Nabila R

01 Februari 2024 13:56

Iklan

Nabila R

01 Februari 2024 13:56

Pertanyaan

materi tentang pro terhadap sistem parlementer lebih baik dari sistem presidensial

materi tentang pro terhadap sistem parlementer lebih baik dari sistem presidensial

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

01

:

40

:

46

Klaim

3

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nanda R

Community

13 Februari 2024 05:11

Jawaban terverifikasi

<p>Diskusi tentang keunggulan dan kelemahan antara sistem parlementer dan sistem presidensial adalah topik yang kompleks dan seringkali kontroversial. Sistem parlementer dan presidensial masing-masing memiliki karakteristik unik dan memberikan pendekatan yang berbeda terhadap pembagian kekuasaan dan kepemimpinan dalam pemerintahan. Berikut adalah beberapa argumen pro terhadap sistem parlementer dibandingkan dengan sistem presidensial:</p><p>1. Kestabilan Pemerintahan:</p><ul><li>Pro Parlementer: Sistem parlementer cenderung lebih stabil karena kepala pemerintahan (misalnya, perdana menteri) harus mempertahankan dukungan mayoritas di parlemen. Jika perdana menteri kehilangan dukungan mayoritas, pemerintahan dapat jatuh, dan pemilihan umum baru dapat diadakan.</li></ul><p>2. Fleksibilitas dalam Pembentukan Pemerintahan:</p><ul><li>Pro Parlementer: Sistem parlementer memungkinkan pembentukan pemerintahan yang lebih fleksibel dan responsif terhadap perubahan dalam kebijakan dan dukungan politik. Pergantian kepala pemerintahan dapat dilakukan tanpa perlu menunggu pemilihan umum.</li></ul><p>3. Akuntabilitas Pemerintahan:</p><ul><li>Pro Parlementer: Kepala pemerintahan (perdana menteri) dalam sistem parlementer dapat langsung dipertanggungjawabkan kepada parlemen. Jika pemerintahan gagal atau kebijakan tidak populer, parlemen memiliki mekanisme untuk memberikan mosi tidak percaya dan memicu pemilihan umum.</li></ul><p>4. Koalisi Pemerintahan:</p><ul><li>Pro Parlementer: Sistem parlementer memungkinkan pembentukan koalisi pemerintahan yang dapat mencakup berbagai partai politik. Hal ini dapat mencerminkan keragaman opini dalam masyarakat dan mempromosikan inklusivitas dalam proses pembuatan keputusan.</li></ul><p>5. Pemisahan Antara Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan:</p><ul><li>Pro Parlementer: Sistem parlementer memungkinkan pemisahan peran antara kepala negara (seperti presiden atau raja) dan kepala pemerintahan (perdana menteri). Kepala negara memiliki peran simbolis, sementara kepala pemerintahan bertanggung jawab atas kebijakan dan pengelolaan pemerintahan sehari-hari.</li></ul><p><br>&nbsp;</p>

Diskusi tentang keunggulan dan kelemahan antara sistem parlementer dan sistem presidensial adalah topik yang kompleks dan seringkali kontroversial. Sistem parlementer dan presidensial masing-masing memiliki karakteristik unik dan memberikan pendekatan yang berbeda terhadap pembagian kekuasaan dan kepemimpinan dalam pemerintahan. Berikut adalah beberapa argumen pro terhadap sistem parlementer dibandingkan dengan sistem presidensial:

1. Kestabilan Pemerintahan:

  • Pro Parlementer: Sistem parlementer cenderung lebih stabil karena kepala pemerintahan (misalnya, perdana menteri) harus mempertahankan dukungan mayoritas di parlemen. Jika perdana menteri kehilangan dukungan mayoritas, pemerintahan dapat jatuh, dan pemilihan umum baru dapat diadakan.

2. Fleksibilitas dalam Pembentukan Pemerintahan:

  • Pro Parlementer: Sistem parlementer memungkinkan pembentukan pemerintahan yang lebih fleksibel dan responsif terhadap perubahan dalam kebijakan dan dukungan politik. Pergantian kepala pemerintahan dapat dilakukan tanpa perlu menunggu pemilihan umum.

3. Akuntabilitas Pemerintahan:

  • Pro Parlementer: Kepala pemerintahan (perdana menteri) dalam sistem parlementer dapat langsung dipertanggungjawabkan kepada parlemen. Jika pemerintahan gagal atau kebijakan tidak populer, parlemen memiliki mekanisme untuk memberikan mosi tidak percaya dan memicu pemilihan umum.

4. Koalisi Pemerintahan:

  • Pro Parlementer: Sistem parlementer memungkinkan pembentukan koalisi pemerintahan yang dapat mencakup berbagai partai politik. Hal ini dapat mencerminkan keragaman opini dalam masyarakat dan mempromosikan inklusivitas dalam proses pembuatan keputusan.

5. Pemisahan Antara Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan:

  • Pro Parlementer: Sistem parlementer memungkinkan pemisahan peran antara kepala negara (seperti presiden atau raja) dan kepala pemerintahan (perdana menteri). Kepala negara memiliki peran simbolis, sementara kepala pemerintahan bertanggung jawab atas kebijakan dan pengelolaan pemerintahan sehari-hari.


 


Iklan

Kevin L

Gold

14 Februari 2024 13:48

Jawaban terverifikasi

Dalam pertanyaan ini, kita akan membahas tentang sistem pemerintahan, khususnya sistem parlementer dan sistem presidensial. Sistem parlementer dan sistem presidensial memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Penjelasan: 1. Sistem parlementer adalah sistem pemerintahan di mana kekuasaan eksekutif dipimpin oleh kabinet yang bertanggung jawab kepada parlemen. Kelebihan sistem ini adalah adanya pembagian kekuasaan yang lebih merata dan pengawasan yang lebih ketat dari parlemen terhadap pemerintah. Selain itu, sistem parlementer juga cenderung lebih stabil dan efisien dalam membuat kebijakan karena pemerintah biasanya didukung oleh mayoritas di parlemen. 2. Sistem presidensial adalah sistem pemerintahan di mana presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Kelebihan sistem ini adalah adanya pemisahan kekuasaan yang jelas antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Selain itu, presiden memiliki otoritas yang kuat dalam membuat kebijakan dan biasanya lebih mudah diidentifikasi oleh rakyat sebagai pemimpin negara. Kesimpulan: Kelebihan sistem parlementer dibandingkan sistem presidensial antara lain adalah pembagian kekuasaan yang lebih merata, pengawasan yang lebih ketat dari parlemen terhadap pemerintah, dan efisiensi dalam membuat kebijakan. Namun, pilihan antara sistem parlementer dan sistem presidensial sangat tergantung pada konteks dan kondisi spesifik suatu negara. Semoga penjelasan ini membantu Anda memahami perbedaan antara kedua sistem tersebut. ๐Ÿ™‚


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

ada tiga cara penyelesaian konflik secara sederhana (pendekatan kultur atau budaya, diaspora, fan hubungan bilateral), menurut kalian mana yang paling efektif, berilah alasannya dari 5 penyelesaian konflik secara internasional (negosiasi, mediasi dan jasa-jasa baik, konsiliasi, penyelidikan, dan penyelesaian di bawah naungan organisasi PBB), menurut kalian mana yang paling efektif, berilah alasannya

15

0.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

15

0.0

Jawaban terverifikasi