Adam F

24 Juni 2024 12:03

Iklan

Iklan

Adam F

24 Juni 2024 12:03

Pertanyaan

Kepriye cerito lahir werkudoro???

Kepriye cerito lahir werkudoro??? 


23

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Salsabila S

24 Juni 2024 23:01

Jawaban terverifikasi

<p><strong>Pada saat Wekudara lahir</strong> tubuh Werkudara di selimuti oleh selaput tipis, namun selaput itu tidak dapat dirobek oleh senjata sekalipun. Pada akhirnya <strong>Werkudara di buang ke hutan Mandalasara oleh Prabu Pandudewanata.&nbsp;</strong></p><p>Setelah sekian lama, selaput itu tak kunjung robek sehingga membuat penghuni hutan merasa tergenggu terkecuali jin. <strong>Batara Guru memerintahkan Batara Bayu, Batari Durga dan Gajah Sena serta diiringi Batara Narada</strong> untuk turun ke Bumi dan merobek selaput yang menutupi tubuh Werkudara.</p><p>Batari Durga masuk ke dalam ke selaput guna memberi sang bayi pakaian.Gajah Sena lalu merobek selaput yang membungkus tubuh Werkudara dengan engan cara menabrak, menusuk selaput dengan gadingnya dan menginjak- injak, hingga akhirnya <strong>bayi tersebut keluar dari selaput yang membungkus tubuhnya.</strong></p>

Pada saat Wekudara lahir tubuh Werkudara di selimuti oleh selaput tipis, namun selaput itu tidak dapat dirobek oleh senjata sekalipun. Pada akhirnya Werkudara di buang ke hutan Mandalasara oleh Prabu Pandudewanata. 

Setelah sekian lama, selaput itu tak kunjung robek sehingga membuat penghuni hutan merasa tergenggu terkecuali jin. Batara Guru memerintahkan Batara Bayu, Batari Durga dan Gajah Sena serta diiringi Batara Narada untuk turun ke Bumi dan merobek selaput yang menutupi tubuh Werkudara.

Batari Durga masuk ke dalam ke selaput guna memberi sang bayi pakaian.Gajah Sena lalu merobek selaput yang membungkus tubuh Werkudara dengan engan cara menabrak, menusuk selaput dengan gadingnya dan menginjak- injak, hingga akhirnya bayi tersebut keluar dari selaput yang membungkus tubuhnya.


Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

24 Juni 2024 12:09

Jawaban terverifikasi

<p>Werkudara, atau yang lebih dikenal sebagai Bima dalam pewayangan Jawa, adalah salah satu tokoh penting dalam epos Mahabharata. Cerita tentang kelahiran Bima, atau Werkudara, sangat menarik dan penuh dengan simbolisme. Berikut adalah cerita singkat tentang kelahirannya:</p><p>Kelahiran Werkudara (Bima)</p><p><strong>Kunti Mendapat Anugerah dari Dewa Surya</strong>:</p><ul><li>Kunti, ibu dari Pandawa, sebelum menikah dengan Pandu, mendapatkan sebuah mantra dari Resi Durvasa yang memungkinkannya memanggil dewa-dewa dan mendapatkan anugerah berupa anak dari mereka. Setelah menikah dengan Pandu, yang terkena kutukan tidak bisa mempunyai keturunan, Kunti menggunakan mantra ini untuk mendapatkan anak-anak.</li></ul><p><strong>Permintaan Pandu kepada Kunti</strong>:</p><ul><li>Pandu, setelah mendapatkan anak pertama, Yudistira, dari Dewa Dharma (Yama), meminta Kunti untuk memanggil dewa lain agar mereka bisa memiliki lebih banyak anak yang kuat dan perkasa. Pandu ingin memastikan bahwa kerajaan mereka akan memiliki pewaris yang kuat dan mampu melindungi serta memimpin kerajaan dengan baik.</li></ul><p><strong>Pemanggilan Dewa Bayu</strong>:</p><ul><li>Kunti kemudian memanggil Dewa Bayu (Dewa Angin), yang dikenal karena kekuatannya yang luar biasa. Dari pertemuan ini, Kunti melahirkan anak keduanya yang bernama Bima, yang kemudian dikenal sebagai Werkudara dalam dunia pewayangan Jawa.</li></ul><p><strong>Kelahiran Bima</strong>:</p><ul><li>Ketika Bima lahir, ia menunjukkan tanda-tanda kekuatan luar biasa sejak lahir. Tubuhnya besar dan kuat, dan ia menangis dengan suara yang sangat keras yang membuat para dewa dan makhluk lainnya menyadari bahwa seorang pahlawan besar telah lahir. Bahkan saat masih bayi, Bima memiliki kekuatan yang menakjubkan.</li></ul><p><strong>Nama dan Makna</strong>:</p><ul><li>Nama Bima berarti 'mengerikan' atau 'menakutkan', yang sesuai dengan kekuatannya yang luar biasa dan penampilannya yang perkasa. Dalam dunia pewayangan Jawa, ia juga dikenal dengan nama Werkudara, yang berarti 'berperut lebar', menunjukkan perutnya yang besar dan kuat.</li></ul><p><strong>Pengasuhan</strong>:</p><ul><li>Bima dibesarkan bersama saudara-saudaranya di istana Hastinapura. Ia tumbuh menjadi pangeran yang sangat kuat, berani, dan setia kepada keluarganya. Ia sering kali diidentikkan dengan kekuatan fisik dan keberaniannya yang luar biasa, serta ketulusannya dalam melindungi saudara-saudaranya.</li></ul>

Werkudara, atau yang lebih dikenal sebagai Bima dalam pewayangan Jawa, adalah salah satu tokoh penting dalam epos Mahabharata. Cerita tentang kelahiran Bima, atau Werkudara, sangat menarik dan penuh dengan simbolisme. Berikut adalah cerita singkat tentang kelahirannya:

Kelahiran Werkudara (Bima)

Kunti Mendapat Anugerah dari Dewa Surya:

  • Kunti, ibu dari Pandawa, sebelum menikah dengan Pandu, mendapatkan sebuah mantra dari Resi Durvasa yang memungkinkannya memanggil dewa-dewa dan mendapatkan anugerah berupa anak dari mereka. Setelah menikah dengan Pandu, yang terkena kutukan tidak bisa mempunyai keturunan, Kunti menggunakan mantra ini untuk mendapatkan anak-anak.

Permintaan Pandu kepada Kunti:

  • Pandu, setelah mendapatkan anak pertama, Yudistira, dari Dewa Dharma (Yama), meminta Kunti untuk memanggil dewa lain agar mereka bisa memiliki lebih banyak anak yang kuat dan perkasa. Pandu ingin memastikan bahwa kerajaan mereka akan memiliki pewaris yang kuat dan mampu melindungi serta memimpin kerajaan dengan baik.

Pemanggilan Dewa Bayu:

  • Kunti kemudian memanggil Dewa Bayu (Dewa Angin), yang dikenal karena kekuatannya yang luar biasa. Dari pertemuan ini, Kunti melahirkan anak keduanya yang bernama Bima, yang kemudian dikenal sebagai Werkudara dalam dunia pewayangan Jawa.

Kelahiran Bima:

  • Ketika Bima lahir, ia menunjukkan tanda-tanda kekuatan luar biasa sejak lahir. Tubuhnya besar dan kuat, dan ia menangis dengan suara yang sangat keras yang membuat para dewa dan makhluk lainnya menyadari bahwa seorang pahlawan besar telah lahir. Bahkan saat masih bayi, Bima memiliki kekuatan yang menakjubkan.

Nama dan Makna:

  • Nama Bima berarti 'mengerikan' atau 'menakutkan', yang sesuai dengan kekuatannya yang luar biasa dan penampilannya yang perkasa. Dalam dunia pewayangan Jawa, ia juga dikenal dengan nama Werkudara, yang berarti 'berperut lebar', menunjukkan perutnya yang besar dan kuat.

Pengasuhan:

  • Bima dibesarkan bersama saudara-saudaranya di istana Hastinapura. Ia tumbuh menjadi pangeran yang sangat kuat, berani, dan setia kepada keluarganya. Ia sering kali diidentikkan dengan kekuatan fisik dan keberaniannya yang luar biasa, serta ketulusannya dalam melindungi saudara-saudaranya.

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apa itu merambat

0

0.0

Jawaban terverifikasi