Vivo J

12 Mei 2022 12:53

Iklan

Vivo J

12 Mei 2022 12:53

Pertanyaan

kerajaan sriwijaya berkembang di sumatra pada abad VII-XIII masehi.keberadaan kerajaan sriwijaya dibuktikan dengan adanya penemuan prasasti

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

15

:

22

:

30

Klaim

3

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Y. Nabilla

Mahasiswa/Alumni Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

13 Mei 2022 15:24

Jawaban terverifikasi

Keberadaan Kerajaan Sriwijaya dibuktikan dengan adanya penemuan Prasasti Kedukan Bukit. Mari simak penjelasan berikut, untuk mengetahui lebih lanjut tentang Prasasti Kedukan Bukit. Prasasti Kedukan Bukit adalah prasasti dari Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan dan menjadi prasasti yang membuktikan bahwa Kerajaan Sriwijaya pernah berkembang di Sumatra. Prasasti ini tertulis di atas batu andesit berbentuk bundar yang tidak sempurna. Prasasti Kedukan Bukit tertulis dalam Bahasa Pallawa atau Melayu Kuno. Prasasti ini menerangkan bahwa seorang bernama Dapunta Hyang mengadakan perjalanan suci dengan menggunakan perahu. Ia berangkat dari Minangatamwan dengan membawa tentara 20.00 orang hingga di Upang yang saat ini bernama Palembang. Dengan demikian, keberadaan Kerajaan Sriwijaya dibuktikan dengan adanya penemuan Prasasti Kedukan Bukit.


Iklan

Rahma A

12 Mei 2022 13:01

Jawab : Beberapa prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya diketahui berisi kutukan. Mayoritas kutukan tersebut ditujukan kepada orang-orang yang tidak taat terhadap raja. Berikut 5 prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang berisi kutukan: 1. Prasasti Telaga Batu Prasasti Telaga Batu berisikan kutukan terhadap siapa saja yang melakukan kejahatan dan tidak taat kepada raja. 2. Prasasti Boom Baru Prasasti Boom Baru ditemukan di daerah Palembang, tepatnya di sekitar Pelabuhan Boom Baru. Prasasti ini ditulis dengan huruf Pallawa. Tidak tertulis tahun dalam prasasti tersebut. Prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini berisi tentang kutukan dari raja Sriwijaya. Melansir situs yang sama, sumpah atau kutukan ditujukan kepada orang yang berbuat jahat atau berkhianat kepada dātu Śrīwijaya (red: raja). 3. Prasasti Kota Kapur Prasasti Kota Kapur ditemukan di Kota Kapur, Bangka Belitung. Prasasti ini diperkirakan ditulis pada 656 Masehi. Prasasti Kota Kapur berisikan permintaan kepada Dewa untuk menjaga persatuan dan kesatuan Kerajaan Sriwijaya. Selain itu, prasasti ini juga berisi hukuman bagi orang yang melakukan kejahatan dan melakukan pengkhianatan terhadap raja. 4. Prasasti Karang Berahi Prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang berisi kutukan lainnya adalah Prasasti Karang Berahi. Prasasti ini ditemukan di Jambi, tepatnya di Desa Karang Berahi, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin. Melansir laman Kemendikbudristek, Prasasti Karang Berahi ditulis dengan huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno. Prasasti ini berisi kutukan bagi wilayah yang tidak tunduk terhadap Kerajaan Sriwijaya. 5. Prasasti Palas Pasemah Prasasti Palas Pasemah menceritakan tentang keberhasilan Kerajaan Sriwijaya dalam menduduki wilayah Lampung Selatan. Selain itu, prasasti ini juga berisikan kutukan bagi orang-orang yang tidak taat kepada raja. Orang tersebut akan terbunuh oleh kutukan.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

19

5.0

Jawaban terverifikasi