Revina E

09 Februari 2022 01:15

Iklan

Revina E

09 Februari 2022 01:15

Pertanyaan

Latar belakang dan pelopor pertempuran surabaya

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

15

:

39

:

19

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Halimah

Mahasiswa/Alumni Universitas Indraprasta PGRI

21 Juni 2022 14:40

Jawaban terverifikasi

Latar belakang pertempuran Surabaya adalah kedatangan pasukan sekutu pada 25 Oktober 1945 yang tergabung dalam AFNEI dan tewasnya pemimpin AFNEI Brigadir Jenderal A. W. S. Mallaby. Pelopor pertempuran Surabaya adalah Sutomo/Bung Tomo. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut. Pertempuran Surabaya dilatarbelakangi kedatangan pasukan sekutu pada 25 Oktober 1945 yang tergabung dalam Allied Forces Netherland East (AFNEI) di Tanjung Perak, Jakarta. Kedatangan pasukan tersebut dipimpin oleh Brigadir Jenderal Aubertin Walter Sothern Mallaby. Pertempuran 10 November 1945 adalah salah satu pertempuran paling besar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari Sekutu dimana salah satunya, Bung Tomo sangat berjasa dalam pertempuran ini di Surabaya. Sutomo dalam pertempuran memiliki peran yang sangat krusial. Peran utama Bung Tomo adalah melakukan orasi untuk membakar semangat rakyat dalam memberikan perlawanan. Saat itu Bung Tomo menjadi tokoh yang paling fenomenal dengan berorasi dengan jari menunjuk. Setelah Indonesia merdeka, Pasukan Belanda (NICA) memboyong Sekutu untuk menguasai kembali Indonesia, akibatnya terjadilah perlawanan di beberapa daerah salah satunya di Surabaya. Pada saat itu Gubenrur Jawa Timur, yaitu Ario Suryo membuat perjanjian gencatan senjata dengan komandan pasukan Inggris Brigadir Jendral Aubertin Mallaby di Surabaya pada tanggal 26 Oktober 1945. Akan tetapi tetap saja meletus pertempuran tiga hari di Surabaya 28 – 30 Oktober yang membuat Inggris terdesak. Mendengar hal itu, Presiden Soekarno memutuskan datang ke Surabaya untuk mendamaikan kedua pihak. Gencatan senjata yang disepakati tidak diketahui sepenuhnya oleh para pejuang pribumi dan terjadi terjadi kontak senjata yang menewaskan komandan pasukan Inggris Brigadir Jendral Aubertin Mallaby. Tewasnya Mallaby membuat kemarahan pasukan Inggris. Kahirnya pihak Inggris mengultimatum rakyat Surabaya, lewat komandan pasukan Jenderal Mansergh agar menyerahkan semua senjata paling lambat di tanggal 9 November 1945, atau jika Surabaya tetap tidak menyerah maka keesokan harinya Surabaya akan dihancurkan. Presiden Sukarno menyerahkan keputusan atas ultimatum tersebut terhadap pemerintah Jawa Timur, akankah tetap melanjutkan pertempuran atau menyerah. Keputusan Gubernur Suryo dengan tegas berpidato di RRI bahwa Arek-Arek Suroboyo yang dipimpin Bung Tomo akan melawan ultimatum Inggris sampai darah penghabisan. Dengan adanya pidato tersebut, maka meletuslah pertempuran besar antara rakyat Jawa Timur melawan Inggris di Surabaya yang dimulai tanggal 10 November 1945. Selama tiga minggu pertempuran terjadi di mana Surabaya akhirnya menjadi kota mati. Dengan demikian, latar belakang pertempuran Surabaya adalah kedatangan pasukan sekutu pada 25 Oktober 1945 yang tergabung dalam AFNEI dan tewasnya pemimpin AFNEI Brigadir Jenderal A. W. S. Mallaby. Sedangkan pelopor pertempuran Surabaya adalah Sutomo/Bung Tomo. "Semoga membantu yaa"


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

5

5.0

Jawaban terverifikasi