Andi menceritakan kejadian itu kepada ibunya tersayang. lbunya tersenyumlembut. "Andi, kamu harus mengambil hikmah dari kejadian ini," ucap ibunya. "lya, Bu, aku mengerti ," jawab Andi masih dengari wajah berseri-seri . "Kalau ingin tutus, kamu harus belajar dengan sungguh-sungguh karena sebentar lagi ujian ketulusan. tngattah setalu untuk jujur dan tidak menyontek," nasihat ibunya. "tya, Bu, aku akan-setatu mengingat nasihat lbu," kata Andi sambil memelu_k ibunya Sejak kejadian itu, Andi makin tekun betajar. Ujian kelutusan pun tiba. Akhirnya, pada saat pengumuman kelulusan, Andi lulus dengan nilai tertinggi. Saat menerima penghargaan dari sekolah, Andi merasa sangat bahagia Perasaan haru menyelimutinya ·karena penghargaan itu didapatkan dari kerja kerasnya selam.a ini, bukan hasil menyontek. "Jujur itu beni;ir-benar indah dan berharga," katanya dalam hati. Apa judul cerita tersebut?

1

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan