Alya A

28 Mei 2024 05:26

Iklan

Iklan

Alya A

28 Mei 2024 05:26

Pertanyaan

keterkaitan sistem respirasi dan sistem sirkulasi darah dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran CO2

keterkaitan sistem respirasi dan sistem sirkulasi darah dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran CO2


7

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Kevin L

Bronze

28 Mei 2024 07:32

Jawaban terverifikasi

【Jawaban】: Sistem respirasi dan sistem sirkulasi darah saling terkait dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran CO2. Sistem respirasi bertanggung jawab untuk mengambil oksigen dari udara dan melepaskan CO2 ke udara. Sistem sirkulasi darah bertanggung jawab untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan mengangkut CO2 dari seluruh tubuh kembali ke paru-paru untuk dikeluarkan. 【Penjelasan】: Sistem respirasi dan sistem sirkulasi darah adalah dua sistem tubuh yang saling terkait erat. Sistem respirasi bertanggung jawab untuk pertukaran gas, yaitu mengambil oksigen dari udara dan melepaskan karbon dioksida (CO2) ke udara. Proses ini terjadi di alveolus, kantong-kantong kecil di ujung bronkiolus di paru-paru. Oksigen yang diambil kemudian diikat oleh hemoglobin dalam sel darah merah dan diangkut oleh sistem sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Di sisi lain, sel-sel tubuh menghasilkan CO2 sebagai produk sampingan dari metabolisme seluler. CO2 ini kemudian diangkut oleh darah kembali ke paru-paru, di mana ia dilepaskan ke udara melalui proses pernapasan. Dengan demikian, sistem respirasi dan sistem sirkulasi darah bekerja bersama untuk memastikan seluruh tubuh mendapatkan oksigen yang cukup dan mengeluarkan CO2 dengan efisien.


Alya A

28 Mei 2024 08:26

terima kasih ! >_____<

Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

29 Mei 2024 02:59

Jawaban terverifikasi

<p>Sistem respirasi dan sistem sirkulasi darah memiliki keterkaitan yang erat dalam mengatur pemasukan oksigen (O₂) dan pengeluaran karbon dioksida (CO₂). Berikut adalah bagaimana kedua sistem tersebut bekerja sama:</p><p><strong>Pertukaran Gas di Paru-paru</strong>:</p><ul><li><strong>Sistem respirasi</strong> bertanggung jawab untuk memasukkan udara ke dalam paru-paru melalui proses inhalasi. Udara ini mengandung O₂ yang diperlukan tubuh.</li><li>Di alveolus (kantong-kantong udara kecil di paru-paru), terjadi pertukaran gas antara udara yang dihirup dan darah. O₂ dari udara masuk ke dalam darah, sedangkan CO₂ yang merupakan hasil metabolisme sel-sel tubuh dikeluarkan dari darah ke alveolus untuk kemudian dihembuskan keluar melalui proses ekshalasi.</li></ul><p><strong>Transportasi Gas oleh Sistem Sirkulasi</strong>:</p><ul><li><strong>Sistem sirkulasi darah</strong>, yang terdiri dari jantung dan pembuluh darah, bertugas mengangkut O₂ yang telah diambil oleh darah dari alveolus ke seluruh sel-sel tubuh. O₂ dibawa oleh hemoglobin dalam sel darah merah.</li><li>Setelah O₂ digunakan oleh sel-sel tubuh untuk proses metabolisme, sel-sel tersebut menghasilkan CO₂ sebagai produk sampingan. CO₂ ini kemudian masuk ke dalam darah dan diangkut kembali ke paru-paru.</li></ul><p><strong>Pengaturan Kadar CO2 dan pH Darah</strong>:</p><ul><li>Peningkatan kadar CO₂ dalam darah akan menurunkan pH darah, membuatnya lebih asam. Tubuh memiliki mekanisme untuk mendeteksi perubahan pH ini dan menyesuaikan laju pernapasan.</li><li>Jika kadar CO₂ meningkat, pusat pernapasan di otak (medula oblongata) akan mengirim sinyal untuk meningkatkan laju dan kedalaman pernapasan (hiperventilasi) untuk membuang CO₂ lebih banyak dan mengembalikan pH darah ke tingkat normal.</li><li>Sebaliknya, jika kadar CO₂ rendah, laju pernapasan akan berkurang (hipoventilasi) untuk mempertahankan CO₂ di dalam darah.</li></ul><p><strong>Peran Hemoglobin</strong>:</p><ul><li>Hemoglobin dalam sel darah merah berperan penting dalam mengikat dan mengangkut O₂ dari paru-paru ke jaringan dan CO₂ dari jaringan ke paru-paru.</li><li>Hemoglobin dapat mengikat CO₂ dalam bentuk karbaminohemoglobin atau mengangkut CO₂ dalam bentuk ion bikarbonat (HCO₃⁻), setelah CO₂ bereaksi dengan air dalam darah membentuk asam karbonat (H₂CO₃) yang kemudian terdisosiasi menjadi H⁺ dan HCO₃⁻.</li></ul>

Sistem respirasi dan sistem sirkulasi darah memiliki keterkaitan yang erat dalam mengatur pemasukan oksigen (O₂) dan pengeluaran karbon dioksida (CO₂). Berikut adalah bagaimana kedua sistem tersebut bekerja sama:

Pertukaran Gas di Paru-paru:

  • Sistem respirasi bertanggung jawab untuk memasukkan udara ke dalam paru-paru melalui proses inhalasi. Udara ini mengandung O₂ yang diperlukan tubuh.
  • Di alveolus (kantong-kantong udara kecil di paru-paru), terjadi pertukaran gas antara udara yang dihirup dan darah. O₂ dari udara masuk ke dalam darah, sedangkan CO₂ yang merupakan hasil metabolisme sel-sel tubuh dikeluarkan dari darah ke alveolus untuk kemudian dihembuskan keluar melalui proses ekshalasi.

Transportasi Gas oleh Sistem Sirkulasi:

  • Sistem sirkulasi darah, yang terdiri dari jantung dan pembuluh darah, bertugas mengangkut O₂ yang telah diambil oleh darah dari alveolus ke seluruh sel-sel tubuh. O₂ dibawa oleh hemoglobin dalam sel darah merah.
  • Setelah O₂ digunakan oleh sel-sel tubuh untuk proses metabolisme, sel-sel tersebut menghasilkan CO₂ sebagai produk sampingan. CO₂ ini kemudian masuk ke dalam darah dan diangkut kembali ke paru-paru.

Pengaturan Kadar CO2 dan pH Darah:

  • Peningkatan kadar CO₂ dalam darah akan menurunkan pH darah, membuatnya lebih asam. Tubuh memiliki mekanisme untuk mendeteksi perubahan pH ini dan menyesuaikan laju pernapasan.
  • Jika kadar CO₂ meningkat, pusat pernapasan di otak (medula oblongata) akan mengirim sinyal untuk meningkatkan laju dan kedalaman pernapasan (hiperventilasi) untuk membuang CO₂ lebih banyak dan mengembalikan pH darah ke tingkat normal.
  • Sebaliknya, jika kadar CO₂ rendah, laju pernapasan akan berkurang (hipoventilasi) untuk mempertahankan CO₂ di dalam darah.

Peran Hemoglobin:

  • Hemoglobin dalam sel darah merah berperan penting dalam mengikat dan mengangkut O₂ dari paru-paru ke jaringan dan CO₂ dari jaringan ke paru-paru.
  • Hemoglobin dapat mengikat CO₂ dalam bentuk karbaminohemoglobin atau mengangkut CO₂ dalam bentuk ion bikarbonat (HCO₃⁻), setelah CO₂ bereaksi dengan air dalam darah membentuk asam karbonat (H₂CO₃) yang kemudian terdisosiasi menjadi H⁺ dan HCO₃⁻.

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Sebuah partikel bergerak dalam sumbu x mempunyai fungsi posisi x(t) = 3t 2 - 2t dimana x dalam meter dan t dalam sekon. Besar kecepatan benda sesaat benda saat 3 sekon adalah ... a. 4 m/s b. 8 m/s c. 12 m/s d. 16 m/s e. 20 m/s

13

0.0

Jawaban terverifikasi