Khoirul A

28 Februari 2024 13:56

Iklan

Iklan

Khoirul A

28 Februari 2024 13:56

Pertanyaan

Lanjutkan cerita tersebut Di sebuah desa di kaki gunung,Tinggal seorang gadis bernama Laras Sejak kecil,Laras terlahir dengan kondisi tunarumu. Hari ini tidak membuatnya patah semangat

Lanjutkan cerita tersebut

Di sebuah desa di kaki gunung,Tinggal seorang gadis bernama Laras

Sejak kecil,Laras terlahir dengan kondisi tunarumu.

Hari ini tidak membuatnya patah semangat


10

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

05 Maret 2024 06:20

Jawaban terverifikasi

<p>Sejak kecil, Laras terlahir dengan kondisi tunarungu. Meskipun begitu, hari ini tidak membuatnya patah semangat. Laras tumbuh menjadi gadis yang ceria dan penuh tekad. Meski tidak dapat mendengar melodi riang lagu burung atau suara gemericik air sungai, Laras menemukan kebahagiaan dalam ekspresi wajah dan gerakan yang penuh makna.</p><p>Di desa kecil itu, Laras menjadi inspirasi bagi banyak orang. Setiap hari, dia terlibat dalam kegiatan-kegiatan desa dan membantu sesama dengan senyum yang tulus. Keterbatasan fisiknya tidak menghentikan Laras untuk berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.</p><p>Suatu hari, desa itu dihadapkan pada tantangan serius. Banjir besar mengancam untuk merusak tanah subur dan rumah-rumah penduduk. Laras, dengan semangat juang yang tak kenal lelah, memimpin gerakan bersih desa dan membantu warganya menyelamatkan harta mereka. Meskipun tanpa kata-kata, keberanian dan keuletan Laras menjadi sinar terang bagi semua orang di desa.</p><p>Seiring berjalannya waktu, Laras menjadi sosok yang dicintai oleh seluruh desa. Keberhasilannya mengatasi tantangan hidup dan membawa perubahan positif menjadi bukti bahwa semangat dan tekad dapat mengalahkan segala keterbatasan. Laras, sang gadis tunarungu, melanjutkan perjalanannya dengan penuh keyakinan, menjadi cahaya dan inspirasi bagi semua yang berada di sekitarnya.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>

Sejak kecil, Laras terlahir dengan kondisi tunarungu. Meskipun begitu, hari ini tidak membuatnya patah semangat. Laras tumbuh menjadi gadis yang ceria dan penuh tekad. Meski tidak dapat mendengar melodi riang lagu burung atau suara gemericik air sungai, Laras menemukan kebahagiaan dalam ekspresi wajah dan gerakan yang penuh makna.

Di desa kecil itu, Laras menjadi inspirasi bagi banyak orang. Setiap hari, dia terlibat dalam kegiatan-kegiatan desa dan membantu sesama dengan senyum yang tulus. Keterbatasan fisiknya tidak menghentikan Laras untuk berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.

Suatu hari, desa itu dihadapkan pada tantangan serius. Banjir besar mengancam untuk merusak tanah subur dan rumah-rumah penduduk. Laras, dengan semangat juang yang tak kenal lelah, memimpin gerakan bersih desa dan membantu warganya menyelamatkan harta mereka. Meskipun tanpa kata-kata, keberanian dan keuletan Laras menjadi sinar terang bagi semua orang di desa.

Seiring berjalannya waktu, Laras menjadi sosok yang dicintai oleh seluruh desa. Keberhasilannya mengatasi tantangan hidup dan membawa perubahan positif menjadi bukti bahwa semangat dan tekad dapat mengalahkan segala keterbatasan. Laras, sang gadis tunarungu, melanjutkan perjalanannya dengan penuh keyakinan, menjadi cahaya dan inspirasi bagi semua yang berada di sekitarnya.

 

 

 


Iklan

Iklan

Kevin L

Bronze

02 Maret 2024 01:30

# Penjelasan: ## Langkah 1: Mengetahui kondisi Laras Dari cerita yang diberikan, kita mengetahui bahwa Laras adalah seorang gadis yang tinggal di desa di kaki gunung. Dia terlahir dengan kondisi tunarungu. Meskipun demikian, dia tetap semangat dan tidak patah semangat. ## Langkah 2: Memahami tantangan yang dihadapi Laras Kondisi tunarungu Laras adalah sebuah tantangan besar bagi kehidupannya sehari-hari. Karena dia tidak dapat mendengar, komunikasi verbal menjadi sulit baginya. Hal ini bisa mempengaruhi proses pembelajaran, interaksi sosial, dan integrasi dengan lingkungan sekitarnya. ## Langkah 3: Mencari solusi untuk membantu Laras Dalam rangka membantu Laras mengatasi tantangan yang dihadapinya, perlu dilakukan beberapa langkah, antara lain: - Memanfaatkan teknologi bantu pendengaran, seperti alat bantu dengar, untuk membantu Laras dalam mendengar suara dan berkomunikasi dengan orang lain. - Melibatkan pendidik khusus yang berpengalaman dalam mengajar anak-anak dengan kebutuhan khusus, seperti tunarungu, untuk memberikan pendampingan dan dukungan kepada Laras dalam proses pembelajarannya. - Mendorong inklusi dan dukungan dari masyarakat sekitar, termasuk keluarga, teman-teman, dan tetangga, untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi Laras dalam mengembangkan potensinya. # Jawaban: Solusi untuk membantu Laras adalah dengan memanfaatkan teknologi bantu pendengaran, melibatkan pendidik khusus, dan mendorong inklusi dari masyarakat sekitar. Dengan langkah-langkah ini, Laras dapat mendapatkan dukungan yang dibutuhkannya untuk mengatasi tantangan yang dihadapinya dan tetap semangat dalam menghadapi kehidupannya.


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Dion adalah siswa yang rajin dan pintar. Dia memiliki cita-cita menjadi orang sukses. Setiap hari Dion harus membantu orang tuanya bekerja sepulang sekolah. Dion memiliki cita-cita melanjutkan ke perguruan tinggi. Jika menggantungkan kepada orang tuanya yang tidak mungkin mampu membiayai kuliah, Dion tak mungkin bisa mewujudkan cita-citanya, dengan doa dan kerja kerasnya akhirnya Dion bisa diterima di perguruan tinggi negeri dan mendapatkan beasiswa. Tulislah hal yang dapat dijadikan pelajaran dari kutipan teks inspiratif ini!

14

5.0

Jawaban terverifikasi

Ali Audah lahir pada 14 Juli 1924 di Bondowos Jawa derita. Ayahnya meningga Jawa Timur. Sejak kecil, ia terbiasa hidu berumur tujuh tahun. Ali hanya menikma pendidikan formal sampai kelas dua sekola dasar. Meskipun demikian, ia mempunya kemauan belajar yang sangat tinggi. Ali mencoba belajar sendiri atau bersama teman-teman sepermainannya. Ia belajar menulis dengan mencoret-coret tanah sambil bermain gundu. Ia juga belajar membaca dan koran bekas pembungkus kue, majalah bekas serta buku-buku pelajaran dan bacaan anak- anak milik teman sepermainannya. Setelah dewasa, barulah Ali berkesempatan mengikuti kursus. Ali Audah menguasai sejumlah bahasa asing, seperti Arab, Inggris, Prancis, Jerman, dan Belanda. Berkat perkenalannya dengan Moh. Dimyati seorang wartawan dan sastrawan, Ali mendapat dorongan untuk belajar menulis. Tidal disangka, Ali ternyata berbakat di bidang itu bidang pendidikan. Sejak tahun 1952 Ali mulai bekerja sebaga wartawan lepas di berbagai harian. Ali beker sebagai penerjemah. Kemudian Ali bekerja di bidang pendidikan. Semangat kemauan belajar Ali yang cukup tinggi dan bakat yang dimiliki Ali dapat menjadi sumber inspirasi bagi kita semua. Keterbatasan kemampuan untuk bersekolah tidak menghalangi Ali untuk tetap bisa belajar membaca dan menulis. Semoga kita semua dapat meniru semangat Ali Audah. Penggunaan adjektiva berdasarkan teks biografi tersebut terdapat pada kalimat.. A. Ali sudah lahir pada 14 Juli 1924 di Bondowoso, Jawa Timur. b. Sejak kecil, ia terbiasa hidup menderita. C. Ibunya meninggal ketika ia berumur tujuh tahun. d. Ali hanya menikmati pendidikan formal sampai kelas dua sekolah dasar. E. Meskipun demikian, ia mempunyai kemauan belajar yang sangat tinggi

4

5.0

Jawaban terverifikasi