Fadjli A

28 Maret 2023 21:22

Iklan

Fadjli A

28 Maret 2023 21:22

Pertanyaan

latar belakang terjadinya era reformasi

latar belakang terjadinya era reformasi

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

14

:

34

:

45

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

RONA R

14 Mei 2023 13:33

Jawaban terverifikasi

<p>Ketidakpuasan rakyat terhadap kinerja pak Soeharto + muak dengan kediktatoran pemerintahan pak Suharto banyak kasus ham yang dilanggar ketika masa pemerintahan beliau ditambah lagi dengan krisis moneter 1997 menyebabkan demonstrasi besar-besaran hingga puncaknya pak Soeharto turun dari jabatan dan digantikan oleh Pak Habibie</p>

Ketidakpuasan rakyat terhadap kinerja pak Soeharto + muak dengan kediktatoran pemerintahan pak Suharto banyak kasus ham yang dilanggar ketika masa pemerintahan beliau ditambah lagi dengan krisis moneter 1997 menyebabkan demonstrasi besar-besaran hingga puncaknya pak Soeharto turun dari jabatan dan digantikan oleh Pak Habibie


Iklan

Salsabila M

Community

31 Maret 2024 06:21

Jawaban terverifikasi

<p>Era Reformasi di Indonesia dimulai pada tahun 1998, di mana terjadi perubahan besar dalam politik dan pemerintahan negara ini. Beberapa faktor yang menjadi latar belakang terjadinya era reformasi antara lain:</p><p><strong>Krisis Ekonomi dan Moneter</strong>: Krisis ekonomi dan moneter yang melanda Indonesia pada akhir tahun 1990-an menjadi pemicu utama terjadinya era reformasi. Krisis tersebut menyebabkan penurunan tajam nilai tukar rupiah, inflasi tinggi, kebangkrutan banyak perusahaan, dan meningkatnya pengangguran, yang semuanya menyebabkan ketidakpuasan yang meluas di kalangan masyarakat.</p><p><strong>Korupsi dan Nepotisme</strong>: Selama masa pemerintahan Orde Baru di bawah Presiden Soeharto, korupsi dan nepotisme merajalela di semua tingkatan pemerintahan dan sektor bisnis. Ketidakadilan dalam distribusi kekayaan dan pelanggaran hak asasi manusia semakin memperbesar ketidakpuasan masyarakat terhadap rezim Soeharto.</p><p><strong>Represi dan Pelanggaran HAM</strong>: Pemerintah Orde Baru dikenal karena praktik represifnya terhadap oposisi politik dan kelompok-kelompok masyarakat sipil yang kritis terhadap pemerintahan. Pelanggaran hak asasi manusia seperti penangkapan sewenang-wenang, penyiksaan, dan pembungkaman kebebasan berpendapat semakin memicu ketegangan di masyarakat.</p><p><strong>Perkembangan Teknologi Informasi</strong>: Perkembangan teknologi informasi, terutama internet, memungkinkan masyarakat untuk lebih mudah mengakses informasi dari dalam maupun luar negeri. Hal ini memperluas wawasan masyarakat tentang kondisi politik dan sosial di Indonesia serta mempercepat penyebaran opini dan gerakan perlawanan.</p><p><strong>Perubahan Global</strong>: Perubahan politik dan sosial yang terjadi secara global, termasuk di negara-negara tetangga seperti Filipina dan Thailand yang mengalami transisi menuju demokrasi, juga mempengaruhi kesadaran politik dan aspirasi demokratis masyarakat Indonesia.</p><p><strong>Kepemimpinan Oposisi</strong>: Adanya tokoh-tokoh oposisi seperti Megawati Soekarnoputri dan Amien Rais yang memimpin gerakan-gerakan oposisi dan kelompok masyarakat sipil dalam menentang pemerintahan otoriter Soeharto juga memainkan peran penting dalam mempercepat terjadinya era reformasi.</p>

Era Reformasi di Indonesia dimulai pada tahun 1998, di mana terjadi perubahan besar dalam politik dan pemerintahan negara ini. Beberapa faktor yang menjadi latar belakang terjadinya era reformasi antara lain:

Krisis Ekonomi dan Moneter: Krisis ekonomi dan moneter yang melanda Indonesia pada akhir tahun 1990-an menjadi pemicu utama terjadinya era reformasi. Krisis tersebut menyebabkan penurunan tajam nilai tukar rupiah, inflasi tinggi, kebangkrutan banyak perusahaan, dan meningkatnya pengangguran, yang semuanya menyebabkan ketidakpuasan yang meluas di kalangan masyarakat.

Korupsi dan Nepotisme: Selama masa pemerintahan Orde Baru di bawah Presiden Soeharto, korupsi dan nepotisme merajalela di semua tingkatan pemerintahan dan sektor bisnis. Ketidakadilan dalam distribusi kekayaan dan pelanggaran hak asasi manusia semakin memperbesar ketidakpuasan masyarakat terhadap rezim Soeharto.

Represi dan Pelanggaran HAM: Pemerintah Orde Baru dikenal karena praktik represifnya terhadap oposisi politik dan kelompok-kelompok masyarakat sipil yang kritis terhadap pemerintahan. Pelanggaran hak asasi manusia seperti penangkapan sewenang-wenang, penyiksaan, dan pembungkaman kebebasan berpendapat semakin memicu ketegangan di masyarakat.

Perkembangan Teknologi Informasi: Perkembangan teknologi informasi, terutama internet, memungkinkan masyarakat untuk lebih mudah mengakses informasi dari dalam maupun luar negeri. Hal ini memperluas wawasan masyarakat tentang kondisi politik dan sosial di Indonesia serta mempercepat penyebaran opini dan gerakan perlawanan.

Perubahan Global: Perubahan politik dan sosial yang terjadi secara global, termasuk di negara-negara tetangga seperti Filipina dan Thailand yang mengalami transisi menuju demokrasi, juga mempengaruhi kesadaran politik dan aspirasi demokratis masyarakat Indonesia.

Kepemimpinan Oposisi: Adanya tokoh-tokoh oposisi seperti Megawati Soekarnoputri dan Amien Rais yang memimpin gerakan-gerakan oposisi dan kelompok masyarakat sipil dalam menentang pemerintahan otoriter Soeharto juga memainkan peran penting dalam mempercepat terjadinya era reformasi.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

15

5.0

Jawaban terverifikasi